Connect with us
The Crown Season 4 Review
Netflix

TV

The Crown Season 4 Review

Babak baru masa pemerintahan Margaret Thatcher dan Diana sebagai Anggota Kerjaan.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

The Crown Season 4 telah rilis di Netflix pada 15 November 2020. Musim keempat dari serial ini bisa jadi merupakan musim yang paling dinanti-nanti oleh penggemar hiburan bertema sejarah, terutama seluk beluk keluarga kerajaan Inggris yang dramatis.

Putri Diana menjadi salah satu headline yang sudah menimbulkan antusiasme publik semenjak teaser The Crown terbaru dirilis. Sudah 23 tahun semenjak kepergian mendiang Princess of Wales ini, namun namanya masih menarik perhatian publik ketika digaungkan.

The Crown S4

Photo: Liam Daniel/Netflix

Selain kisah pernikahan Pangeran Charles dan Putri Diana yang menjadi highlight, hubungan Ratu Elizabeth II dengan Margaret Thatcher juga menjadi materi sejarah yang akan dieksplorasi dalam musim terbaru ini. Selain dua kisah utama tersebut, ada beberapa episode juga yang diangkat untuk mengingat kembali momen dan sejarah yang dilupakan tentang keluarga kerajaan Inggris, mulai dari kisah pria yang membobol kamar Ratu hingga anggota kerajaan yang diasingkan.

Menguak Hubungan Ratu Elizabeth II dan Margaret Thatcher Secara Personal Maupun Politik

Tak bisa dipungkiri bahwa alasan besar kita tertarik untuk menonton The Crown Season 4 adalah munculnya karakter Putri Diana. Netflix sendiri mengeksploitasi karakter terbaru ini sebagai bahan promosi melalui trailer, foto, dan poster. Seakan Diana menjadi karakter utama dalam serial ini. Namun, The Crown masih mempertahankan Ratu Elizabeth II sebagai pusat dalam musim keempatnya. Menunjukan penulisan naskah yang konsisten dengan pondasi dan objektif yang telah dipertahankan dari season perdana hingga ketiga.

The Crown S4

Photo: Liam Daniel/Netflix

Sang Ratu selalu memiliki masalah atau pergulatan tertentu di setiap musimnya. Kali ini kita akan menyaksikan sejarah hubungan beliau dengan Margaret Thatcher. Setelah selama tiga musim kita melihat Ratu Elizabeth II berdampingan dengan sederet perdana menteri pria, kali ini kita akan mengenal sosok perdana menteri Inggris wanita pertama, Margaret Thatcher. Dimana keduanya memiliki kedudukan dan karakter yang nyaris mirip, sangat tipis garis perbedaan di antara mereka.

Penokohan yang menarik tersebut menimbulkan interaksi dan eksplorasi dua peran yang kontras sekaligus serupa. Keduanya adalah sosok pemimpin diantara pria, ibu bagi anak-anak kesayangan mereka, memiliki dedikasi tinggi pada tugas, namun pandangan yang berbeda tentang membangun negara. Ada kalanya mereka tampil sebagai duo yang kompak, ada pula momen dimana keduanya tampak bermusuhan.

Sekali lagi Olivia Colman mampu menjalin chemistry akting yang natural dengan tokoh perdana menteri terbaru yang diperankan oleh Gillian Anderson. Mempertahankan kesuksesan menjalin interaksi akting dengan Jason Watkins sebagai perdana menteri Harold Wilson.

Opera Sabun Pernikahan Pangeran Charles dan Putri Diana

Jika hubungan Ratu dengan Margaret Thatcher menyajikan konten sejarah politik, kisah Charles dan Diana menyuguhkan drama percintaan tragis dengan emosi yang kompleks. Kita akan melihat beberapa agenda bersejarah mereka dalam menjalan tugas sebagai anggota kerajaan Inggris. Mulai dari tour perdana mereka ke Australia, penampilan fenomenal Diana saat ulang tahun Charles, hingga kunjungan tunggal Diana ke New York. Kita juga akan melihat apa yang terjadi diantara keduanya diluar sorotan kamera jurnalis; dimana sebagian besar adalah percekcokan yang tak ada habisnya.

Tak ketinggalan drama cinta segitiga antara Diana, Charles, dan Camilla yang melelahkan. Cukup serupa dengan drama percintaan melankolis Putri Margaret pada musim pertama dan kedua. Secara terpisah, kedua materi percintaan dan politik ini memiliki directing yang sempurna, baik dalam segi penulisan hingga hasil editing akhir. Namun, ketika kedua ini disajikan berdampingan dalam satu episode, terjadi benturan genre yang membuat penonton dilema secara emosi.

The Crown S4

Photo: Des Willie/Netflix

Ada kalanya kita akan merasa bosan dengan materi politik, atau sebaliknya ketika muncul drama opera sabun. Ketika materi politik lebih menstimulasi logika, drama percintaan akan memicu perasaan kita. Kekontrasan tersebut mungkin bisa menimbulkan sensasi yang campur aduk bagi penonton (dalam artian yang kurang menyenangkan).

Akting Emma Corrin dan Gillian Anderson yang Berhasil Mengeksekusi Sosok Ikonik

The Crown Season 4 menghadirkan dua aktris baru untuk sebagai pemeran utama; Emma Corrin sebagai Diana Spencer dan Gillian Anderson sebagai Margaret Thatcher. Semenjak musim ketiga, The Crown tampaknya tidak lagi memprioritaskan fitur fisik aktor yang serupa dengan tokoh aslinya. Mulai dari Olivia Colman, Helena Bonham, dan Josh O’Connor, ketiganya jelas sangat berbeda dari tokoh-tokoh yang mereka perankan. Namun semua aktor tetap berhasil mengeksekusi peran masing-masing berkat kelihaian dalam membawakan aksen dan gesture khas dari masing-masing tokoh. Kemudian didukung dengan makeup dan kostum yang konsisten sempurna hingga musim keempat ini.

Begitu juga dengan Emma Corrin yang tidak terlalu mirip dengan Diana Spencer serta Gillian Anderson dengan Margaret Thatcher. Namun keduanya secara totalitas menunjukan usaha terbaik mereka dalam menghidupkan dua karakter ikonik tersebut. Emma mampu membawakan aksen dan intonasi suara, sorotan mata, senyum, dan gesture agak menundukan kepala khas Putri Diana. Begitu juga dengan Gillian yang berhasil menyampaikan sisi keras sekaligus rapuh dari Thatcher.

Baca Juga: The Crown Season 1 Review

Standar casting seperti ini akan sangat menguntungkan aktor yang terlibat dalam serial. Beberapa aktor tak jarang terjebak dalam satu peran ikonik, apalagi dalam sebuah project biografi seperti The Crown. Dengan begini, setiap aktor akan dinilai melalui kemampuan akting mereka, ketika mereka sangat mengandalkan berbagai teknik akting, tak sekedar kesamaan fitur fisik. Terutama bagi Emma Corrin yang bisa dibilang momen ini adalah debutnya dalam sebuah project series besar. Penampilannya dalam serial ini bisa menjadi batu loncatan besar bagi karir akting aktris muda ini.

Secara keseluruhan, The Crown Season 4 masih memiliki kualitas produksi sempurna dan penulisan naskah yang konsisten. Dimana karakter Ratu Elizabeth II masih menjadi pusat dari serial, sementara tokoh lain memiliki side story dengan porsi yang pas. Hanya saja menimbulkan kekontrasan yang tajam antara materi sejarah politik dan drama percintaan yang runyam.

Click to comment
Advertisement
Cultura Podcast
Connect