Connect with us
Bali Revival New Era Festival 2020
Dicky Bisinglasi/Cultura

Stage

Menikmati Konser Drive-In di Ubud, Bali

Bali Revival: New Era Festival 2020 digelar selama tiga hari pada tanggal 15-17 Agustus 2020.

Sepertinya, kita semua memang “dipaksa” untuk beradaptasi dengan new normal. Mau tak mau hampir segala lini kehidupan manusia berjalan tidak lagi seperti sedia kala. Begitu juga dengan konser musik.

Dulu konser musik identik dengan panggung dan ruang lapang, tempat penonton dapat bernyanyi bersama hingga berjingkrak, tidak ada jarak. Namun itu semua tidak lagi mungkin dilakukan selama pandemi Covid-19 masih membayangi kita.

Sebelumnya di beberapa negara barat telah menggelar sebuah konsep pertunjukan bioskop drive-in. Kembali seperti era 70-an dimana semua penonton menonton film dari dalam mobil di tengah tanah lapang. Denmark telah mengadakan konsep serupa–bukan bioskop–namun sebuah konser musik.

Bali Revival New Era Festival 2020

Photo: Dicky Bisinglasi/Cultura

Nampaknya Bali tak mau ketinggalan. Setelah dipelopori oleh kota Semarang pada akhir Juli lalu, Bali mengadakan gelaran bertajuk Bali Revival: New Era Festival 2020. Konser musik yang digelar selama tiga hari pada tanggal 15-17 Agustus 2020 ini sama-sama berkonsep drive-in. Bedanya dengan Denmark, penonton masih boleh keluar dari mobil, selama masih berada di garis batas yang telah ditetapkan.

Sang penggagas event ini, Jos Darmawan, menjelaskan bahwa konser ini merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap pelaku ekonomi kreatif yang terdampak cukup signifikan di tengah pandemi virus corona ini. “Hampir semua pelaku seni-budaya termasuk musisi di Bali terdampak hingga nihil (job)”, tambah Jos. Maka Ia pun menggagas acara ini dengan tujuan setidaknya membangkitkan semangat dan mental para seniman, khususnya musisi untuk tetap kreatif.

Konser yang digelar di rooftop area parkir Monkey Forest, Ubud, Gianyar ini setiap harinya menampung maksimal 70 mobil. Tiap mobil hanya boleh terisi maksimal 4 orang. Lineup musisinya mayoritas musisi lokal Bali seperti Lolot, Navicula, Di Ubud, The Hydrant, Dialog Dini Hari, Jun Bintang, Dek Ulik hingga gitaris ternama Balawan. Cultura berkesempatan hadir pada hari ketiga dimana lineup pada hari itu adalah Lolot, The Hydrant dan Navicula sebagai pamungkas.

Konser Drive-in Bali

Photo: Dicky Bisinglasi/Cultura

Berbagai protokol kesehatan yang cukup ketat harus ditaati siapapun mulai dari penonton, panitia, tim kemanan, hingga media yang meliput. Di pintu masuk, petugas mengenakan pakaian Alat Perlindungan Diri (APD) telah siap menyemprotkan desinfektan ke semua kendaraan yang melintas. Selanjutnya setiap orang harus melalui pengecekan suhu badan seseuai standar, 36° Celcius.

Bali Revival 2020 juga menerapkan system non-tunai, baik dalam pembelian tiket secara online, maupun pembelian makanan dan minuman dalam area konser yang semuanya bersifat cashless. Setelah masuk arena konser, semua mobil akan diarahkan petugas menuju kotak-kotak pembatas yang telah tersedia.

Lolot membuka konser di sore yang gerimis itu. Group band yang konsisten membawakan lagu berbahasa Bali ini membawakan beberapa lagu andalannya seperti ‘Ulian Punyah’ dan ‘Tresna Ngemasin Tiwas’.

Photo: Dicky Bisinglasi/Cultura

Selanjutnya group band rockabilly yang eksentrik dengan rambut klimis ber-pomade ala periode tahun 50-an, The Hydrant. Genre rockabilly yang merupakan masa awal rock and roll ini identik dengan contrabass atau bass betot nya. Juga drummernya yang berdiri dengan set drum berkomposisikan bass drum, snar drum, hi-hat dan sebuah simbal. Sound klasik gitar Gretch dari para gitarisnya membuatnya semakin lengkap. The Hydrant juga berduet Magdalena Szczerba, penyanyi wanita asal Polandia yang manggung dengan kostum vintage-nya.

Konser New Normal Bali

Photo: Dicky Bisinglasi/Cultura

Navicula menjadi penutup yang apik pada gelaran hari terakhir tersebut. Lagu ‘Mafia Hukum’ selalu dinanti penonton. Vokalis Gede Robi dengan suara khasnya menutup pagelaran musik ini dengan meng-cover lagu almarhum Gombloh; ‘Kebyar-Kebyar’. Tepat dengan tanggal 17 Agutus peringatan 75 tahun kemerdekaan Indonesia, semua penonton mengibarkan bendera Merah-Putih kecil yang ditutup dengan pesta kembang api spektakuler.

Click to comment
Advertisement
Cultura Podcast
Connect