Connect with us
Stephanie Poetri
Photo via Press

Music

Stephanie Poetri: AM:PM EP Album Review

Gambaran mood selama masa karantina dari pagi hingga malam.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

“AM:PM” menjadi mini album perdana Stephanie Poetri yang telah rilis pada 12 Maret 2021. Sesuai dengan tajuk albumnya, Stephanie menerapkan konsep sederhana pada mini album ini.

6 track dalam “AM:PM” dibagi menjadi dua bagian; tiga track pertama memiliki nuansa musik yang memancarkan semangat pagi, sementara tiga track berikutnya menyimbolkan mood yang lebih galau di malam hari. Beberapa track dari EP ini mungkin sudah tidak asing lagi bagi kita yang mengikuti media sosial Stephanie Poetri. Track seperti ‘Selfish’ dan ‘IRL’ telah dirilis sebelumnya sebagai promotional single.

Stephanie Poetri menghabiskan masa karantinanya dengan berbagai kegiatan bermusiknya, mulai dari syuting video klip, menciptakan lagu, atau sekadar bersantai di kamar layaknya remaja lain. Melalui “AM:PM” kita akan mendengarkan apa yang ada dalam pikiran Stephanie mulai dari pagi hari hingga malam hari.

‘Daydream’ menjadi track pertama yang memancarkan semangat pagi dengan petikan ukulele mengiringi suara kicauan burung yang menenangkan. Track ini memiliki aransemen musik yang sederhana, hanya dengan instrumen ukulele dan beat sederhana, mengiringi suara merdu Stephanie dengan berbagai harmoni nada.

Mood sedikit ditingkatkan melalui track ‘IRL’ dimana ukulele berubah menjadi gitar elektrik, beat dan elemen-elemen musik juga semakin diperbanyak dalam aransemennya. ‘IRL’ bisa jadi track paling fun dalam EP ini dengan segala kesederhanaannya. Terutama pada bagian liriknya yang mengajak kita dalam lamunan, traveling keliling dunia dengan permainan kata yang asik. Track ‘Daydream’ dan ‘IRL’ menjadi dua lagu dengan kesinambungan yang mulus, baik dalam segi lirik hingga komposisi musik.

‘3PM’ menjadi track transisi yang mulai memperdengarkan sisi galau dengan sedikit sisa perasaan yang nyaman. Track ini memiliki makna tentang seseorang yang bangun pada jam 3 sore. Mungkin tak sedikit dari kita juga mengalami jadwal bangun yang semakin berantakan. Ada perasaan nyaman namun juga ada kegelisahan akan hidup yang terasa semakin aneh, perasaan itu yang hendak disampaikan oleh Stephanie melalui track ini. Dalam segi aransemen musik, ‘3PM’ juga memiliki perpaduan instrumen dengan suara yang high pitch sebagai representasi pagi, dipadukan dengan instrumen yang terdengar rendah seperti bass dan gitar serta ambience sound.

‘How We Used To’ menjadi awal dari kegalauan kita di malam hari, aransemen musik terasa lebih melankolis. Kemudian dilanjutkan oleh ‘Selfish’ dan pada akhirnya ‘Paranoia’.

Tiga track ini pada dasarnya lebih tentang kegalauan dalam cinta; lamunan tentang masa lalu, menanti pesan dari pacar yang tidak kunjung membalas, hingga kegelisahan tentang hubungan yang semakin hambar. Jika ‘Paranoia’ merupakan track dengan aransemen yang paling kompleks jika dibandingkan dengan track lainnya. Ada berbagai efek suara yang diterapkan, mulai dari difusi gitar, kemudian perpaduan gitar dan bass yang memperdengarkan warna rock, hingga chorus yang dengan beat drop yang terdengar sentuhan trip hop.

“AM:PM” sekelebat mungkin terdengar seperti kumpulan track bedroom pop yang standard saja. Ibarat masih memperlihatkan baby step dalam memproduksi sebuah album, Stephanie Poetri telah memperlihatkan usaha ekstra dalam mini album perdananya ini. Kekuatan paling menonjol dari “AM:PM” adalah konsep sederhananya tentang pagi dan malam yang kemudian diadaptasi untuk menciptakan mood dalam tracklist.

Mendengarkan EP ini dari ‘Daydreaming’ hingga ‘Paranoia’, kita benar-benar bisa merasakan pergerakan matahari dari terbit hingga tenggelam melalui racikan aransemen musiknya.

Click to comment

Marion Jola, Danilla, Ramengvrl Marion Jola, Danilla, Ramengvrl

Marion Jola, Danilla, Ramengvrl: Don’t Touch Me Single Review

Music

Lana Del Rey Lana Del Rey

Lana Del Rey: Blue Banisters, Text Book & Wildflower Wildfire

Music

Rag’n’Bone Man: Life in Misadventure Album Review

Music

Olivia Rodrigo Olivia Rodrigo

Olivia Rodrigo: Sour Album Review

Music

Advertisement
Cultura Live Session
Connect