Connect with us
Koffee
Photo via essence.com

Music

Koffee: Banggakan Jamaica Melalui Musik Reggae Pop

Musisi 19 tahun yang memenangkan Best Reggae Album di Grammy 2020.

Tak hanya Billie Eilish, ada banyak musisi muda under 20 tahun yang berhasil mencuri spotlight pada Grammy Awards 2020 lalu. Salah satunya adalah Koffee, musisi yang baru berusia 19 tahun ini juga berhasil membawa pulang penghargaan Best Reggae Album untuk EP-nya yang bertajuk “Rapture”.

Dalam pidato pendek kemenangannya, Koffee mengucapkan, “(Penghargaan) Ini untuk kita semua. Ini untuk Reggae. Ini untuk Jamaica”. Tak hanya membanggkan Jamaica, Koffee telah mencatat sejarah baru dalam Grammy sebagai musisi termuda perempuan pertama yang memenangkan penghargaan dalam kategori musik Reggae.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Original Koffee (@originalkoffee) on

Berawal dari Paduan Suara Gereja di Jamaica

Koffee yang memiliki nama asli Mikayla Simpson adalah seorang remaja berbakat yang tumbuh besar di Spanish Town, Jamaica. Pertemuan pertamanya dengan dunia musik berawal dari bergabungnya Koffee sebagai salah satu anggota paduan suara di gereja. Pada usia 12 tahun, ia belajar bermain instrumen gitar yang dipinjam dari seorang teman. Musik pun menjadi hobi baru Koffee dan dirinya mulai menulis beberapa bait lagu pada usia 14 tahun.

Salah satu titik awal dari karir Koffee adalah ketika dirinya mengunggah video membawakan lagu yang ia tulis sendiri bertajuk “Legends” di Instagram pada 2017. Penampilan Koffee pun menarik perhatian seorang atlet Jamaica, Usain Bolt, yang kemudia membagikan videonya. Dari situ, Koffee menjadi viral.

Setelah melalui berbagai proses, Koffee akhirnya debut dengan single “Toast” pada tahun 2018 di bawah naungan label Columbia Records.

Melalui wawancaranya dengan W Magazine, Koffee mengungkapkan, “Saya ingin orang-orang tahu bahwa Jamaica memiliki banyak generasi dengan banyak potensi. Orang-orang cerdas yang berbakat dalam berbagai bidang; musik, seni, dan olahraga”

Koffee juga menyampaikan bahwa ia merasa terhormat mendapatkan kesempatan untuk membanggakan nama negara asalnya sekaligus memberikan inspirasi untuk banyak orang.

Memadukan Musik Reggae dengan Musik Pop Modern

Reggae merupakan salah satu genre musik lama yang mungkin sudah kehilangan hype dari pada generasi muda. Koffee sendiri merupakan musisi dengan usia mewakili generasi milenial yang sebagian besar menyukai musik Pop yang catchy. Langkah Koffee dalam membalut Reggae dengan musik Pop dan Hip-Hop yang modern membuat langkahnya sebagai musisi muda menjadi lancar.

Koffee sendiri sebetulnya mendengarkan banyak musisi Reggae lawas. Salah satu musisi Reggae yang sangat menginspirasi dirinya adalah Protoje yang juga berasal dari Jamaica. Chronixx, Super Cat, dan Giggs juga mempengaruhi Koffee secara personal terutama dalam menulis lirik.

Koffee

Koffee – Summerjam Festival 2019 | via Wdr.re

Koffee seringkali mengangkat isu sosial dalam lagu-lagunya, mulai dari keuntungan finansial, isu kekerasan seksual, hingga materi tentang balas dendam. Meski masih terbilang sangat muda, Koffee telah mempresentasikan generasi muda yang sadar akan berbagai isu politik dan sosial.

Awalnya Koffee sempat ragu melakukan penggabungan genre antara Reggae dan Pop, terutama pada penggemar musik Reggae. Namun, melihat dari kesuksesan-nya selama 3 tahun belakang, Koffee mendapatkan kekuatan untuk lebih berani dalam berekspresi melalui musiknya.

Melalui lirik yang isu sosial khas Reggae dengan perpaduan musik Pop catchy, membuat Koffee dapat menjangkau masyarakat mainstream untuk mendengarkan lagunya dan kembali sadar akan berbagai isu penting tersebut.

Click to comment

Leave a Comment

Advertisement
Cultura Podcast
Connect