Connect with us
Tones And I
Facebook.com/TONESANDI

Music

Tones And I: Mengenal Sosok di Balik Hits Dance Monkey

Musisi 19 tahun asal Australia yang mengawali karir dari mengamen di jalanan.

Mungkin sudah banyak yang familiar dengan lagu “Dance Monkey” dengan gaya electo-pop ini. Lagu yang dibawakan oleh Tones And I bisa kita dengarkan dimana-mana dan sempat trending di seluruh dunia termasuk Indonesia (dan TikTok). Tones And I adalah seorang musisi muda asal Australia dengan nama asli Toni Elizabeth Watson.

Semenjak lagu “Dance Monkey” rilis pada 10 Mei 2019 silam, Tones And I langsung merajai banyak chart musik di kampung halamannya maupun luar negeri. Lagunya berhasil menjadi peringkat pertama di lebih dari 20 negara. Single tersebut juga berhasil memecahkan rekor di ARIA Singles chart karena telah bertahan selama 19 minggu di posisi pertama, mengalahkan rekor “Shape of You” dari Ed Sheeran selama 15 minggu.

TONES AND I

Facebook.com/TONESANDI

Berawal Dari Mengamen di Jalanan Australia

Sudah bukan hal yang mencengangkan bagi para musisi baru untuk cepat viral dalam era yang mengandalkan sosial media. Beberapa musisi lainya seperti Carly Rae Jepsen, Shawn Mendes, dan Billie Eilish, juga terkenal melalui persona mereka di Internet.

Sama halnya dengan Toni Watson, ia telah mengunggah lagu-lagunya di YouTube semenjak dirinya masih 16 tahun. Namun, kesempatan besar datang pada dirinya ketika ia sedang mengamen di Byron Bay, Australia pada 2017.

Ketika sedang mengamen, ia bertemu dengan seorang pengacara musik, Jackson Walkden-Brown. Jackson menjadi jembatan bagi Toni dengan Lemon Tree Music yang menjadi langkah awal bagi dirinya menuju kesuksesan di industri musik sekarang ini.

Bagaimana “Dance Monkey” Bisa Viral?

Sebuah stasiun radio Australia, Triple J, merupakan media yang pertama kali mendukung kesuksesan dari single “Dance Monkey”. Hingga akhirnya lagu ini diputar lebih dari 650 juta kali di Spotify. Dirilisnya video klip “Dance Monkey” juga mendukung semakin terkenalnya lagu ini dengan tercapainya views sebanyak 330 juta lebih. Selain itu ia juga mendapatkan debut TV di Amerika melalui acara The Tonight Show Jimmy Fallon.

Ia juga memecahkan record chart di Inggris dengan “Dance Monkey”, bersanding dengan “Bleeding Love” dari Leona Lewis (2007), I Will Always Love You” dari Whitney Houston (1992), dan “Umbrella” dari Rihanna (2007).

Selain itu, lagu ini banyak diremix dan sering dipakai dubbing di TikTok. Sampai saat ini sudah ada sekitar 944,000 video TikTok yang menggunakan lagu ini.

Pengalaman Menyebalkan Ketika Ngamen Menjadi Inspirasi Lagu “Dance Monkey”

Mengawali minatnya dalam dunia musik sebagai pengamen, Toni mengungkapkan bahwa lagu hitsnya tersebut terinspirasi dari pengalamannya dirundung saat mengamen.

Ketika dirinya masih rajin mengamen di jalanan, ada kalanya ia harus berhadapan dengan “customer” yang melontarkan kata-kata negatif padanya. Mulai dari orang biasa dengan perilaku yang buruk, hingga orang mabuk yang mulai mengumpat-umpat. Toni bahkan sempat mulai gelisah ketika sedang memasang keyboard-nya untuk bersiap-siap menyanyi. Belum lagi pengamen lain yang sering menganggap bahwa Toni mengambil pelanggannya.

Ditengah-tengah situasi tersebut, Toni memutuskan untuk bertahan dan tetap profesional menampilkan yang terbaik meski mendapat perlakuan buruk.

Dengarkan lagu-lagu Tone And I lainnya dalam EP “The Kids Are Coming”, termasuk single utamanya “Johnny Run Away”. Bebut EP ‘The Kids Are Coming’ (via Bad Batch / Sony Music Australia), menampilkan lagu-lagu tentang takut akan kegagalan (‘Never See The Rain’) dan kebangkitan inspiratif dari teman-teman Gen Z (‘The Kids Are Coming’). Apakah Tones And I akan menjadi the next Billie Eilish?

Click to comment

Leave a Comment

Musik Jazz: Dari Piringan Hitam dan Lantai Dansa, Hingga Ke Festival Budaya

Music

perkembangan industri genre musik perkembangan industri genre musik

Lika-liku Genre Musik di Era Generasi Z, Serta Platform yang Mengikuti

Music

Rinni Wulandari Rinni Wulandari

Rinni Wulandari: Keep On Movin’ Single Review

Music

Petra Sihombing Petra Sihombing

Petra Sihombing: Bodoh Single Review

Music

Advertisement
Connect