Connect with us
Octa Octa
Photo: Charles Ludeke

Music

Octo Octa: She’s Calling Album Review

Octo Octa membawa ritual pencarian diri di dance floor ke tengah alam.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Menggunakan musik sebagai medium pencarian identitas diri, Octo Octa hadirkan house-music dengan pendekatan berbeda. ‘She’s Calling’ memadukan antara house music klasik dengan ritual yang membaurkan batas antara diri dengan alam.

‘She’s Calling’ merupakan rilisan EP keempat Octo Octa bersama T4T LUV NRG. Album dengan 3 track ini masih berkesinambungan dengan rilisan sebelumnya: ‘Where Are We Going?’, ‘For Lovers’, dan ‘Resonant Body’. DJ dengan nama asli Maya Bouldry-Morrison ini mengedepankan elemen musik techno dan house klasik bersama ide-ide tentang identitas serta kebebasan diri, cinta, sampai hubungan dengan manusia dan alam semesta.

Album yang dirilis pada awal bulan Februari kemarin ini seolah mengawinkan dua idealisme house musik; Mengeksplorasi perasaan terdalam dengan konflik demi konflik yang ia alami bersama tradisi klasik musik rave-electro UK. Octo Octa menenggelamkan ‘She’s Calling’ dalam musik techno, house, breakbeat, jungle, hingga trance.

Perpaduan antara elemen musik house-techno-rave klasik dengan pendalaman perasaan memang bukan kali pertama ini diangkat. Untuk rilisan sebelumnya pun, seperti pada ‘For Lovers’, Octo Octa mengusung slow-burning house musik dengan keintiman hubungan fisik serta perasaan. Hanya saja untuk ‘She’s Calling’, DJ yang pada tahun 2016 mengumumkan diri sebagai transgender ini membalut tiap-tiap track dengan sentuhan alam yang kental.

“Goddess Calling” menjadi track pertama yang mengajak pendengarnya untuk mendekatkan diri kepada semesta. Tribal drum yang digunakan dalam track ini seolah menghipnotis; Membawa pendengar untuk merasuk ke dalam nada demi nada yang seakan sebuah ritual untuk alam. Trance vocal yang disisipkan langsung menarik perhatian sejak lagu dimulai. Belum lagi breakbeat dan synth yang diramu sedemikian rupa demi menghadirkan irama house yang tidak sekedar “jedag-jedug.”

Elemen musik house klasik begitu kaya disisipkan oleh Octo Octa pada album ini. Kesan old-school semakin kental dalam “Find Your Way Home” melalui efek gesekan yang khas. Track ini merupakan transformasi dari UK rave club di tahun 90-an; Lengkap bersama permainan Trance vocals, Leftfield, dan UK Breaks yang dipadukan dengan sangat cantik oleh Bouldry-Morrison.

Bila “Goddess Calling” lebih mengunggulkan instrumen tribal drum, maka “Find Your Way Home” menghadirkan housy-bass. Pendengar seolah diajak masuk ke dalam club musik di era Chicago House dan membebaskan tubuh, pikiran, serta jiwa mereka.

Menilik tema “Find Your Way Home” yang mengenai metafora pencarian kedamaian dalam diri sendiri. Maka hadirnya ramuan musik yang membebaskan pendengarnya untuk menghayal, merasuk erat ke dalam jiwa; Membebaskan tubuh untuk berdansa seirama hentakan bass memang sangat tepat.

Setelah kegaduhan pada dua track sebelumnya, Octo Octa memberi pendekatan lain untuk track ketiga. “Spell for Nature” tidak dikategorikan sebagai lagu. Melainkan evocation. Dimana Bouldry-Morrison mengumpulkan kenangan dan ingatan berarti. Sebagai track terakhir, “Spell for Nature” justru terdengar sebagai pemanasan: the calm before the storm. Track ini memberi vibe mengenai harapan dan kebahagiaan. Sesuatu yang tidak pasti dan penuh misteri.

“Spell for Nature” dibuka dengan dentingan organ, yang disusul melodi piano, techno bass, dan shakers. Sepanjang track berjalan, pendengar seakan dibuat dalam kondisi trance; Mengikuti alur permainan musik hingga vokal Bouldry-Morrison menyeruak masuk. Bouldry-Morrison membacakan puisi untuk semesta alam. Menggambarkan sosok sang dewi dalam album ini sebagai personifikasi dari semesta itu sendiri.

Puisi Bouldry-Morrison ditutup dengan suara alam yang sangat terdengar natural bersama beat electro. Nada-nada pembuka untuk “Goddess Calling” menjadi penutup manis untuk track sekaligus album ini.

Saat membicarakan mengenai electro-house dan rave-club musik, jarang ada yang mengupas dengan kedalaman perasaan. Sentuhan-sentuhan yang mendekatkan kepada semesta alam dihadirkan Octo Octa dengan pendalaman pada perasaan diri manusia tersebut sendiri. Bagaimana pencarian diri akhirnya berakhir juga pada diri sendiri.

‘She’s Calling’ merupakan ritual yang mengajak pendengarnya untuk menyelami kedalaman perasaan, yang seluas semesta alam. Pada akhirnya melalui ‘She’s Calling’, Octo Octa membawa dance floor, lengkap dengan rave dan techno musik langsung di tengah-tengah alam yang masih belum terjamah. Pendekatan yang sayangnya tidak banyak disentuh oleh DJ techno house musik lain.

Click to comment

Demi Lovato Demi Lovato

Demi Lovato: Dancing with the Devil… The Art of Starting Over

Music

Blxst Blxst

BLXST feat. Ty Dolla $ign & Tyga: Chosen Single Review

Music

Kang Daniel Kang Daniel

Kang Daniel: Antidote Single Review

Music

Dave Grohl, Mick Jagger Dave Grohl, Mick Jagger

Mick Jagger with Dave Grohl: Eazy Sleazy Single Review

Music

Advertisement
Cultura Live Session
Connect