Connect with us
Rekomendasi Film Drama Romantis Fantasi
The Lobster (2015)

Cultura Lists

Rekomendasi Film Fantasy Romance

Sederet film romantis fantasi dengan kisah unik.

Film drama romantis telah menjadi komoditi terbesar dalam industri perfilman dunia. Mulai kisah cinta antara si miskin dan si kaya, hingga balada percintaan manusia dan vampir.

Jika sudah bosan dengan film drama dengan plot cerita yang begitu-begitu saja, Cultura akan memberikan rekomendasi film romantis fantasi dengan sentuhan quirky yang unik. Film-film yang masuk daftar berikut merupakan film romantis fantasi dengan ide cerita yang original dan visual yang artistik. Tidak terlalu fantasi ala negeri dongeng, namun cukup relevan dengan kehidupan nyata.

The Lobster (2015)

The Lobster merupakan film drama romantis dengan latar negeri distopia hasil dari imajinasi Yorgos Lanthimos. Bercerita tentang seorang pria (Colin Farrell) yang tinggal di sebuah kota, dimana hidup sendirian tanpa pasangan dikategorikan sebagai penyakit jiwa. Pria tersebut pun harus dikarantina di The Hotel setelah ditinggal istri demi pria lain.

Pria tersebut memiliki waktu 45 hari untuk mencari pasangan baru atau harus menerima takdir diubah menjadi hewan yang telah ia pilih; seekor lobster. Film dengan cerita original satu ini membawa lelucon tentang jomblo ke level berikutnya. Dibalut dalam materi komedi satire yang juga memiliki banyak makna tersembunyi.

Her (2013)

Film romantis fantasi yang dibintangi oleh Joaquin Phoenix dan Scarlett Johansson ini bercerita tentang Theodore, seorang pria yang jatuh cinta dengan sistem operasi komputer terbarunya, Samantha.

Samantha merupakan sistem operasi komputer yang didukung oleh Artificial Intelligence. Ia bisa di-setting berdasarkan pemiliknya untuk menjadi ‘karakter’ yang membuat pemiliknya merasa nyaman. Kecanggihan tersebut membuat Theodore dan Samantha menjalin kisah cinta yang belum pernah terjalin sebelumnya.

“Her” tak hanya unggul dalam segi cerita, film ini juga merupakan salah satu bukti kemampuan akting Joaquin bagai bunglon. Sinematografi dalam film ini juga artistik didominasi dengan warna pastel.

Eternal Sunshine of The Spotless Mind (2004)

Film berikutnya merupakan drama romantis bertabur bintang Hollywood yang masih belum terlalu terkenal kala itu. Mulai dari Jim Carrey, Kate Winslet, Kirsten Dunst, Elijah Wood, dan Mark Ruffalo.

Bercerita tentang Joel dan Clementine, pasangan yang putus karena sudah merasa tidak cocok lagi. Agar berhasil move on, keduanya pun memutuskan untuk menjalani suatu prosedur untuk menghapus ingatan mereka tentang hubungan yang pernah terjalin di antara mereka. Namun, apakah move on bisa dilakukan semudah itu?

Eternal Sunshine of The Spotless Mind memiliki alur cerita yang sangat acak. Kita akan dibawa menuju sebuah petualangan absurd yang tetap memiliki unsur romantis mendalam.

The Beauty Inside (2015)

The Beauty Inside merupakan film drama romantis fantasi dari Korea. Bercerita tentang seorang pria bernama Woo-jin yang memiliki kondisi ajaib. Penampilan Woo-jin selalu berubah setiap hari, mulai dari gender, usia, hingga ras. Hal ini menjadi tantangan besar ketika Woo-jin akhirnya jatuh cinta dengan Yi-soo.

Film drama romantis ini memiliki pesan tentang mencintai seseorang bukan karena penampilannya, tapi karena kepribadiannya. Salah satu hal unik dalam film ini, karakter Woo-jin diperankan oleh 22 aktor berbeda, mulai dari aktor muda hingga lansia.

Ditto (2000)

Ditto adalah film drama romantis Korea klasik yang memiliki cerita fantasi. Dibintangi oleh Yoo Ji-tae dan Kim Ha-neul. Bercerita tentang So-eun, seorang mahasiswa dari tahun 1979 yang secara ajaib bisa berkomunikasi dengan Ji In, seorang mahasiswa dari tahun 2000. Mereka berkomunikasi melalui sebuah radio lama setiap malam. Hingga suatu hari, Ha-neul mengetahui masa depan yang tidak ia harapkan dari Ji In.

Film drama romantis ini memiliki kisah yang sederhana dengan plot twist yang cukup menyayat hati. Namun, sepanjang film kita bisa merasakan suasana film romantis yang melankolis diiringi dengan komposisi klasik dari Bach yang menenangkan hati.

Click to comment

Leave a Comment

pemenang tiff 2019 pemenang tiff 2019

Jojo Rabbit Review: Melihat Perang Melalui Sudut Pandang Bocah 10 tahun

Film

Film dengan Efek Visual yang Buruk Film dengan Efek Visual yang Buruk

Film Dengan Efek Visual Yang Buruk

Film

Film 1917 Review Film 1917 Review

1917 Review: Film Perang Dengan Visual Memukau

Film

Film Tentang Psikoterapis Film Tentang Psikoterapis

Rekomendasi Film Tentang Psikoterapis

Cultura Lists

Advertisement
Connect