Connect with us
Project Power
Netflix

Film

Project Power Review: Kekuatan Yang Tidak Terpakai Sepenuhnya

Film fiksi ilmiah dengan premis yang menjanjikan namun kurang eksplorasi.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Project Power dimulai pada tahun 2017 ketika Netflix memenangkan “perang” penawaran untuk naskah yang ditulis oleh Mattson Tomlin. Melakukan syuting pada tahun 2018, film fiksi ilmiah ini akhirnya disiarkan di Netflix sejak bulan lalu. Dengan visual yang keren, premis yang sangat menjanjikan, dan performa acting yang lebih hebat lagi, film ini hanya kurang dalam melakukan penggalian yang lebih terhadap kisahnya sehingga terasa sedikit cetek dan tidak personal.

Berlatar belakang di New Orleans, jantung dari keberagaman budaya dan kelas sosial yang lebih beragam, sebuah pil “narkoba” baru diperkenalkan dalam pasar gelap atas kemampuannya memberikan orang-orang kekuatan super dengan mengonsumsinya. Akan tetapi, tidak selalu kekuatan baru yang didapatkan, beberapa bisa saja meledak karenanya.

Project Power

Netflix

Di tengah-tengah rampannya penjualan pil, Robin adalah seorang penjual yang masih duduk di bangku SMA yang bercita-cita untuk menjadi seorang penyanyi rap. Dia dijadikan teman oleh seorang polisi daerah, Frank, yang membeli dan memakai pil tersebut darinya. “Untuk menyeimbangkan pertarungan dengan penjahat,” katanya. Akan tetapi, kasus pil ini selalu dihentikan oleh lelaki asing dan Frank akhirnya dituntun ke sumber semua ini, kepada Art alias The Major.

Pengarahan yang dilakukan oleh Henry Joost dan Ariel Schulman sangat sempurna dalam menciptakan sekuens laga yang mengalir seperti sungai, diiringi dengan latar belakang kisah drama yang ditunjukkan sesekali. Visual film secara keseluruhan sangat tepat, masing-masing departemen memberikan kontribusi mereka dalam menciptakan sebuah kolaborasi Indah antara warna dan gerakan. Dari departemen kostum hingga koreografi, semuanya dirancang dengan sangat cerdik.

(Warning: spoiler)

Salah satu bagian yang paling mengesankan adalah sekuens dengan pengambilan gambar berputar yang diambil dari dalam sel sang perempuan es. Terbayang sekali seberapa rumit dan sempurnanya rancangan sekuens ini di storyboard yang dibuat sebelumnya. Dalam satu sudut pandang yang berputar, sekuens ini mengambil keputusasaan sang perempuan serta pertarungan The Major di luar sel tersebut. Sekuens ini dibuat tanpa celah dan segalanya jatuh dengan tepat tanpa membuat layar film terlihat terlalu ramai dengan segala hal yang terjadi.

Project Power

Netflix

Dari visual hingga sekuens laga, Project Power penuh dengan adegan-adegan yang memacu adrenalin dan menyenangkan, membawa para penonton untuk ikut menyaksikan pertarungan yang memabukkan. Akan tetapi, apabila ada satu hal yang dilewatkan oleh Project Power, dan ini adalah hal yang cukup besar, yaitu adalah kedalaman kisahnya. Premis dan percampuran karakternya adalah hal yang berbeda dari biasanya dan memiliki begitu banyak potensial apabila dieksekusi dengan benar.

Seorang polisi, seorang remaja kulit hitam, dan seorang ayah kulit hitam yang terlibat dalam sebuah pertarungan melawan perusahaan obat-obatan besar yang memiliki pil dan dapat membuat siapa pun menjadi kuat. Masing-masing karakter memiliki motifnya untuk menjatuhkan penjahat ini. Sang polisi, karena merasa bahwa dia bertanggung jawab untuk melindungi kotanya. Sang ayah, karena ingin menyelamatkan putrinya. Sang remaja, karena dia ingin membantu figur ayah yang tidak pernah dimiliki sebelumnya.

Masing-masing karakter memiliki begitu banyak potensi yang dapat diraih apabila latar belakang mereka dikembangkan secara lebih dalam. Mengapa sang polisi merasa berkewajiban untuk melindungi kotanya? Apakah dia memiliki sindrom Batman? Mengapa sang Ayah dipilih untuk eksperimen ini pada awalnya? Lalu bagaimana dengan sang remaja yang terlihat memiliki latar belakang yang begitu sulit dan rumit? Mengapa dia merasa harus mengikuti perjuangan ini?

Project Power Review

Netflix

Terlalu banyak plot hole dalam film ini sehingga membuatnya sedikit membingungkan menjelang akhir. Para karakter sepertinya mengetahui jauh lebih banyak daripada yang diketahui penonton, dan tetap begitu hingga film berakhir.

Meski begitu, performa dari Joseph Gordon-Levitt dan Jamie Foxx menyelamatkan film ini. Serta bukan hanya mereka, Dominique Fishback juga memberikan performa yang sangat berkilau dalam perannya sebagai Robin. Dia berhasil memberikan begitu banyak emosi dan kerumitan latar belakang tokoh walau terkesan sangat menutup diri pada awalnya. Performanya sebagai Robin dengan mudah dapat mencuri hati penonton mana pun.

Project Power adalah sebuah film yang penuh dengan senggolan tersirat terhadap kesenjangan sosial di New Orleans dan korupsi yang mengakar di kepolisian. Ini adalah sebuah film vigilante super yang ambisius dan akan membawa penonton melalui perjalanan menyenangkan tak terlupakan. Meski kurang pendalaman kisah dan karakter, Project Power telah membuka sebuah jalan baru untuk film-film fiksi ilmiah dengan tema kekuatan super.

Click to comment
Advertisement
Cultura Podcast
Connect