Connect with us
NU’EST: The Nocturne

Music

NU’EST: The Nocturne Album Review

Menghadirkan pesona malam dalam album terbaru yang lebih universal.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Setelah berhasil menghembuskan perasaan cinta yang manis melalui album ‘The Table’ pada 2019 lalu, kali ini NU’EST masuk dalam dimensi cinta yang lebih mendalam dalam mini album ke-8 mereka, ‘The Nocturne’ yang rilis pada 11 Mei 2020 kemarin.

Tak pernah berhenti mengeksplorasi konsep dan musik mereka, boyband yang debut pada 2012 silam ini kembali menyuguhkan materi cinta dalam rupa yang lain. Terdiri dari 6 track, ada 5 track yang ditulis dan diproduksi oleh Baekho, main vocalist NU’EST, termasuk I’m in Trouble yang menjadi single utama.

Dengan judul The Nocturne, NU’EST hendak menggunakan “malam hari” sebagai konsep yang diterapkan dalam berbagai aspek yang melengkapi album ini. Tak hanya dalam track, namun juga dalam konsep visual dan koreografi yang menjadi hal esensial dalam project comeback setiap boyband K-pop.

Album dibuka dengan track romantis bertajuk Moon Dance yang terdengar lembut. Track pembuka ini terdengar seperti lagu rayuan yang manis. Dengan sentuhan lofi beat dan petikan gitar pada komposisinya. Track ini menjadi “pemanas” sebelum menuju perasaan cinta yang lebih intim menuju track selanjutnya, I’m in Trouble.

Menjadikan I’m in Trouble sebagai single utama merupakan pilihan yang sangat tepat. Track satu ini memang paling menonjol dan catchy jika dibandingkan dengan track-track lainnya yang lebih chill. Lagu ini menggambarkan perasaan jatuh cinta yang mendalam dan “mematikan”.

Aransemen musik masih memiliki sentuhan Pop dan R&B. Instrumen bass dalam lagu ini menjadi statement yang paling kuat dan memberikan nuansa sensual dan dewasa yang diinginkan oleh NU’EST. Berbeda dengan single-single sebelum, lagu ini terdengar sangat santai dan tidak terlalu menonjolkan vokal Baekho maupun Minhyun seperti biasanya. Liriknya termasuk sederhana dan mudah untuk didendangkan oleh pendengarnya.

Firework merupakan track Pop dengan sentuhan Alternative dengan aransemen yang megah. Sementara Back To Me memiliki aransemen musik Funk Pop yang futuristik sekaligus nostalgic. Track ke-4 dalam album ini merupakan salah satu yang terbaik setelah i’m in Trouble. Kita juga kembali mendengar vokal Baekho dan Ren paling menonjol dalam track satu ini.

Must merupakan track ballad yang hadir untuk memberikan jedah setelah berbagai lagu dengan tempo yang cukup cepat. Lagu ini juga memiliki nilai sentimental bagi Ren yang baru saja kehilangan kakeknya pada bulan Maret lalu. Lagu ini merupakan surat yang ditulis Ren untuk mengungkapkan segala perasaan cinta dan terima kasih untuk mendiang kakeknya.

Sementara track Shooting Star memiliki nuansa musik yang pesta dan perayaan yang ceria. Lagu ini dipersembahkan NU’EST untuk para penggemar setia mereka. Tak hanya vokal dari semua member yang berpadu dengan harmoni, JR juga mendapatkan porsi nge-rap yang lebih banyak dalam track ini. Aransemen musik didominasi musik Pop berpadu dengan musik EDM.

Secara keseluruhan, The Nocturne merupakan rupa malam yang telah diadaptasi dengan elegan dan indah dalam album terbaru NU’EST. Sebagai album K-Pop, The Nocturne sebetulnya memiliki lagu yang cenderung chilling dan lebih mengarah ke genre R&B daripada Pop. Hal ini sebetulnya bisa menjadi kelebihan bagi NU’EST untuk menjangkau pendengar yang lebih universal, tak terbatas di lingkarang penggemar K-Pop saja.

Click to comment
Advertisement
Cultura Podcast
Connect