Connect with us
Senigma
tuca & bertie review

TV

Tuca & Bertie Review: Ekspresi Ketakutan Wanita Melalui Komedi Surreal Yang Berani

Secara garis besar Tuca & Bertie memberikan tontonan yang menghibur dilengkapi dengan pembahasan topik-topik penting yang sering kita temui.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Tuca & Bertie merupakan serial animasi dewasa keluaran terbaru Netflix yang diproduksi oleh Tornante Production. Tidak bisa dihindari, impresi pertama ketika melihat serial ini mengingatkan kita pada serial animasi BoJack Horseman. Kemiripan dua serial ini tidak lepas dari pengaruh pembuat Tuca & Bertie, Lisa Hanawalt, yang juga menjadi bagian dari tim produksi BoJack Horseman. Melihat kesuksesan BoJack Horseman sepertinya akan sulit bagi Tuca & Bertie untuk keluar dari bayang-bayangnya. Tidak bisa diremehkan, Tuca & Bertie terbukti memiliki identitasnya sendiri dan memberikan impresi yang berbeda dari BoJack Horseman.

Hampir serupa dengan BoJack Horseman, Tuca & Bertie mengambil setting di dunia alternatif dimana manusia hidup berdampingan dengan hewan antropomorfis. Tuca & Bertie bercerita tentang pertemanan dua orang sahabat yaitu Tuca dan Bertie di kehidupan dewasa muda mereka. Kombinasi unik antara Tuca yang extrovert dan Bertie yang introvert membuat dinamika keduanya menjadi menarik untuk diikuti. Kombinasi pertemanan extrovert dan introvert bukanlah hal asing dan terasa sangat relatable karena sering kita temui di kehidupan sehari-hari. Hal ini membuat Tuca & Bertie dengan mudah menarik perhatian serta simpati penonton ke kisah pertemanan keduanya.

Tiffany Haddish dan Ali Wong yang menjadi pengisi suara Tuca dan Bertie patut diberi apresiasi karena melakukan pekerjaan yang fenomenal. Hanya dari akting suara Tiffany sukses mewujudkan karakteristik Tuca yang care-free, liar dan sedikit gila. Kita juga dapat merasakan dengan jelas beragam emosi serta perasaan Bertie berkat suara dan akting Ali Wong dalam menyampaikan emosi tersebut. Keduanya melengkapi satu sama lain sehingga karakteristik Tuca & Bertie terasa tepat dan rasanya sulit membayangkan karakter Tuca dan Bertie diisi suaranya oleh aktris lain. Tidak haya Tiffany Haddish dan Ali Wong, Steven Yeun yang terkenal dari aktingnya di serial populer AMC The Walking Dead juga ikut ambil bagian sebagai pengisi suara Speckle, pacar dari Bertie. Meskipun hanya sebagai peran pendukung, Steven Yeun juga memberikan peforma akting yang tidak bisa dianggap remeh.

tuca & bertie review

Dengan durasi 30 menit setiap episodenya, serial animasi ini menyajikan hiburan melalui komedi yang berani, lucu dan surreal. Melalui interaksi Tuca & Bertie masalah sederhana yang biasa kita temui sehari-hari dapat dibuat menjadi momen komedi yang mengundang tawa. Untuk sebagian orang mungkin komedi yang ditawarkan Tuca & Bertie kurang tepat karena terkesan terlalu berani dan aneh. Ada beberapa scene yang bisa dibilang membuat penonton kurang nyaman seperti ketika Speckle harus memakan kue yang dirasuki oleh neneknya sendiri atau ketika karakter Dirk yang memuntahkan ular berulang kali. Keberanian Tuca & Bertie dalam mendorong batasan komedi terkadang berhasil namun tidak jarang gagal memberikan impresi yang baik bagi penonton. Namun, rasa surreal, bizzarre, dan aneh yang dirasakan membentuk identitas tersendiri yang memisahkan Tuca & Bertie dari serial lainnya.

Tidak hanya dari cerita serta karakter yang lucu, film ini juga berhasil menghibur penonton melalui visual dan art style yang digunakan. Melalui animasi dua dimensi penonton diberikan dunia penuh warna yang turut mendukung atmosfer serta emosi yang ingin diberikan pada setiap adegan. Pembuat Tuca & Bertie, Lisa Hanawalt, patut diapresiasi karena kita dapat melihat dengan jelas bagaimana usaha dan kepeduliannya pada proyek serial animasi ini. Dunia penceritaan dibuat dengan detail dan jarang sekali meninggalkan ruang kosong di setiap adegannya. Tidak jarang juga penonton diberikan perubahan art style seperti pengunaan stop-motion dan puppet. Penggunaan art style lain ini tidak serta merta sebagai sarana unjuk kemampuan tetapi memiliki tujuan untuk menyampaikan pesan dan kesan tertentu dalam adegan yang sedang diberikan.

Selain visual, soundtrack dan music di serial ini juga patut mendapatkan pujian. Komedi bizzare dan berani yang diberikan tidak akan berhasil tanpa didukung musik pengiring yang tepat. Setiap musik yang dipilih terbukti tepat dan mendukung atmosfer yang ingin disampaikan. Jarang sekali rasanya penonton diberikan kesunyian karena berbagai adegan penting di film ini diperkaya dengan pemilihan musik yang tepat. Dengan visual yang luar biasa dilengkapi dengan musik pengiring yang tepat, Tuca & Bertie sukses menciptakan adegan yang memorable dan berhasil menghibur penonton.

Topik-topik seperti ambisi, pendewasaan/adulthood, pengaruh alkohol, frustasi, depresi, seksisme, dan feminisme adalah hal biasa yang sering diangkat di serial ini. Penonton juga dapat merasakan dengan jelas campur tangan wanita atau Lisa Hanawalt terutama pada topik seksisme dan feminisme yang berulang kali dibahas. Melalui karakter Bertie, serial ini sering membahas ketakutan dan rasa tidak aman yang sering dirasakan oleh wanita. Cara berpikir misogynistic yang menganggap wanita sebagai sebuah objek juga menjadi topik utama di serial ini. Topik ini terasa personal dan sangat relatable terutama bagi para perempuan dewasa muda. Meskipun begitu, terkadang ada sedikit rasa kontras antara pesan yang ingin disampaikan dan aksi yang diperlihatkan oleh karakter. Aksi para karakter yang terlalu liar dan vulgar mematahkan kritik misogynistic yang ingin mereka sampaikan. Meskipun berusaha menghilangkan pemikiran misogynistic tetapi di sisi lain Tuca & Bertie juga sering memperlihatkan dan menggunakan bagian tubuh wanita sebagai bahan dan materi komedi. Serial ini juga terkadang terkesan tidak adil pada pria karena kebanyakan karakter pria di serial ini digambarkan secara negatif sehingga terkesan berat sebelah atau memukul rata semua pria.

Secara garis besar Tuca & Bertie memberikan tontonan yang menghibur dilengkapi dengan pembahasan topik-topik penting yang sering kita temui. Tuca & Bertie berhasil menciptakan identitasnya sendiri sebagai serial yang lucu, unik dan menyentuh. Di musim pertamanya Tuca & Bertie terbukti menjanjikan dan berpotensi menjadi salah satu serial animasi terbaik Netflix. Rasanya serial ini akan sangat cocok bagi para perempuan dewasa muda terutama karena berbagai pesan yang ingin disampaikan terasa personal dan sangat relatable. Melihat kesuksesan dan respon yang diberikan penonton, rasanya tinggal menunggu waktu hingga Netflix mengumumkan musim kedua dari serial ini. Sudah keluar sebanyak sepuluh episode, Tuca & Bertie sudah dapat dinikmati via streaming Netflix sejak tanggal 3 Mei 2019.

Click to comment

Leave a Comment

Gerald’s Game (2017) Gerald’s Game (2017)

10 Rekomendasi Film Adaptasi Stephen King

Cultura Lists

Zombieland 2009 Zombieland 2009

Zombieland Review: Film Zombie Komedi Terbaik yang Pernah Ada

Film

five feet apart review five feet apart review

Five Feet Apart Review: Kisah Cinta Terpaut Jarak 5 Kaki

Film

Fight Club (1999) Fight Club (1999)

15 Film Tentang Kesehatan Mental

Cultura Lists

Connect