Connect with us
Sentinelle
Netflix

Film

Sentinelle Review: Tentara dengan Trauma yang Membabi Buta Berburu Penjahat

Plot mudah ditebak dan tidak monumental.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

“Sentinelle” merupakan film action thriller yang disutradarai oleh Julien Leclercq, dibantu oleh Matthieu Serveau dalam penulisan naskah. Film Prancis ini dibintangi oleh Olga Kurylenko, aktris berdarah Ukraina yang terkenal melalui penampilan sebagai bond girl dalam film “Quantum of Solace” (2008).

Kali ini Ia berperan sebagai Klara, protagonis dengan latar belakang tentara dengan kemampuan handal di militer Perancis. Karena mengalami trauma dari misi sebelumnya, Klara kembali pulang ke kotanya sendiri dan menjadi tentara patroli, masih berjuang dengan trauma yang Ia alami.

Masih berjuang dengan kestabilan batinnya sendiri, Klara harus menghadapi masalah baru ketika adik perempuannya menjadi korban kekerasan. Ragu dengan keadilan dari pihak kepolisian, Klara menggunakan kemampuannya sebagai tentara mematikan untuk memburu sosok yang bertanggung jawab atas nasib malang adiknya.

Sentinelle

Netflix

Olga Kurylenko Telah Memberikan yang Terbaik Sebagai Pemeran Utama

Kehadiran Olga Kurylenko sebagai Karla menjadi statement utama dari “Sentinelle”. Kisah memiliki dua fokus yaitu keadaan mental Karla yang sedang mengalami trauma dan masalah baru yang dihadapi bersangkutan dengan orang yang Ia sayangi, adik perempuannya. Olga tampak memberikan kemampuan terbaiknya untuk tampil sebagai protagonis. Pengalaman menjadi side kick dalam film James Bond tampaknya memberikan bekal yang cukup untuk aktris ini mengeksekusi berakting sebagai karakter yang handal dan berdarah dingin sekalinya menentukan sasaran.

Sayangnya, penokohan Karla memiliki kekurangan yang mengganggu, terutama dalam mengambil keputusan. Ini bukan pertama kalinya kita melihat protagonis yang memiliki ambisi untuk mengadili penjahat meski harus mengabaikan prosedur yang benar. Karla tampak seperti karakter yang tidak stabil dan membabi buta dalam mengejar penjahat.

Tindakan nekat maupun ekstrem yang dilakukan Karla tidak diberi dasari dengan motivasi yang kuat. Jelas, Ia tersulut karena adik yang Ia sayangi telah disakiti, namun faktor tersebut tak terasa meyakinkan. Faktor yang lebih terasa adalah protagonis secara impulsif melakukan kekerasan karena mental yang tak stabil ditambah pengaruh obat-obatan.

Sentinelle

Netflix

Latar Belakang dan Penokohan Karakter Pendukung yang Prematur

Karakter pendukung di sekitar Karla tak lebih dari sekedar “aksesoris” dalam film ini. Mulai dari adik perempuannya, Tania (Marilyn Lima), dan karakter antagonis, Leonid Kadnikov (Michel Nabokoff). Setiap karakter pendukung ibarat NPC dalam sebuah game, hanya menjadi checkpoint Klara seiring berjalannya plot.

Tania adalah korban, polisi yang muncul dengan peringatan, orang asing sebagai “kesempatan” untuk menunjukan orientasi seksual protagonis (yang pada akhirnya tidak menambahkan apapun pada penokohan karakter). Karakter antagonis yang ditampilkan juga diberi penokohan tanpa fakta yang dipaparkan dengan jelas.

Keluarga Kadnikov dijelaskan sebagai keluarga kaya dari Rusia yang powerful dan tidak muda untuk dihakimi atas segala kejahatan yang mereka lakukan. Namun, pernyataan tersebut tidak didukung dengan adegan-adegan yang meyakinkan penonton bahwa Kadnikov sekuat itu sebagai karakter antagonis.

Plot Terasa Datar dan Tidak Monumental untuk Sebuah Film Aksi

“Sentinelle” diawali dengan prolog yang sebetulnya menarik dan menjadi dasar alasan jelas akan trauma Karla. Namun, pada akhirnya trauma tersebut sama sekali tidak ada hubungannya dengan masalah baru yang Ia hadapi. Film ini memiliki plot cerita maju yang sederhana, terlalu sederhana tanpa adegan monumental. Ada plot yang sepertinya hendak disajikan, namun eksekusinya sangat underwhelming dan tidak meninggalkan kesan.

Babak akhir dari film ini juga sangat rushing, penulisannya terkesan sangat malas. Dengan sinopsis Karla sebagai ‘tentara handal’, penulis naskah hanya berpegang pada pernyataan tersebut untuk membuat Karla tanpa powerful tanpa bukti masuk logika. Karla mungkin terbukti jago secara fisik, namun kurang menyakinkan sebagai karakter mematikan dengan kemampuan merencanakan aksi yang cerdas. Epilog yang disajikan juga terasa sangat tidak penting, seharusnya sudah cukup pada babak sebelumnya.

Click to comment

Love and Monsters Review Love and Monsters Review

Love and Monsters Review: Petualangan Joel Melawan Monster Demi Cinta

Film

Two Distant Strangers Two Distant Strangers

Two Distant Strangers Review

Film

Thunder Force Thunder Force

Thunder Force Review: Film Superhero dengan Cita Rasa Parodi

Film

The Serpent Review The Serpent Review

The Serpent: Mengikuti Perjalanan Charles Sobrahj Memburu Hippie Traveler

TV

Advertisement
Cultura Live Session
Connect