Connect with us
Australia Tourism
ngohiang bogor
Photo: manganplesir.com

Food & Drink

Ngohiang, Kuliner Khas Bogor yang Hampir Ditelan Zaman

Ini adalah salah satu kuliner khas Bogor yang underrated.

Pernah mencoba Ngohiang? Bahkan untuk orang asli Bogor sendiri, sebagian masih asing dengan makanan satu ini. Ngohiang dapat ditemukan di sepanjang Jalan Surya Kencana hingga Siliwangi. China Town-nya Bogor ini merupakan salah satu pusat kuliner yang terkenal. Tak hanya karena pilihan makananannya yang beragam tetapi juga harganya yang cukup terjangkau. Kita bisa menikmati Cungkring, Asinan Jagung Bakar, Talas Kukus, Bir Kotjok, Gongsir, Soto Kuning, hingga Asinan. Sebagian makanan tersebut masih berjaya hingga kini dan dijual di mana-mana. Sayangnya sebagian jenis makanan lainnya mulai hilang ditelan zaman karena menurunnya peminat.

Salah satu pedagang Ngohiang yang terkenal berada di Gang Aut. Tetapi kita juga bisa mencicipi Ngohiang di Jalan Siliwangi. Alasannya adalah pedagang Ngohiang di Gang Aut hampir selalu dipenuhi pembeli. Antriannya panjang dan lama. Berbeda dengan Ngohiang di Jalan Siliwangi yang cenderung sepi. Lokasinya persis di sebelah warung es duren dan berseberangan dengan Asinan Gedung Dalem. Tempatnya sederhana dan terlihat tua. Menurut pemiliknya, ia telah berjualan di sana sejak puluhan tahun silam. Satu porsi Ngohiang dipatok dengan harga 35.000 rupiah.

ngo hiang bogor

Ngohiang Bogor | Photo: Erlinda Sukmasari

Kesan pertama ketika melihat sepiring Ngohiang adalah bentuknya yang tak asing, seperti Pempek dan Batagor. Bedanya, Ngohiang terbuat dari daging babi atau ayam yang dicincang, kemudian digoreng dengan adonan tepung. Dagingnya lembut dan gurih. Meski mungkin bagi pecinta masakan asin merasa olahan dagingnya kurang nampol tetapi rasanya sendiri berpadu sangat baik dengan sausnya. Ngohiang dapat dinikmati dengan tahu atau kentang. Untuk Ngohiang di Jalan Siliwangi, daging ayamnya dipadukan dengan tahu. Tahunya adalah tahu khusus untuk masakan Ngohiang.

Tahunya sangat lembut dan lumer di mulut. Gurihnya pas dan rasanya berbeda jauh dengan tahu yang biasa kita temukan di pasar atau supermarket. Selain itu disediakan pula kol yang memiliki cita rasa sedikit asam dan manis. Begitu pula bumbu kacangnya merupakan perpaduan rasa gurih, asam, dan manis. Saus kacangnya sangat lembut, berbeda dengan Batagor atau Ketoprak yang masih terasa butiran kacangnya. Saus kacang yang manis sekali ini akan mengingatkan kita pada masakan otentik khas Jawa Timur. Bagi pecinta makanan manis, Ngohiang sangat pas sekali untuk menjadi santapan.

Salah satu kesalahpahaman yang membuat Ngohiang kurang laku baik bagi orang Bogor sendiri maupun pengunjung dari luar kota adalah karena namanya. Banyak yang mengira ini adalah chinese food sehingga diragukan kehalalannya. Padahal Ngohiang ada yang terbuat dari daging ayam. Selain itu Ngohiang memang tidak bisa kita temukan di tempat lain. Hal ini membuat orang-orang menjadi kurang merasa familiar. Berbeda dengan Asinan, Es Duren, atau Soto Kuning yang dijual di berbagai sudut Kota Bogor.

Penasaran mencoba Ngohiang Khas Bogor? Coba datang ke Jalan Siliwangi No. 102. Bila kurang suka makanan manis kita dapat berburu kuliner lain misalnya Pangsit Pengantin. Karena di area ini menyatu dengan pasar dan pedagang kaki lima, kita juga dapat berburu Talas dan Pisang Tanduk berkualitas.

Click to comment

Leave a Comment

sejarah mie sejarah mie

Bagaimana Mie Menjadi Makanan Rakyat di Benua Asia?

Culture

Food Truck yang Makin Berjaya di Asia

Culture

taco taco

Apakah Kebab Bersaudara dengan Taco?

Culture

UNI Bali UNI Bali

Uni Restaurant + Bar Bali

Food & Drink

Connect