Connect with us
Sindy Amani
Photo via Press

Music

Sindy Amani: Never Good Enough EP Album Review

Mengangkat tema toxic relationship dengan balutan lagu bedroom pop dan lofi.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Setelah single ‘Is It Wrong to Loving You’ yang baru-baru ini meraih 1 juta streams di Spotify, Sindy Amani akhirnya melepas EP perdana bertajuk “Never Good Enough” pada 2 April 2021.

Pada single pertamanya, Sindy menyanyikan syair bertema savior complex; dimana Ia berusaha keras menyembuhkan luka kekasihnya, namun dalam proses tersebut, justru Ia melukai dirinya sendiri. “Never Good Enough” menjadi EP yang hendak melengkapi materi toxic relationship yang pernah dialami oleh Sindy Amani, tak hanya dalam percintaan namun juga dalam lingkaran pertemanan.

Kali ini Sindy tak ingin sekedar mengeksploitasi materi ini sebagai fenomena yang relatable untuk banyak orang. Karena pernah mengalami sendiri, Ia hendak mengeksplorasi lebih dalam ke sisi yang sering diabaikan banyak orang yang kerap terjebak dalam isu hubungan satu ini. Hendak menyajikan proyek debut yang terkonsep, terlihat usaha Sindy dalam menghadirkan “Never Good Enough” sebagai EP berisi 4 track yang sederhana namun menyampaikan pesan yang spesifik. Setiap lagu ditulis dalam bahasa Inggris karena Sindy memiliki ekspektasi untuk album ini bisa diterima oleh penikmat musik lokal maupun mancanegara.

Proses produksi EP debut ini memakan waktu selama 4 bulan, cukup lama untuk produksi 4 track yang bisa dibilang minimalis dan sederhana. Namun, Sindy mengutarakan bahwa dirinya memang sengaja tidak terburu-buru dalam proses pengerjaan EP perdananya ini. “Aku ingin mengambil waktu dan melakukan persiapan yang benar-benar matang (untuk EP ini). Agar esensi dan pesannya juga bisa sampai ke pendengar”, ungkap Sindy.

Sindy Amani

Sindy Amani

Dibuka dengan intro track, ‘Goodbye’ tentang seseorang yang selalu berusaha untuk menjalin sebuah persahabatan, namun pada akhirnya gagal juga. Melalui track pembuka ini, mood yang disajikan sudah langsung mellow dengan nuansa bedroom pop, dimana Sindy menyanyi diiringi instrumen piano.

Track ‘Never Good Enough’ menjadi track dengan aransemen musik yang cukup serupa dengan single ‘Is It Wrong to Loving You’, dan dimasukan berurutan dalam tracklist EP ini. ‘Never Good Enough’ merupakan lagu denga lirik tentang diri yang bercermin pada masa lalu; dimana Ia merasa baik-baik saja namun setelah dikilas balik ternyata dirinya terlalu sering menyalahkan diri sendiri dan terjebak dalam keterpurukan.

‘Never Good Enough’ memiliki aransemen yang kental dengan nuansa indie pop dan komposisi musik lo-fi yang lembut. Memasuki chorus diberi efek echo yang dreamy untuk mengakselerasi komposisi. Sama halnya dengan ‘Is It Wrong to Loving You’ yang sangat kental dengan warna lo-fi sejak note pertama, secara keseluruhan pattern aransemen track satu ini sangat mirip dengan ‘Never Good Enough’.

Hingga akhirnya ‘Gone’ menjadi track penutup yang semakin slow, menyesuaikan dengan lirik yang berisi tentang ketakutan akan perpisahaan. Diktuip dari press release, Sindy Amani terinspirasi menulis lagu ini dari drama Korea berjudul “Start-Up”. Meski track-track sebelumnya sudah sangat mellow dan slow, ‘Gone’ memiliki vibe yang lebih mellow lagi dengan tempo yang lebih lambat. Track penutup ini masih memiliki aransemen lo-fi, berbeda dengan track pertama dengan piano dan kedua track berikutnya dengan instrumen gitar sebagai statemen, ‘Gone’ lebih dominan akan drum dengan ketukan yang sederhana dan lambat, kemudian ditambah dengan echo, synth, dan efek suara organ.

“Never Good Enough” merupakan EP debut dari Sindy Amani yang sederhana namun terkonsep, meski pada akhirnya secara keseluruhan tak terlalu banyak memperdengarkan variasi dalam segi aransemen musik. Satu EP memiliki mood yang sama dari awal hingga akhir, sangat cocok buat penikmat musik lo-fi yang sedang ngetrend sebagai musik pengisi keheningan saat sedang sendiri.

Buat yang menyukai album dengan lagu-lagu dengan musik yang berkesinambungan dan memiliki warna yang sama pada setiap track-nya, “Never Good Enough” bisa musik baru yang patut didengarkan.

Click to comment

Marion Jola, Danilla, Ramengvrl Marion Jola, Danilla, Ramengvrl

Marion Jola, Danilla, Ramengvrl: Don’t Touch Me Single Review

Music

Lana Del Rey Lana Del Rey

Lana Del Rey: Blue Banisters, Text Book & Wildflower Wildfire

Music

Rag’n’Bone Man: Life in Misadventure Album Review

Music

Olivia Rodrigo Olivia Rodrigo

Olivia Rodrigo: Sour Album Review

Music

Advertisement
Cultura Live Session
Connect