Connect with us
thom yorke
Vittorio Zunino Celotto / Getty Images

Cultura Lists

10 Album Musik Terbaik 2019

Album musik terbaik 2019 dari musisi lokal hingga luar negeri.

Tahun 2019 akan segera berakhir, telah banyak karya musik yang menemani kita sepanjang tahun. Banyak album musik berkualitas yang dirilis pada tahun ini. Mulai dari album debut musisi muda hingga kembalinya musisi setelah lama hiatus.

Tak hanya musisi luar negeri, musisi dalam negeri juga merilis beberapa album yang patut diberi apresiasi lebih. Banyak musisi Indonesia yang mulai berani memeluk idealisme mereka dalam bermusik. Para pendengar musik lokal pun mulai terbuka dengan berbagai jenis musik yang anti mainstream.

Berikut beberapa album musik terbaik 2019 dalam negeri maupun luar negeri versi Cultura.

When We Are Fall Asleep, Where Do We Go? – Billie Eilish

Billie Eilish akhirnya merilis full album debut pertamanya pada awal tahun 2019 ini. “When We Are Fall Asleep, Where Do We Go?” merupakan salah satu album yang semakin membesarkan nama pelantun lagu “Ocean Eyes” ini.

Dalam album debutnya, Billie menunjukan sisi gelap dan rapuh dalam dirinya. Sebelum merilis album pertama ini, single utama seperti “Bury A Friend” dan “I Wish You Were Gay”, “When The Party Is Over” telah dirilis terlebih dahulu. Single berikutnya “Bad Guy” sempat menjadi lagu paling populer pada tahun ini. Kemudian disusul dengan single “All The Good Girls Go To Hell” dan Xanny”.

Billie Eilish: When We All Fall Asleep, Where Do We Go? Album Review

Anima – Thom Yorke

“Anima” merupakan album solo Thom Yorke yang ketiga. Album ini disebut-sebut sebagai album solo terbaik dari sang frontman Radiohead. Seperti pada kedua album solo sebelumnya, tema kecemasan dan keresahan pribadi Thom Yorke masih menjadi ciri khas utamanya dalam menulis lagu-lagu dalam album ini.

Namun, dalam sisi aransemen musik, “Anima” memiliki cita rasa yang masih terinfluensi dengan musik Radiohead. Hal ini dikarena Thom bekerja sama dengan rekan bandnya, Nigel Godrich dalam memproduksi album ini.

Secara keseluruhan, album “Anima” merupakan salah satu proyek ambisius Thom Yorke yang juga menuai sambutan baik pada tahun ini.

Thom Yorke: Anima Album Review

Charli – Charli XCX

Charli XCX merupakan salah satu musisi pop dengan selera musikalitas yang tinggi dan selalu memiliki tema menarik. Charli selalu tahu konsep apa yang ia ingin bawakan dalam album terbarunya. Melalui album ketiganya “Charli”, musisi 27 tahun ini hendak mengajak kita melakukan perjalanan waktu.

Kita akan mendengar musik dengan aransemen pop ala 90an dalam single “1999” hingga pop absurd yang datang dari masa depan dalam track “2099”. Charli juga tampak bersenang-senang dalam album ini bersama teman-teman musisinya. Mulai dari Troye Sivan, Clario, Lizzo, HAIM, dan masih banyak lagi.

Meski memasukan berbagai jenis aransemen dan warna musik, album “Charli” tetap berhasil dieksekusi sebagai salah satu album musik terbaik tahun ini.

Charli XCX: Charli Album Review

Celine Dion – Courage

Celine Dion kembali ke industri musik dengan langkah mantap melalui album terbarunya tahun ini, “Courage”. Setelah 6 tahun hiatus pasca meninggalnya suami dan manajernya, akhirnya pelantun lagu “My Heart Will Go On” ini kembali dengan album dengan sederet track yang emosional dan mampu menjadi obat bagi siapa pun yang mengalami kehilangan serupa.

“Imperfection” merupakan salah satu single yang diluncurkan untuk mempromosikan album comebacknya ini. Dalam single tersebut, Celine dengan percaya diri menampilkan dirinya yang sudah berumur tanpa make up dalam video klip monochrome yang artistik.

“Courage” terdiri dari beberapa track modern dengan sentuhan EDM hingga deep house, namun juga mengandung tembang-tembang ballad bagi para penggemar yang telah merindukan sang diva.

Celine Dion: Courage Album Review

Norman Fucking Rockwell – Lana Del Rey

Gejolak politik dan budaya di Amerika telah menginspirasi penyanyi Lana Del Rey dalam merilis albumnya “Norman Fucking Rockwell”. Judul album satu ini pun terinspirasi dari nama seniman Norman Rockwell yang selalu mengangkat tema kehidupan masyarakat Amerika pada tahun 1940-an.

Dalam album ini, Lana Del Rey mengungkapkan pandangan pribadinya sebagai seorang wanita Amerika. Bagaimana dirinya menghadapi gejolak sosial, percintaan, feminisme, hingga nostalgia industri musik.

Musikalitas Lana Del Rey juga semakin berkembang dengan menampilkan berbagai variasi aransemen. Tak melulu pop ballad dengan suara atmospheric, jika juga bisa mendengar sentuhan musik alternatif hingga folk dalam album “Norman Fucking Rockwell”.

Lana Del Rey: Norman Fucking Rockwell Album Review

Why Me? Why Not. – Liam Gallagher

Bagi yang merindukan band Oasis yang sayangnya tak akan pernah kembali, Liam Gallagher akan mengajak kita bernostalgia melalui album solonya, “Why Me? Why Not.”. Melalui album ini, Liam mendeklarasikan bahwa dirinya tak akan berubah dalam bermusik. Kita juga dapat mengakui bahwa jantung dari Oasis adalah Liam Gallagher.

Dalam album solo keduanya ini, kita diperdengarkan track-track Rock N’ Roll dengan produksi yang ‘raw’. Mulai dari track “Halo” yang akan mengingatkan kita pada “Shock of The Lightning”, hingga “Gone” dengan aransemen Rock Barque yang vintage.

Liam Gallagher merupakan salah satu musisi legendaris yang masih bertahan dengan warna musiknya sendiri dan selalu menghasilkan lagu yang menyentuh jiwa pendengarnya.

Liam Gallagher: Why Me? Why Not. Album Review

Everyday Life – Coldplay

“Everyday Life” merupakan album terbaru dari Coldplay yang rilis mendekati penghujung tahun 2019. Melalui album ke delapannya ini, Chris Martin dan kawan-kawan hendak menyebarkan pesan perdamaian dunia melalui musik. Setelah memasukan unsur budaya India pada album “AcHead Full of Dreams”, budaya Timur Tengah menjadi salah satu inspirasi yang dalam produksi album ini.

“Everyday Life” memang terdengar seperti kehidupan sehari-hari. Selain mengangkat berbagai isu dunia dalam setiap lagu, dimasukan juga beberapa suara alami seperti suara anak-anak bermain di gang, suara hujan, dan Chris Martin yang bermain gitar dengan kualitas rekaman yang ‘raw’. Album ini terasa seperti film dokumenter tentang kehidupan dalam versi karya musik.

Coldplay: Everyday Life Album Review

Lover – Taylor Swift

Si ratu ular telah terlahir kembali sebagai kupu-kupu yang manis, Taylor Swift kembali tampil manis dalam album terbarunya tahun ini, “Lover”. Mengakhiri era “Reputation” dimana dirinya memeluk berbagai reputasi buruk yang melekat pada dirinya, Taylor ingin menyebarkan pesan cinta melalui “Lover” dengan berbagai track positif dan bermakna.

Mulai dari mencintai diri sendiri melalui single “ME!” yang berkolaborasi dengan Panic! At The Disco, hingga “You Need To Calm Down” yang menyebarkan pesan damai untuk para orang-orang toxic di sosial media.

Meski tak berhasil masuk dalam nominasi Grammy 2020, Taylor Swift telah meraih banyak prestasi tahun ini melalui album “Lover”.

Taylor Swift: Lover Album Review

Fingers – Danilla Riyadi

“Fingers” merupakan album terbaru baru Danilla yang memiliki konsep menarik. Terdiri dari 5 track, setiap track merupakan lagu yang mempresentasikan filosofi 5 jari tangan. Tentang kuasa, kehidupan, pernikahan, dan janji yang menjadi simbol dari masing-masing jari.

Setiap track dibungkus dengan aransemen sederhana yang dikomposisi sendiri oleh Danilla. “Fingers” merupakan album yang menunjukan “kemurnian” dari Danilla dalam melihat kehidupan dan menciptakan lagu. Album seperti ini yang seharusnya trending di industri musik Indonesia.

Danilla Riyadi: Fingers Album Review

LEXICON – Isyana Sarasvati

Terkenal dan mendapatkan popularitas melalui genre musik R&B dan Pop, Isyana Sarasvati memeluk idealismenya kembali dengan musik klasik. Sebelum merilis album “LEXICON”, Isyana telah merilis dua single; “Untuk Hati yang Terluka” dan “Ragu Semesta”. Kedua single tersebut telah menunjukan aransemen musik klasik yang anti mainstream namun powerful dan tetap menarik perhatian para penikmat musik lokal.

Bersamaan dengan perilisan album, “Sikap Dunia” pun dirilis sebagai single ketiga. Dalam album ini, Isyana Sarasvati menulis berbagai lagu dengan lirik seputar kehidupan yang bisa menjadi obat dan paham perenungan bagi pendengarnya. Tak hanya mengangkat musik klasik, musisi 23 tahun ini juga menulis lirik dengan bahasa-bahasa baku yang puitis.

Isyana Sarasvati: Lexicon Album Review

Click to comment

Leave a Comment

The Sounds Project Vol. 5: The Sounds Project Vol. 5:

The Sounds Project Vol. 5 Dengan Tampilan Baru

Entertainment

Film Tentang Psikoterapis Film Tentang Psikoterapis

Rekomendasi Film Tentang Psikoterapis

Cultura Lists

Billie Eilish No Time To Die Billie Eilish No Time To Die

Billie Eilish: No Time To Die Single Review

Music

Skena Musik Malang Skena Musik Malang

Skena Musik Malang “Antara Idealisme dan Realita”

Music

Advertisement
Connect