Connect with us
Merayakan 10 Tahun One Direction
Photo via BBC.co.uk

Entertainment

Merayakan 10 Tahun One Direction

Daftar urutan album One direction dari yang terburuk hingga terbaik.

One Direction tiba-tiba mengejutkan dunia maya dengan unggahan pertama mereka di Instagram setelah empat tahun. Melalui akun Instagram-nya, One Direction mengunggah sebuah gambar bertuliskan 10 tahun One Direction. Seolah memberi isyarat akan adanya kejutan yang disiapkan para personel untuk penggemar setia mereka.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by One Direction (@onedirection) on

Boyband jebolan ajang pencarian bakat X Factor UK ini berhasil merilis 5 album sejak tahun 2012, dimulai lewat album berjudul “Up All Night”. Kemudian dilanjutan dengan 4 album lainnya hingga pada tahun 2016, mereka menyatakan untuk hiatus dan memilih karier solo.

Dari kelima album yang dirilis, membuat kami melihat masing-masing album mereka dan mengurutkan secara peringkat dari kelima album tersebut.

Kami mencoba untuk mengurutkan deretan album ini secara musikalitas, eksplorasi, hingga tema musik yang selalu memengaruhi penilaian pendengar. Berikut adalah daftar urutan album milik One direction dari yang terburuk hingga terbaik.

5. Take Me Home (2012)

“Take Me Home” adalah album studio yang dirilis pada tanggal 9 November 2012, oleh Syco Records. Menurut kami, hampir semua musisi pasti pernah mengalami hal yang disebut oleh media sebagai “Sindrom Album Kedua”. Bayang-bayang kesuksesan album pertama menyebabkan kebuntuan kreativitas pada seorang musisi. Alhasil, album kedua terkadang tidak sesukses yang diharapkan.

Menyuguhkan 13 track, ‘Live While We’re Young’ langsung membuka album ini dengan manis. ‘Take Me Home’ yang kontroversial dilanjutkan ‘Kiss You’ yang menyenangkan turut menghiasi album ini. Tabuhan drum yang mengentak membangkitkan semangat setiap orang yang mendengarnya. Ada juga ‘Little Things’ yang melibatkan Ed Sheeran dalam proses pembuatannya.

Ada juga satu lagu yang menarik perhatian, ‘Rock Me’ sebagai lagu pop bertempo medium dengan intro tabuhan drum yang tidak asing di telinga, mengingatkan pada salah satu intro lagu rock legendaris sepanjang masa. Lagu-lagu yang disuguhkan dalam album ini memang luar biasa dan layak mendapat predikat album yang paling digemari anak muda di tahun 2012.

4. Up All Night (2011)

“Up All Night” adalah album perdana One Direction. Album ini diluncurkan pada akhir 2011 di Inggris. Dengan album ini, One Direction sukses mencatatkan sejarah sebagai musisi asal Inggris pertama yang sukses berada di puncak chart Billboard 200 untuk album pertamanya. Pencapaian yang sukses mengalahkan The Beatles dan Adele. Tiga belas lagu mewarnai album ini dengan hits single ‘What Makes You Beautiful’.

Hal ini tidak terlepas dari peran ‘What Makes You Beautiful’. Single pertama One Direction setelah menjadi finalis ajang X-Factor 2010 lalu. Lagu yang menjadi jagoan dalam album ini mengisahkan tentang tergila-gilanya seorang pria kepada wanita yang dikaguminya, meski si wanita itu tidak meyadari apa yang membuat si pria mengaguminya. Lagu ini punya nuansa yang sangat catchy dengan tempo yang upbeat, renyah, dan amat memiliki semangat percintaan kawula muda. Bagi yang lagi PDKT, lagu ini sangat cocok untuk memikat gebetan.

“Up All Night” adalah parade perasaan cinta anak muda. Setiap lagu memiliki tema yang beragam dengan tetap memiliki benang merah mengenai kisah cinta muda-mudi. Perasaan saat baru jadian, cinta bertepuk sebelah tangan, indahnya memiliki pasangan, sampai patah hati, semua lengkap ada di album ini. Didominasi nuansa Pop, permainan beat dan tempo yang sangat ciamik, dan dipadukan dengan lirik yang sederhana dalam setiap track-nya membuat album ini terasa tidak monoton. Menegaskan bahwa mereka adalah pembawa sebuah era baru bagi boyband dunia.

3. FOUR (2014)

Di tahun keempat One Direction resmi merilis album yang diberi nama “FOUR”. Album ini sendiri dirilis secara internasional serentak pada 17 November 2014. Album ini dirilis dalam dua kemasan yakni, versi album reguler dan deluxe. Untuk album reguler berisi 12 track lagu, sedang yang deluxe akan ada tambahan empat track yaitu ‘Change Your Ticket’, ‘Illusion’, ‘Once In a lifetime’ dan ‘Act My Age’.

Nuansa pop-rock masih terasa di hampir setiap lagu dalam album ini. “FOUR” memang istimewa karena semua personel One Direction ikut serta dalam pembuatan lagu. Mereka dibebaskan untuk ikut campur dalam pembuatan lirik maupun aransemen musiknya. Tak lupa, banyak musisi ternama yang ikut meramaikan pembuatan album ini. Kodaline, The 1975, John Legend, dan Ed Sheeran juga turut campur tangan.

Di antara 12 lirik lagu komposisi album reguler, sepuluh lagu di antaranya merupakan karya member One Direction. Louis Tomlinson dan Liam Payne menyumbang karya di empat lagu seperti ‘Steal My Girl’, ‘Fireproof’, ‘Space’ dan ‘Clouds’. Duet Louis dan Liam sukses membuat lagu ‘Steal My Girl’ menduduki chart tangga lagu. Harry Styles dan Louis menulis dua lagu ‘Where Do Broken Heart Go’ dan ‘Stockholm Syndrom’. Untuk lagu ‘Night Changes’ dan ‘Fools Gold’, para personel One Direction bekerja secara keroyokan.

2. Made In The A.M. (2015)

Album kelima One Direction yang rilis tahun 2015 ini menjadi album terakhir mereka. “Made in the A.M.” secara nyata membenarkan rumor yakni keputusan hiatus yang diambil oleh keempat anggota boyband tersebut. Semakin menjorok ke rock, citra musik mereka dapat dinyatakan telah matang pada album ini.

Album ini memang sebuah karya yang lengkap. Britpop yang hadir lewat ‘Hey Angel’. Ajakan nostalgia lewat ‘Drag Me Down’, bermuram durja dalam ‘Perfect’, terbawa perasaan karena ‘Infinity’, ‘End of the Day’, hingga ‘If I Could Fly’ dan ‘Long Way Down’.

‘Never Enough’ yang enerjik juga mencoba menyemangati pendengar tatkala menikmati karya terakhir mereka. Diselingi ‘Olivia’ yang menarik disimak. Kepergian Zayn Malik jelas berdampak, terbukti oleh ‘What a Feeling’ dan ‘Love You Goodbye’, Louis menjajal vokalnya dan Harry dimaksimalkan untuk membungai lagu.

‘I Want to Write You a Song’ sepertinya mewakilkan semangat menggebu-gebu dari One Direction dan tim untuk menyajikan album ini sebagai hadiah perpisahan untuk para penggemar, hingga akhirnya mereka punya sejarah yang mungkin dituangkan dalam History yang sangat berkesan dan menjadi salah satu rilisan teranyar mereka. Walau sulit untuk diakui, album ini adalah cara terbaik mengucapkan selamat tinggal untuk semua orang hingga tiba waktunya nanti kita bertemu dengan mereka lagi.

1. Midnight Memories (2013)

Ini adalah album yang mengantarkan kelima cowok asal UK ini ke arah musik yang lebih dewasa. Irama yang lebih lunak dari dua album pendahulunya, ada juga ‘Best Song Ever’ yang tercatat sebagai lagu terbaik One Direction di daratan Amerika dengan video klip yang sempat mencetak rekor di YouTube. Dan itu membuat album ketiga One Direction layak mendapat atensi.

Kejutan terjadi saat single ‘Story of My Life’ dirilis. Single ini berkesempatan untuk menyentuh arena Folk dan memberi pandangan visi mereka kepada publik mengenai kedewasaan bermusik. ‘Diana’, track ketiga album adalah gambaran persis ‘Kiss You’ yang penuh dengan semangat. Track ini dipercaya untuk memberikan corak dance pop dalam album, yang sepertinya mulai dikelupas sesuai dengan konsep kedewasaan yang hendak dicapai.

‘Midnight Memories’, titel track yang berdurasi tak sampai tiga menit ini sangat kompleks, kuat di ciri rock tapi tetap menyajikan danceable moment di dalamnya. Lagu dengan arahan musik rock level selanjutnya adalah ‘Little Black Dress’. Selain rock ’n roll yang menjadi cerita besarnya, ini adalah lagu pertama 1D yang mengakomodir kelimanya untuk bernyanyi bersama dari awal hingga akhir lagu.

Intinya, di album ini mereka bukan memainkan permainan melainkan menggali lebih dalam. Sebagai penutup, ‘Better Than Words’ sangat layak untuk mendapatkan apresiasi yang lebih besar.

Berbagai karya yang padat dan rinci telah One Direction bagikan, memang belum sempurna dan masih menyisakan beberapa bagian yang belum terjamah. Semoga kedepannya ada kabar baik tentang rujuknya mereka. Lalu, yang mana Album terbaik dari mereka menurut kalian?

Click to comment
Advertisement
Cultura Podcast
Connect