Connect with us
I Used to Go Here Review
Gravitas Ventures

Film

I Used to Go Here Review: Seorang Penulis yang Mengunjungi Almamaternya

Film drama kehidupan yang santai dan menghibur.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

I Used to Go Here merupakan film drama terbaru yang disutradarai Kris Swanberg. Dibintangi oleh aktris Gillian Jacobs yang sempat terkenal melalui serial komedi, Community.

Bercerita tentang Kate, seorang penulis yang baru saja merilis buku pertamanya. Ia pun mendapatkan kesempatan untuk melakukan reading di universitas lamanya. Melupakan sejenak karirnya yang tak secemerlang dugaan orang dan pertunangannya yang kandas, Kate sekali lagi bernostalgia di universitas dengan sekumpulan mahasiswa yang Ia temui.

I Used to Go Here Review

Gravitas Ventures

Film ini akan sangat relevan terutama buat kita yang sudah lama lulus dari bangku pendidikan dan memiliki pekerjaan. Tidak ada plot utama dengan objektif tertentu, I Used to Go Here bisa menjadi film bertema quarter life crisis yang tidak depresif, ringan, namun tetap memberikan makna tersendiri bagi setiap penontonnya.

Kisah Kate yang Relevan, Sederhana, dan Natural

Sebagai penonton, kita akan mengikuti perjalanan Kate sang penulis. Secara penokohan, tidak terlalu banyak sisi menonjol dari karakter utama ini. Ia hanya wanita biasa dengan problematika kehidupan yang pasti dialami oleh semua orang. I Used to Go Here bukan film drama kehidupan dengan karakter utama yang eksentrik dan unik. Hal ini membuat Kate menjadi relevan dengan penonton secara umum.

Premis dari film ini juga sudah jelas dan sederhana dari awal, seorang penulis yang kembali ke universitasnya. Hal yang menarik adalah; apa yang akan ditemukan oleh Kate saat kembali ke almamaternya tersebut? Mulai dari bertemu dengan dosen idolanya, bertemu dengan mahasiswa baru dengan optimismenya, hingga kembali ke asrama yang sempat Ia tinggali. Pengembangan kisahnya pun sangat natural, tidak ada plot twist atau adegan konflik yang klimaks dan meledak-ledak.

I Used to Go Here

Gravitas Ventures

Sentuhan Komedi yang Tidak Berlebihan dan Menghibur

I Used to Go Here memiliki konten komedi di dalamnya sebagai aksen agar penonton tidak bosan. Karakter pendukung seperti Elliot dan Tall Brandon, juga berhasil disisipkan sebagai “badut” yang menjadi sumber komedi, namun tidak berlebihan.

Beberapa humor cukup natural untuk membuat dialog terasa lebih fresh. Ada juga konten humor yang terasa aneh dan tiba-tiba muncul tanpa kita perkirakan sebelumnya. Komedi yang dihadirkan tidak akan terlalu membuat kita tertawa terbahak-bahak. Secara keseluruhan, I Used to Go Here memiliki genre utama drama, komedi hanya menjadi aksen agar film memiliki mood yang variatif. Kita akan tertawa, merasakan kehangatan nostalgia, hingga kegalauan yang dirasakan Kate. Dimana semuanya tidak terlalu baik, tapi juga tidak terlalu buruk.

Bisa Menjadi Media Refleksi Diri dan Pemberi Semangat

Terkadang, mungkin kita merasakan tekanan ketika orang memuji kita. ‘Wah, sudah lulus kuliah, wah, sudah bekerja’, orang melihat kita telah sukses dan akhirnya menjadi “orang”. Padahal, kita sendiri merasa masih sangat payah dan belum pada titik tersebut; kesuksesan.

Ketika Kate kembali ke kampusnya dan bertemu dengan mahasiswa yang masih muda, mereka melihat Kate sebagai senior yang sudah mapan. Namun, Kate justru tidak merasa nyaman dengan segala pujian yang Ia terima. Karena hanya dia yang tahu bahwa masih banyak kelemahan dan kegagalan dalam dirinya. Sangat menarik melihat bagaimana para mahasiswa memiliki idealisme dan harapan, sementara kita akan lebih relevan dengan Kate yang sudah makan asam garam kehidupan dalam film ini.

I Used to Go Here merupakan film yang sangat santai untuk ditonton. Tak ada dialog-dialog inspiratif atau pelajaran moral secara gamblang disajikan. Memberikan ruang bagi penontonnya mengamati “petualangan” Kate di almamaternya sambil mencicipi sedikit nostalgia dan merenungkan kehidupan kita sendiri.

Click to comment
Advertisement
Cultura Podcast
Connect