Connect with us
Image by Thorsten Frenzel from Pixabay

Culture

Perkembangan Podcast di Indonesia

Podcast telah ada di dunia sejak 2001. Bagaimana dengan perkembangannya di Indonesia?

Podcast mungkin baru terdengar gaungnya di Indonesia, tetapi telah lama dikenal di dunia. Pada 2004, The Guardian menyebutnya sebagai “audible revolution”. Sejak 2014, pendengar podcast melalui ponsel naik hingga 157%. Tentunya ada pula yang mendengar melalui perangkat lain seperti tablet atau komputer. Sepuluh besar negara dengan pendengar podcast terbanyak adalah Korea Selatan, Spanyol, Swedia, Australia, Amerika, Italia, Kanada, Prancis, Jepang, dan Jerman. Genre terpopuler yang didengarkan di Korea Selatan adalah berita dan politik, musik, komedi, film, dan bahasa. Pendengar di genre politik sendiri mencapai 35,2%. Bisa dibilang podcast dianggap sebagai konten yang cukup kredibel untuk menjadi sumber berita meski penyiarnya bisa jadi individu, bukan organisasi tertentu.

Studi lain menyebutkan bahwa ada 51% dari total populasi penduduk Amerika yang menjadi pendengar podcast. Lima tema besar yang populer di Amerika adalah budaya, bisnis, komedi, berita dan politik, serta kesehatan. Mayoritas pendengar berusia 25 hingga 34 tahun. Artinya medium ini populer di kalangan muda. Bila dibandingkan dengan kelompok pendengar usia 65 tahun ke atas, jumlahnya hanya mencapai 6%. Hal ini bisa jadi karena kalangan muda lebih banyak menggunakan internet juga beragam perangkat teknologi komunikasi. Podcast belum cukup ramah untuk lansia.

Bagaimana dengan tren pengguna podcast di Indonesia? Ada 67,97% yang mengaku familiar dengan podcast. Dari jumlah itu, 80,82% mendengarkan podcast dalam enam bulan terakhir. Namun bukan berarti mereka adalah mendengarkan podcast secara intens. Separuh dari responden mengakui belum yakin untuk mendengarkan podcast secara reguler. Mayoritas juga mengakan idealnya durasi podcast mencapai 10 hingga 20 menit saja.

Podcast sangat potensial untuk dijadikan ladang uang. Pada 2020, diperkirakan Amerika akan menghabiskan 659 juta dolar untuk beriklan melalui podcast. Beberapa brand juga mulai menciptakan podcastnya sendiri sebagai salah satu cara mengiklankan produk. Bahkan politikus ternama pun menempuh podcast sebagai salah satu cara untuk menggerakkan hati masyarakat. Contohnya mantan presiden Irlandia, Mary Robinson, yang berduet dengan komedian Maeve Higgins dalam mengangkat isu perubahan iklim bertajuk Mother of Invention.

Di Indonesia sendiri ada beberapa influencer yang mulai melirik podcast sebagai sarana edukasi masyarakat. Contohnya adalah psikolog klinis sekaligus edukator seks Inez Kristianti melalui platform Inspigo. Namun banyak pula yang menggunakan podcast sebagai wadah untuk sekadar membagikan pengetahuan meski mereka bukan figur publik. Misalnya Dewi asal Bandung yang mulai terbuka matanya mengenai isu perubahan iklim. Ia pun sempat membuat podcast mengenai lingkungan. Podcast tersebut berhasil mencapai 4000 pendengar.

Podcast masih sangat dapat berkembang di Indonesia, tinggal bagaimana kita memanfaatkannya. Ini adalah wadah yang dapat digarap sebagai sumber informasi alternatif sekaligus gratis bagi masyarakat. Dengan menyediakan konten-konten informatif, kita telah ikut andil menjadikan internet sebagai tools bermanfaat.

Click to comment

Leave a Reply

Connect