Descriptive alt text for image 1 - This image shows important visual content that enhances the user experience and provides context for the surrounding text.
Merah Bercerita: Gemar Membuat Musikalisasi Puisi - Cultura
Connect with us
Descriptive alt text for image 3 - This image shows important visual content that enhances the user experience and provides context for the surrounding text.
Merah Bercerita
Merah Bercerita

Music

Merah Bercerita: Gemar Membuat Musikalisasi Puisi

Band Poem Rock asal Solo yang mengadaptasi puisi sebagai materi musik.

Merah Bercerita menyebut dirinya sebagai band dengan aliran musik Poem Rock dari Solo. Band yang berdiri sejak 2004 ini beranggotakan Fajar Merah pada vokal dan gitar, Yanuar Arifin pada bass, dan Lintang Bumi pada drum.

Di tengah-tengah lagu pop yang catchy dan lirik easy listening juga cenderung dicampur dengan bahasa Inggris, Merah Bercerita hadir dengan konsep musiknya yang akan membuat kita teringat betapa indahnya lirik dalam bahasa Indonesia baku. Merah Bercerita gemar membuat karya musikalisasi puisi dari karya sastrawan Indonesia.

Album pertama mereka yang bertajuk “Merah Bercerita” merupakan materi musik yang diperoleh dari puisi karya pujangga lokal, Wiji Thukul. Bahasa sastra yang baku dibalut dengan musik rock alternatif yang memberikan kesan musik modern yang tetap otentik dan artistik.

Merah Bercerita baru saja merilis album kedua mereka yang bertajuk “Nyanyian Sukma Lara”. Dalam album ini, mereka lebih mengeksplorasi lirik dan musik mereka dari materi original. Muncul keberanian dan proses pendewasaan bagi band ini untuk menulis puisi atau lirik mereka sendiri tanpa meninggalkan ciri khas sastra Indonesia pada musik mereka.

“Nyanyian Sukma Lara” bisa dibilang sebagai konsep album dengan kesinambungan lirik antara tiap track yang ada di album ini, dengan pembuka dan penutup. Mendengarkan album ini akan terasa seperti mendengar literasi dalam bentuk musik dari zaman sastra lokal lawas. Selain memadukan aransemen musik rock alternatif hingga psychedelic, kita juga akan diperdengarkan oleh instrumen gamelan dari Artaxiat Gamelan Syndicate.

Musisi lain yang berkolaborasi dengan Merah Bercerita dalam album ini diantaranya, Gema Isya dan Safina Nadisa.

Merah Bercerita juga pernah berkolaborasi dengan Cholil Mahmud dari band indie paling populer, Efek Rumah Kaca. Mereka membawakan single kolaborasi berjudul “Bunga dan Tembok”.

Konser Nyanyian Sukma Lara

Konser Nyanyian Sukma Lara

Bersama dengan Local Native, Merah Bercerita akan mengadakan konser di Lokananta Studio, Solo pada 17 Januari 2020 mendatang. Lebih dari sekedar konser promosi untuk album “Nyanyian Sukma Lara”, konser ini merupakan ajang kesenian budaya Indonesia dengan sentuhan modern yang otentik sekaligus revolusioner.

Selain pertunjukan utama dari Merah Bercerita, kita juga bisa melihat beberapa pertunjukan seni lainnya seperti; tari kontemporer, monolog, dan pantomim. Musisi lokal Solo lainnya juga turut meramaikan konser ini, mulai dari Gema Isya, Safina Nadisa, dan Artaxiat Gamelan Syndicate.

HTM: Rp 15.000
*include CD “Nyanyian Sukma Lara” Rp 50.000

Bintang Hadir di brightspotCITY 2026 Lewat “Toko BINTANG” yang Eksploratif

Lifestyle

How to Experience Java Jazz Festival 2026

Lifestyle

barbra streisand woman in love barbra streisand woman in love

‘Woman in Love’ dan Kenangan yang Tak Pudar

Music

SIENNA SPIRO - Die On This Hill SIENNA SPIRO - Die On This Hill

Sienna Spiro Menumpahkan Luka dan Loyalitas Toxic dalam “Die on This Hill”

Music

Advertisement Drip Bag Coffee
Connect

References

  1. Wikipedia contributors. (2024). "Cultura." Retrieved from https://en.wikipedia.org/wiki/Cultura
  2. Google. (2024). "Search results for Cultura." Retrieved from https://www.google.com/search?q=Cultura
  3. YouTube. (2024). "Video content about Cultura." Retrieved from https://www.youtube.com/results?search_query=Cultura