Connect with us
X&Y Film Vertikal TikTok

Film

X&Y Review: Semi-Romance dalam Sinema Vertikal

X&Y memiliki potensi menarik dalam industri hiburan kekinian meski belum sepenuhnya sempurna.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Seiring berkembangnya zaman, penggunaan smartphone sudah mewarnai keseharian berbagai orang. Tak heran pula saat ini mulai bermunculan beragam konten menarik, salah satunya yang mengusung format vertikal yang dapat disaksikan dari HP. Inilah yang kemudian dilakukan oleh Studio Antelope dan TikTok Indonesia kala merilis film X&Y.

X&Y merupakan film pendek arahan Jason Iskandar yang datang dari kerja sama antara Studio Antelope dan TikTok Indonesia. Menempatkan Jourdy Pranata dan Arawinda Kirana sebagai pasangan pemeran utamanya, kisahnya berpusat pada Omar dan Winda, sepasang manusia yang hidup di satu kos. Akan tetapi, kehidupan mereka sendiri diibaratkan sebagai sumbu X dan Y, yang belum tentu bisa dipersatukan.

Premis yang diusung dari X&Y ini cenderung simpel, karena mengisahkan tentang hidup seorang lelaki yang dihadapkan dengan perempuan impiannya. Namun tentu saja, tidak selamanya impian tersebut bisa menyatukan mereka berdua.

Meski membawa plot yang super simpel, rupanya kemasan dari film pendek tersebut ditampilkan secara natural. Mulai dari setting ala anak kuliahan, sampai ke pergolakan romansanya yang cheesy namun mudah sekali untuk menggaet kaum muda-mudi. Belum lagi dengan membawa format episodic, menjadikan penonton muda akan lebih mudah terikat dengan X&Y ini.

Walau X&Y mengusung format episodic, pacing dari film pendek satu ini masih terasa sangat rushy. Apalagi ketika sudah mencapai tahap klimaks yang terasa mendadak dipercepat, sehingga cukup sulit menerima penyelesaian yang disajikan pada film garapan Studio Antelope kesekian ini.

Akan tetapi, plot simpelnya tersebut bisa dibilang mencederai karakterisasi di dalamnya. Dengan durasinya yang singkat, character development yang ditampilkan terasa sangat minim. Hal inilah yang membuat sebagian keputusan yang diambil oleh para karakter di dalamnya terasa sangat questionable, karena penonton tidak diberi banyak waktu untuk mengilhami masing-masing dari mereka, termasuk ke main cast-nya sendiri.

Meski karakterisasinya kurang, para pemeran dalam X&Y tetap mampu tampil apik. Selain Jourdy Pranata dengan karakter typical college boy dan Arawinda yang menjelma menjadi interesting yet so mysterious girl, Avan The Love sebagai Mas Yos mampu memberikan kesegaran dalam film pendek ini meski dengan screen time yang sangat minim.

Di samping segala kekurangan dari plot dan characterization-nya, daya tarik X&Y sesungguhnya muncul pada penggunaan format vertikalnya. Diiringi dengan sound design dan set design mumpuni, ditambah sinematografi yang dieksekusi dengan mulus tanpa banyak gimmick, menjadikan film ini dapat dinikmati dengan baik di layar smartphone dan dengan menggunakan periferal audio tambahan untuk meningkatkan experience menontonnya.

Namun tetap saja, menonton X&Y secara langsung di platform TikTok-nya secara langsung tidak selamanya menjadi hal yang tepat untuk dilakukan, terutama karena beberapa minor issues seperti button dan caption yang tidak auto-hide, serta subtitle-nya yang akhirnya jadi tertutup berbagai elemen dalam aplikasi paling digandrungi millennials tersebut. Jika beberapa hal tersebut dirasa bermasalah, bisa dengan mengunduhnya di penyimpanan smartphone, lalu menontonnya dengan video player yang tersedia di HP terkait.

Pada akhirnya, X&Y merupakan gebrakan menarik dari TikTok dan Studio Antelope yang akan mudah diterima oleh kaum milenial dan beragam kreator di industri hiburan tanah air. Akan tetapi, karya terbaru dari Jason Iskandar ini masih perlu perbaikan sana-sini untuk menjadikannya sebagai film pendek yang benar-benar utuh, terutama dari plot dan characterization-nya yang dirasa masih sangat mengganggu.

Click to comment

Love and Monsters Review Love and Monsters Review

Love and Monsters Review: Petualangan Joel Melawan Monster Demi Cinta

Film

Two Distant Strangers Two Distant Strangers

Two Distant Strangers Review

Film

Thunder Force Thunder Force

Thunder Force Review: Film Superhero dengan Cita Rasa Parodi

Film

Happy Old Year Happy Old Year

Happy Old Year: Tentang Minimalisme dan Kenangan yang Terbuang

Film

Advertisement
Cultura Live Session
Connect