Connect with us
Australia Tourism
Seminyak Wine Carnival 2019
All photos by Dicky Bisinglasi

Lifestyle

Mengenal dan Menikmati Wine di Seminyak Wine Carnival 2019

Ratusan jenis wine dari dalam negeri dan mancanegara hadir di Seminyak Wine Carnival 2019.

Wine sejatinya lebih dari sekedar minuman, namun memiliki nilai-nilai dan filosofis tersendiri. Dari gelasnya saja dapat menunjukkan apakah kita mengerti dan bisa menghargai wine dengan baik. Karena cara kita mengapresiasinya adalah dengan menikmati aroma, penampilan fisik dan rasanya ketika kita putar di dalam gelas. Pun sebaiknya kita tidak memegang badan gelasnya, namun hanya tangkainya saja. Karena wine sangat sensitif terhadap suhu udara di sekitarnya, ketika kita memegang badan gelas panas tubuh kita akan memengaruhi suhu dan rasa wine tersebut. Beberapa wine akan menunjukkan performa terbaiknya ketika berada di gelas yang tepat. Jenis wine yang berbeda disajikan dalam bentuk gelas yang berbeda pula.

Seminyak Wine Carnival 2019

Seminyak Wine Carnival 2019

Wine memiliki etiket penyajian begitu juga cara mengonsumsinya. Setelah kita putar gelas wine dengan perlahan, kita lalu mencium aromanya. Namun tidak perlu diputar untuk jenis sparkling wine karena sudah memilik buih di dalamnya. Meminumnya pun tidak langsung ditelan, tapi biarkan seluruh rongga mulut kita dapat merasakan sensasinya. Rasa wine yang baik memiliki keseimbangan antara asam, manis atau sedikit pahit.

Ratusan jenis wine dari dalam negeri dan mancanegara hadir di Seminyak Wine Carnival 2019, Sabtu 7 September kemarin. Bertempat di area Vin+ dan Botanica Bali, event yang digelar mulai jam 1 siang hingga tengah malam ini dibanjiri ribuan pengunjung. Seminyak Wine Carnival kali ini adalah perayaan anniversary ke-5 Vin+ Bali. Konsepnya lebih menonjolkan nuansa keakraban dan kekeluargaan, lain dari tahun lalu yang lebih cenderung ke sebuah party. Dengan tiket seharga 200 ribu rupiah (on the spot) kita mendapatkan sebuah gelas wine Spiegelau cantik, kesempatan untuk mencoba semua jenis wine dan cocktails, serta mengikuti beberapa kelas demo.

Seminyak Wine Carnival 2019

Seminyak Wine Carnival 2019

Seminyak Wine Carnival 2019 menyajikan wine-wine berkualitas dari berbagai negara seperti Australia, Selandia Baru, Spanyol, Chili, Argentina, Italia, Portugal, Perancis, Amerika dan Indonesia sebagai tuan rumah.

Sebut saja Trivento Syrah tahun 2013, red wine dari Argentina yang pertama kali kami coba, aroma dan rasanya begitu kuat dan khas. Di kelas rose wine kami mencoba Rose Grand Ferrage – Mathilde Chapountier tahun 2016 dari Perancis yang rasanya lebih soft dan fruity. Rose wine memiliki proses ekstraksi warna yang lebih singkat dibandingkan dengan proses pembuatan Red Wine. Dengan warnanya yang merah muda atau merah jambu, rose wine bisa dibilang kelas “menengah” antara red wine dan white wine.

Mengenal dan Menikmati Wine di Seminyak Wine Carnival 2019

Seminyak Wine Carnival 2019

Dari Spanyol Segura Viudas Brut Reserva di kelas sparkling wine menjadi pilihan kami. Sensasi gelembung karbondioksida berpadu dengan rasanya yang khas menyegarkan tenggorokan dan refresh mood kita. Di Perancis, hanya bahan baku anggur yang ditanam dan wine yang di produksi di kawasan Champagne yang berhak memakai predikat nama “Champagne”. Bila mencari red wine yang tidak terlalu berat, Pinot Noir Victoria tahun 2018 boleh dicoba. Atau alternatif lain seperti Cabernet Sauvignon dan Ruffino Orvieto-Classico dari Italy.

Seminyak Wine Carnival 2019

Plaga Wine

Di jajaran wine dalam negeri kami melirik merk Plaga. Merk ini menggunakan 100% bahan baku anggur dari Italy. Jenis red wine dengan tajuk Nero D’avola kemasan 1500 ml bahkan merupakan edisi terbatas. Hanya dijual 3700 botol saja. Plaga merupakan nama sebuah desa di perbatasan Badung dan Singaraja yang mengilhami nama mereka. Brand ini berdiri sejak 2013 lalu. Sedangkan di kelas white wine kami mencoba Sauvignon Blanc yang mengimpor anggur dari Chili. Harga yang mereka tawarkan cukup menggoda, dibawah 200 ribu rupiah dengan varian kemasan antara 375 ml, 750ml, 1,5 liter hingga yang terbesar 3 liter.

Merk lokal kedua yang kami coba adalah Hatten. Hatten merupakan pelopor wine lokal di Indonesia sejak 1994 oleh Ida Bagus Rai Budiarsa. Bahkan mereka adalah perusahaan wine pertama di Asia Tenggara pada masa itu. Tahun 2011 Ida Bagus Rai Budiarsa mendapat penghargaan sebagai Wine Pioneer berkat kesuksesannya memproduksi hal yang tampak mustahil, yaitu wine berkualitas di pulau tropis. Produk pertama mereka tahun 1994 adalah rose wine, Rose Vintage. Saat ini Hatten memiliki sister-brand, Two Islands. Jika merk Hatten 100% menggunakan anggur yang ditanam di sepanjang pantai utara Buleleng, Bali, sedangkan Two Islands menggunakan juice anggur import dari Australia namun diproduksi di Bali. Salah satu andalan Two Islands adalah Sauvignon Blanc yang sangat khas typical wine Australia, yang laris di pasaran. Varian Hatten wines dijual di kisaran harga 100 hingga 300 ribu rupiah.

seminyak wine carnival 2019

 

Semakin malam Seminyak Wine Carnival semakin meriah, hampir setiap sudut dipadati pengunjung baik local maupun mancangera. Tak cuma wine, sake, soju cocktails dan bermacam spirit lainnya juga tersaji di sini. MC Ibukota Sophie Navita berhasil menambah hangatnya suasana saat itu. Ada juga sesi lelang satu paket wine yang terdiri dari 12 botol yang laku hanya 1,8 juta rupiah saja.

Petang hari ada kelas mixology master class dari Betrin Aditya dan wine master class oleh Garreth Strange dari brand Villa Maria, Selandia Baru. Pukul 10 malam kami dihibur dengan penampilan ala Ethnic-Jungle Party dengan drum djembe, tari kolaborasi dari berbagai etnis berkostum flora fauna dan Hawaiian Hula dance yang spektakuler. Tak lupa kehadiran DJ senior kenamaan, Niina, dari Swedia membuat semua pengunjung berjoget antusias, menambah semarak sekaligus menutup Seminyak Wine Carnival 2019.

Click to comment

Leave a Comment

Heart Reef Pontoon Australia Heart Reef Pontoon Australia

Travel Guide: Itinerary to Australia 2020

Travel

black friday black friday

Pro Kontra Black Friday Dari Masa Ke Masa

Lifestyle

Death Doula Death Doula

Death Doula Sebagai Teman Menjelang Kematian

Lifestyle

Food Truck yang Makin Berjaya di Asia

Culture

Connect