Connect with us
UMI: Introspection Reimagined EP Review
Photo via 1883magazine.com

Music

UMI: Introspection Reimagined EP Review

Gubahan ulang dengan live instrumen yang memberikan nafas dan tekstur baru di setiap track.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

UMI meluncurkan remade dari album rilisan 2020, ‘Introspection.’ Dalam EP yang meluncur pada akhir Maret kemarin ini, UMI menggandeng sederet kolaborator untuk menggubah ulang lagu-lagu dari album sebelumnya.

Pada kancah musik mainstream, nama UMI memang belum begitu terdengar gaungnya. Meski penyanyi sekaligus penulis lagu dari Los Angeles ini memiliki banyak pendengar online. Debut album di tahun 2018, ‘Interlude’ cukup mencuri perhatian. Disusul single hits ‘Remember Me’ yang merupakan rendering dari “Four Page Letter,” lagu milik Aaliyah.

Tahun 2020 kemarin, UMI meluncurkan album berikutnya. ‘Introspection’ memperlihatkan sosok UMI yang lebih percaya diri secara musikalitas. Album ini semakin pula menegaskan posisi UMI di genre R&B. Terutama R&B dari tahun 90-an dengan sedikit sentuhan manis dari folky pop. Kombinasi genre, dan warna suara, yang menjadikan musiknya memiliki sisi keunikan tersendiri.

‘Introspection Reimagined’ merupakan gubahan ulang dari album sebelumnya. UMI menambahkan dua single baru dalam EP ini: “Beautiful Day” dan “Solitude.” Kedua single menjadi interlude sekaligus tambahan yang manis.

Album remade ini digarap bersama sederet kolaborator. Dimana masing-masing memberikan nafas baru dalam
setiap track. UMI menggunakan live instrumental recording, dengan permainan berbagai instrumen berbeda. Mulai dari piano, bass, gitar listrik dan akustik, saksofon, harpa, seruling, drum, dan banyak lain. Instrumen ini berpadu dalam aransemen ciamik yang mengajak pendengarnya masuk dalam pengalaman tidak terbayangkan.

Lirikal, track di album ini menarasikan tentang give and take dalam sebuah hubungan. Baik itu hubungan dengan orang lain dan diri sendiri.

Track pembuka “Introspection” diisi permainan drum Aisha Gaillard dan flute dari Hailey Niswanger. Keduanya menghadirkan ritme pop di latar belakang dengan nafas musik klasik. Instrumen yang megah menjadi pengiring apik untuk lagu yang menceritakan tentang emotional insecurity.

UMI menulis sendiri semua lagu-lagu rilisannya. Sehingga cukup mudah menilai sisi musikalitasnya dari lirik yang ia tulis. Lirik seperti “And maybe who I be is enough/And maybe all I need is a hug” di “Open Up” menunjukan bagaimana musisi asal Seattle ini mampu menyampaikan perasaan, apapun dan bagaimanapun itu, melalui frasa-frasa sederhana.

Tanpa banyak metafora picisan, lirik UMI justru terdengar dekat dengan pendengarnya. Lirik yang mana pendengarnya mungkin memiliki pengalaman dan perasaan yang sama.

“Solitudes” menjadi single baru sekaligus interlude yang mengusung kekelaman aransemen instrumen ala Meshell Ndegeocello. Track ini, dengan vokal UMI yang seolah penuh harap, mengingatkan pada ‘Bitter’ dari Ndegeocello.

Kekuatan dan keunikan vokal UMI tertangkap pula di track selanjutnya. “Where I wander” dihadirkan melalui vokal yang sarat akan kegetiran. UMI mempermainkan vokalisasinya seolah setiap nada saling berakhir tumpang tindih.

Vokalisasi yang unik dan tidak biasa ini didukung oleh permainan instrumen yang tidak menenggelamkan suara sang penyanyi. Untuk ‘Introspection Reimagined’ UMI menggandeng kuartet string, yang terdiri atas bassist Micah Moffett, gitaris Jake Nuffer, cellist Jean Paul, dan violinist Victor Ekpo. Mereka sanggup melengkapi vokal yang bercerita UMI. Mengisi kekosongan dan memberi tekstur berbeda.

Uniknya permainan instrumen dari string kuartet ini juga tidak tenggelam begitu saja di latar belakang. Mereka justru sanggup melekat erat di telinga pendengar, tanpa merebut spotlight dari vokal sang penyanyi.

“Bet” menjadi track berikutnya yang mempertontonkan kekuatan lirik dari UMI. Lagu ini menarasikan mengenai hubungan timbal balik, kali ini dengan edge yang lebih tajam. “I be moving around it/And you on some clown shit/And I ain’t about it/Don’t ever doubt it.”

Setelah ‘Heaux Tales’ dari Jazmine Sullivan di awal tahun ini, ‘Introspection Reimagined’ menjadi kandidat album R&B terbaik, dengan musikalisasi nan unik. Live instrumen yang digunakan UMI tidak hanya menghadirkan aransemen baru. Melainkan juga membawa perasaan hingga dunia dan nyawa lain untuk masing-masing track. Setiap track seolah digubah hingga memiliki tekstur lain dari sebelumnya.

Bukan sepenuhnya rilisan baru, ‘Introspection Reimagined’ cukup memuaskan pendengar akan musik R&B yang tidak sekedar mainstream, melainkan memiliki kualitas. ‘Introspection Reimagined’ juga mengusung produksi yang lebih berkualitas dan terdengar “mahal” dibanding versi sebelumnya.

Secara keseluruhan, ‘Introspection Reimagined’ cukup membuat pendengar berharap akan rilisan baru dari UMI di tahun ini. Semoga saja kualitasnya akan menyamai album remade ini.

Click to comment

Julia Michaels Julia Michaels

Julia Michaels: Not in Chronological Order Album Review

Music

The Armed The Armed

The Armed: ULTRAPOP Album Review

Music

Young Stoner Life Young Stoner Life

Young Stoner Life: Slime Language 2 Compilation Album Review

Music

PJ Harding & Noah Cyrus: People Don’t Change Album Review

Music

Advertisement
Cultura Live Session
Connect