Connect with us
The Haunting of Bly Manor
Netflix

TV

The Haunting of Bly Manor Review

Lebih dominan dengan genre ghotic romance yang melankolis dan tragis.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

The Haunting of Bly Manor merupakan salah satu Netflix Original Series bergenre drama horror yang cukup trending saat ini. Serial ciptaan Mike Flanagan ini merupakan bagian dari serial anthology The Haunting of Hill House. Meski kedua serial ini tidak memiliki plot yang saling berhubungan, namun The Haunting of Bly Manor akan terasa sangat familiar bagi penggemar series Hill House. Mulai dari lokasi syuting di mansion bergaya klasik yang serupa, produksi visual dan sinematografi yang sama berkualitasnya.

Serial ini juga masih dibintangi oleh sederet bintang dari series sebelumnya, mulai dari Victoria Pedretti, Oliver Jackson-Cohen, Henry Thomas, Kate Siegel, dan Carla Gugino. Semuanya akan memainkan karakter berbeda dan kisah horror terbaru yang kali ini diangkat dari novel The Turn of the Screw karya Henry James. Bercerita tentang wanita dari Amerika, Danielle ‘Dani’ Clayton yang mengambil kesempatan kerja di Inggris. Ia bekerja sebagai pengasuh dua anak keluarga Wingrave yang bernasib malang di sebuah properti klasik bernama Bly.

Psychological Horror yang Bermain dengan Pikiran dan Kesabaran

The Haunting of Bly Manor menyajikan materi horror yang penuh dengan permainan psikologi. Fase cerita cukup lambat pada episode-episode awal. Bahkan pada episode pertama kita tidak akan dibawa kemana-mana, episode pembuka terasa seperti epilog dengan berbagai hal misterius yang bersembunyi di setiap sudut bangunan Bly. Hingga akhirnya memasuki episode kedua, adegan penutup mulai memberikan sentuhan horror yang akan membuat kita bergidik.

The Haunting of Bly Manor

Netflix

Setiap film atau serial bergenre horror pada umumnya selalu memiliki pola yang sama. Dimana pada babak pertama kita tidak akan terlalu melihat banyak penampakan atau hal-hal mengerikan. Konsep tersebut juga diterapkan pada serial horror ini. Namun bukan kehampaan yang akan membuat bosan, otak kita sebagai penonton akan ditantang untuk memahami jalan cerita melalui visual yang cukup mind-bending. Meski ada beberapa bagian yang diberi narasi, namun sebagian besar adegan tidak memiliki narasi untuk membantu kita memahami cerita. Serial ini juga memiliki banyak penampakan tersembunyi pada beberapa adegan yang sepertinya sengaja untuk tidak digaris bawahi. Meninggalkan tanda tanya dan kengerian pada kita sebagai penonton.

Cukup dibutuhkan kesabaran untuk memahami teori supranatural yang berlaku di Bly Manson. Bagi kita yang menyukai teka-teki dan senang memprediksi plot cerita, The Haunting of Bly bisa menjadi serial yang menguras otak dengan cara menyenangkan. Namun, sekalipun kita tak paham hingga mendekati akhir serial, pada episode 8 kita akan disuguhi penjelasan sebagai hadiah dari kesabaran kita.

Pengembangan Karakter dengan Latar Belakang Menarik

The Haunting of Bly Manor mungkin bisa dibilang memiliki konsep semi anthology. Setiap karakter memiliki kisah masing-masing yang awalnya tampak terpisah, namun pada akhirnya saling melengkapi. Mulai dari Dani yang selalu melihat bayang hitam dengan kacamta setiap kali bercermin, Miles Wingrave yang berperilaku aneh untuk bocah 7 tahun, Hannah Grose penjaga rumah yang selalu melamun, percintaan tragis Peter dan Rebecca, dan masih banyak lagi.

Dani merupakan karakter utama yang sudah membuat kita penasaran dari episode pertama. Membuat kita terus menonton serial ini untuk menanti kisahnya diceritakan. Tak hanya berhasil membuat penasaran, kisah Dani memang menarik dan mempengaruhi perspektif kita akan pengembangan karakter satu ini. Hannah Grose juga memiliki kisah yang menarik untuk disimak. Kisah Hannah akan kita sajikan pada episode 5 dan episode tersebut merupakan episode terbaik dalam serial ini.

The Haunting of Bly Manor Review

Netflix

Setiap karakter juga memberikan performa akting maksimal. Victoria Pedretti selalu berhasil meyakinkan kita bahwa ada sesuatu yang Ia tahan dan sembunyikan dalam dirinya dan ketika Ia mengalami panic attack. Kemudian T’Nia Miller sebagai Hannah Grose juga tampil memikat sebagai karakter dengan kesadaran yang kompleks. Benjamin Evan Ainsworth sebagai Miles yang berkepribadian aneh juga memiliki kualitas akting yang patut diapresiasi. Aktor muda ini tampak lihai menampilkan akting dimana Ia terkadang berlagak seperti pria dewasa yang manipulatif dan membuat kita merasa tidak nyaman.

Tidak Semenyeramkan The Haunting of House Hill, Lebih Dominan dengan Genre Romansa

Buat penggemar The Haunting of Hill House, jangan berekspektasi untuk kembali melihat episode-episode yang menghantui mimpi buruk kita. The Haunting of Bly Manor lebih kental dengan nuansa gothic romance ala opera sabun klasik. Hampir semua karakter dewasa dalam serial ini memiliki kisah percintaan masing-masing. Bukan lagi kisah horror dengan bumbu romansa, serial ini merupakan drama romansa dengan kemasan horror. Oleh karena itu, semua kisah cinta yang sajikan dalam serial ini memiliki cerita yang suram, melankolis, dan tragis.

Bahkan memasuki episode terakhir, plot yang disuguhkan sangat didominasi dengan banyak footage adegan romantis, masih dengan sentuhan supranatural yang menghantui, selalu siap mematahkan hati kita pada akhir cerita. Tak heran jika banyak ulasan negatif untuk serial ini. Hal tersebut bukan karena kualitas serialnya yang berkurang, namun ekspektasi penonton yang terbentuk karena serial sebelumnya, karena The Haunting of Hill House yang lebih menonjolkan genre horror-nya. Bagaimana kita menikmati kisah dari Bly Manor ini akan tergantung dari selera dan ekspektasi kita. Namun, tak diragukan bahwa The Haunting of Bly Manor merupakan salah satu serial terbaik yang patut kita tonton bulan Oktober ini di Netflix.

Click to comment
Advertisement
Cultura Podcast
Connect