Connect with us
the specials

Music

Kritik Politik Versi The Specials

The Specials hadir dengan kritik politisnya yang juga bisa kita sesuaikan dengan kondisi politik di Indonesia saat ini.

Para penggemar musik beraliran ska mungkin sudah tidak asing dengan band The Specials. Band asal Inggris ini meluncurkan album terbaru mereka yang berjudul Encore pada tanggal 1 Februari 2019 kemarin. Album ini sangat ditunggu oleh para penggemar karena album ini menghilangkan dahaga para penggemar akan karya-karya The Specials yang terakhir kali merilis album pada tahun 2012 silam.

Dari 11 lagu yang terdapat di album terbaru The Specials, Vote for Me mungkin menjadi lagu yang mencuri perhatian para penggemarnya maupun ska pada umumnya di Indonesia.

If we vote for you, do you promise
To be upright, decent and honest
To have our best interest at heart
You understand why we don’t believe you
You’re way too easy to see through
Not the best places to start

There are no rocks at Rockaway beach
And all that glitters isn’t gold

You’re all so drunk on money and power
Inside your Ivory tower
Teaching us not to be smart
Making laws that serve to protect you
But we will never forget that
You tore our families apart

There are no rocks at Rockaway beach
And all that glitters isn’t gold

So if we vote for you, do you promise
To be upright, decent and honest
And take away all of the fear
You sit and wait for us to elect you
But all we’ll do is reject you
Your politics bore us to tears

There are no rocks at Rockaway beach
And all that glitters isn’t gold

the specials

Jika dilihat dari makna keseluruhan, lirik yang ditulis merupakan sebuah ungkapan kebosanan masyarakat akan dunia politik dan janji para politisi. Selain itu, The Specials mencoba melayangkan pertanyaan dan menyuarakan kritik untuk para elit politik di saat suasana perpindahan tonggak kekuasaan dan pemilihan.

Pertanyaan bernada satir yang coba dilayangkan dalam lirik ini meliputi nilai kejujuran dan kemasyarakatan dalam sebuah pemilihan seperti menepati janji-janji di masa kampanye. Dalam lirik ini ada dua janji yang perlu dipenuhi agar rakyat yakin memilih sang pemimpin baru yaitu kebijakan yang berpihak pada rakyat (“To have our best interest at heart”) dan juga melaksanakan pemerintahan yang tidak sewenang-wenang pada rakyat (“And take away all of the fear”). Dua pertanyaan yang memang cukup sederhana namun esensial dalam setiap pemilihan yang sayangnya sangat sulit dijawab oleh politisi manapun.

Lalu, penggambaran negatif para elit politik sebagai manusia tamak (You’re all so drunk on money and power), penipu rakyat (Teaching us not to be smart), dan juga membuat kebijakan yang menguntungkan golongannya tersendiri (Making laws that serve to protect you) juga memperkuat bahwa suara rakyat dalam pemilihan hanya dijadikan alat untuk mensejahterakan hidup para politisi. Sehingga, aksi yang dilakukan oleh rakyat dalam menghindari orang yang demikian dalam memimpin adalah dengan menolak untuk berpolitik (all we’ll do is reject you). Dengan kata lain, makna yang terkandung didalam lirik ini juga bisa jadi mengarahkan para pemilih untuk sangat hati-hati bahkan tidak sama sekali menggunakan hak pilihnya.

Dari keseluruhan lirik, ada satu garis yang sangat menarik perhatian penulis yaitu “You tore our families apart”. Sebuah kalimat singkat sarat makna yang sangat dekat dengan keadaan politik di negara Indonesia saat ini. Panasnya suasana politik saat ini menjadikan kenyamanan bernegara bahkan bertetangga pun menjadi hal yang sangat jarang ditemukan di beberapa pelosok daerah.

Perbedaan pandangan dan pilihan politik menjadikan bangsa ini terbelah menjadi dua kubu bersebrangan dan saling melakukan satu sama lainnya. Padahal, kita semua adalah “alat” yang digunakan oleh pihak-pihak yang ingin berkuasa di negeri ini. Semoga dengan mendengarkan lagu ini dan juga membaca liriknya dengan seksama, kita tidak mudah termakan oleh janji-janji yang disampaikan para elit politik dalam kampanye dan lebih bijak menggunakan pilihan kita.

Click to comment

Leave a Reply

Connect