Connect with us
Senigma
vanilla
Perkebunan vanila di Madagaskar | Photo: BBC

Culture

Vanila, Perasa Termahal Nomor Dua Dunia

Harga satu kilo vanila lebih mahal dibanding perak, hanya kalah mahal dengan saffron.

Apa yang terpikir pertama kali ketika mendengar vanila? sangat populer dalam industri makanan dan minuman sebagai bahan perasa alami. Hampir semua jenis makanan dan minuman manis tersedia dalam rasa vanila. Menurut Asosiasi Es Krim Internasional, vanila adalah rasa es krim paling populer di dunia. Kepopulerannya mengalahkan rasa coklat dan stroberi. Hal ini juga berlaku dalam industri kecantikan. Ada banyak produk perawatan tubuh yang dirilis dengan aroma vanila. Saking populernya, kita pun mengenal istilah yang melibatkan nama vanila. Mulai dari sex, lemari pakaian, sampai industri otomotif yang dibubuhi kata “vanila” yang artinya biasa saja. Standar.

Vanila pertama kali dibudidayakan oleh orang-orang Totonac, penduduk asli Meksiko. Namun mereka kemudian ditaklukan oleh Bangsa Aztec. Saat itulah vanila diadopsi ke dalam kebudayaan Bangsa Aztec sebagai salah satu bahan baku tambahan untuk minum coklat. Lalu Bangsa Aztec ditaklukan oleh Spanyol, coklat dan vanila pun dibawa ke Eropa untuk dibudidayakan. Saat itu vanila belum digunakan sebagaimana mestinya. Hal itu karena orang-orang Eropa belum mengetahui bagaimana cara terbaik membudidayakan vanila.

vanilla plant

Photo: Dan Sams/Getty Images

Pada tahun 1834 di Pulau Reunion, Prancis, seorang anak laki-laki yang menjadi budak bernama Edmond Albius menemukan cara untuk membudidayakan vanila. Cara tersebut masih digunakan sampai saat ini. Ternyata tanaman vanila membutuhkan bantuan manusia untuk melakukan penyerbukan. Artinya petani harus menggunakan tangannya untuk mempertemukan bagian jantan dan betina dari bunga tanaman vanila. Tak sampai di situ saja usaha untuk memproduksi vanila sampai ke meja makan kita. Prosesnya masih panjang dan memakan waktu sepanjang tahun. Inilah salah satu alasan mengapa harga vanila begitu mahal.

Bunga vanila hanya terbuka selama satu hari dalam setahun untuk melakukan penyerbukan. Setelah penyerbukan, biji vanila akan siap dipanen sembilan bulan kemudian. Biji vanila juga harus dipetik dengan tangan untuk menjaga kualitasnya. Lalu biji vanila tersebut akan dikeringkan dalam waktu lima hingga 15 hari, bahkan satu bulan, di dalam ruangan dengan ventilasi udara yang cukup. Enam ratus bunga vanila yang mengalami penyerbukan hanya akan menghasilkan enam kilogram biji vanila. Setelah dikeringkan, jumlahnya akan menyusut menjadi hanya satu kilogram. Untuk megeluarkan rasa dan aroma khas vanila, biji vanila yang berbentuk panjang dan berwarna hitam itu harus melalui proses ekstraksi dan perkolasi.

vanila kering

Photo: John Carey / Getty Images

Proses produksi yang lama dan sulit inilah yang membuat harga vanila melonjak hingga sempat mencapai enam ratus dolar per kilogram. Belum lagi kebun vanila yang luluh lantak akibat diterjang topan. Distrik Antalaha mengalami kerusakan 90% dan Distrik Sambava 80%. Keduanya adalah areal perkebunan vanila yang utama di Madagaskar. Kondisi ini memengaruhi perdagangan vanila tingkat dunia karena Madagaskar adalah produsen utama. Madagaskar memonopoli 75% pasar vanila di dunia. Pasar lainnya diisi oleh Meksiko, India, Indonesia, dan negara-negara lain dalam jumlah kecil. Namun vanila asal Madagaskarlah yang paling dicari karena kualitasnya.

Tingginya harga vanila tentu saja memajukan kesejahteraan para petani di Madagaskar. Mereka mampu menyekolahkan anak, membeli peralatan elektronik, hingga kendaraan bagus. Namun kondisi tersebut ternyata mengundang kehadiran pencuri dan perampok. Alhasil para petani terpaksa membekali diri mereka dengan senapan dan tinggal di dalam kebun. Siang malam mereka harus berjaga untuk melindungi tanaman vanila yang berharga. Rasa takut akibat pencurian dan perampokan memaksa para petani untuk memanen vanila dalam waktu kurang dari sembilan bulan. Akibatnya kualitas vanila yang dipanen juga ikut turun.

Pemerintah Madagaskar berupaya memertahankan kualitas vanila agar harganya tak turun dengan menyuruh polisi menangkap petani yang memanen vanilanya terlalu cepat. Namun petani-petani yang telah memiliki kantong tebal ini justru menyogok para polisi agar tutup mulut mengenai kegiatan panen mereka. Akhirnya, para konsumen vanili yaitu perusahaan makanan dan minuman turun tangan. Mereka pergi langsung ke Madagaskar untuk mengawasi kegiatan pertanian vanila di sana. Tujuannya adalah menjaga kualitas vanila yang dipanen.

Harga vanila yang dirasa mahal ini membuat para produsen makanan, minuman, dan kosmetik memilih menggunakan ekstrak vanila artifisial yang harganya 20 kali lipat lebih murah. Walau begitu, permintaan terhadap biji vanila tetap tak turun. Ini karena banyak konsumen yang memilih perasa vanila alami. Gerakan untuk kembali ke alam dan mengonsumsi bahan makanan alami membuat para konsumen memilih rasa dari vanila asli. Vanila juga diketahui bermanfaat bagi industri kesehatan. Berbagai penelitian menunjukkan vanila dapat mencegah masuk angin, infeksi saluran napas, dan muntah-muntah. Beragam manfaat vanila menjadikannya semakin diinginkan.

Konsumen terbesar vanila adalah Amerika karena tingginya konsumsi es krim di sana. Berikutnya adalah Benua Eropa. Pasar vanila secara global diperkirakan akan mencapai 735 juta dolar di tahun 2026. Artinya peluang budi daya vanila masih sangat tinggi selama kualitasnya terjaga. Meski demikian keberadaan vanila pun terancam dengan ekstrak vanila artifisial. Harga vanila yang mahal dapat mendorong industri makanan dan minuman skala kecil untuk memilih menggunakan ekstrak saja.

Ekstrak ini diciptakan dari senyawa eugenol (minyak cengkeh) dan lignin (terbuat dari bubur kayu bahkan kotoran sapi). Konsumen tak perlu khawatir dirugikan dengan keberadaan ekstrak vanila di dalam bahan makanan atau minuman yang mereka konsumsi. Regulasi yang ketat menjadikan para produsen makanan dan minuman ini harus jujur dengan mencantumkan bahan baku secara lugas. Bila rasa dan aroma vanila itu dihasilkan dari ekstrak maka bahan bakunya harus ditulis sebagai artifisial.

Click to comment

Leave a Comment

tari Pepe’-Pepeka ri Makka: tari Pepe’-Pepeka ri Makka:

Pepe-Pepeka ri Makka: Lebih dari Sekadar Bermain Api

Culture

Salad Salad

Sejarah Salad dan Kaitannya dengan Stereotip Gender

Culture

Suara-suara Gelap (dari Ruang Dapur) Suara-suara Gelap (dari Ruang Dapur)

Kota dan Hal-Hal yang Tak Selesai

Culture

kasus kesehatan mental kasus kesehatan mental

Ironi Isu Kesehatan Mental: Harus Ada Korban Dulu

Lifestyle

Connect