Connect with us
Hereditary review

Film

Hereditary Review: Horror Beritme Lambat yang Mencekam

Meskipun beritme lambat tetapi film ini memberikan ketegangan yang tak henti.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Hereditary di sebut-sebut sebagi film horror terbaik pada tahun 2018. Film berdurasi 127 menit ini mengangkat kisah keluarga Graham yang harus berurusan dengan kejanggalan yang ditinggalkan oleh nenek moyangnya yang berkaitan dengan sekte iblis Paimon. Film ini merupakan karya perdana sutradara Ary Aster dalam film berdurasi panjang. Hereditary diperankan oleh Toni Collette (Annie Graham), Gabriel Byrne( Steve Graham), Alex Wolff (Peter Graham), Milly Shapiro (Charlie Graham) dan Ann Dowd (Joan).

Mengisahkan tentang Annie, seorang arsitek miniatur yang mengalami berbagai kejadian aneh setelah kematian ibunya. Annie memiliki 2 anak yaitu Charlie dan Peter. Charlie merupakan seorang anak perempuan yang misterius. Ia sering menggambar, tidur sendirian di rumah pohon, dan gerak geriknya terlihat sedikit aneh. Annie selalu merasakan hawa yang menakutkan di rumahnya. Namun ternyata tak hanya Anine yang merasakan keanehan itu, Charlie pun demikian, ia sempat melihat roh neneknya di hutan.

Annie yang sibuk dengan miniatur-miniaturnya memang sangat fokus dengan pekerjaannya. Suatu ketika, Peter meminta izin untuk pergi ke pesta temannya, ibunya sempat menolak, tetapi Peter bersikeras ingin pergi ke pesta tersebut. Annie pun kemudian memaksa Charlie untuk ikut dengan Peter meskipun Charlie tidak ingin pergi. Charlie yang ditinggal sendirian di pesta itu memakan kue kacang yang membuatnya mengalami alergi hingga sesak nafas. Peter yang panik, langsung membawa Charlie pulang dan mengendarai mobil dengan kencang. Namun naas ketika Charlie mengeluarkan kepalanya dari jendela, Peter tak melihat bahwa ada sebuah tiang di pinggir jalan, hingga akhirnya Charlie tewas dengan kepala terpenggal.

Peter tak menceritakan hal tersebut, hingga keesokan hari ibunya histeris dengan kejadian yang menimpa Charlie. Hubungan Annie dan Peter pun menjadi tidak baik. Untungnya ada ayah Peter yang selalu mengimbanginya. Annie pun datang ke sebuah forum untuk sharing tentang segala masalahnya. Annie mengungkapkan bahwa ia telah ditinggal ibu dan anak perempuannya. Annie merasa depresi, lalu kemudian ia menceritakan tentang hubungannya yang tidak baik dengan ibu nya dan bagaimana keluarga Annie termasuk adiknya mengalami depresi.

Dalam perkumpulan tersebut, Annie bertemu dengan Joan yang juga kehilangan cucu kesayangannya. Suatu ketika, Joan berbicara pada Annie bahwa ia berhasil membawa roh cucunya dengan sebuah ritual pemanggilan arwah. Annie pun diajak ke rumah Joan untuk mempraktekannya, tak disangka terjadi komunikasi antara Joan dan cucunya dengan perantara sebuah gelas. Gelas tersebut bergerak ketika Joan menyuruhnya untuk menggerakkan gelas tersebut.

Annie yang tak percaya, langsung panik dan ketakutan lalu meninggalkan tempat tersebut. Namun, nyatanya Annie pun mencoba mempraktekkan hal tersebut untuk memanggil arwah Charlie. Annie menggunakan buku gambar yang selalu digunakan Charlie. Ayah Charlie menolak melakukan ritual tersebut, namun Peter yang merasa bersalah, ingin mencoba hal tersebut. Mereka pun melakukan ritual itu lalu kehadiran Charlie pun dirasakan dan membuat mereka panik dan sangat ketakutan.

Setelah ritual pemanggilan arwah Charlie, kejadian-kejadian aneh mulai berdatangan. Peter selalu merasakan kehadiran Charlie di mana saja ia berada. Peter pun hampir terbunuh saat ia dirasuki iblis Paimon hingga berulang-ulang membenturkan kepalanya ke meja. Begitupun dengan Annie, ia beberapa kali mengalami kejadian aneh dan dihantui mimpi buruk bahwa Peter telah terbunuh. Karena berbagai kejadian aneh yang terjadi padanya, Annie memutuskan untuk mencari tahu ada apa dengan keluarganya hingga ia pun mengetahui bahwa ibu kandungnya merupakan pemimpin sebuah sekte iblis Paimon dan Joan sebagai anggota sekte tersebut.

Mengambil setting di South Lake City, Utah, Amerika yang memang sering menjadi setting tempat untuk film-film horror Amerika, atmosfer film ini memang sangat menakutkan dari awal cerita. Tone pencahayaan yang gelap dengan dominan warna hijau tosca dan kuning kecoklatan disertai scoring yang mencekam memang memberikan nuansa creepy yang luar biasa.

Meski dengan Jump Scare yang minimal, film ini berhasil memberikan rasa takut yang maksimal. Ari Aster pandai dalam mempermainkan psikologis hingga kita bisa merasa ketakutan sepanjang film, adegan-adegan yang terkesan biasa tetapi bisa memberikan antisipasi adegan selanjutnya yang memberikan efek horror mencekam. Pemilihan pemain untuk mengisi slot karakter dalam film ini juga patut diacungi jempol, dengan gerak gerik dan ekspresi mereka berhasil menyampaikan kesan misterius yang apik.

Meskipun beritme lambat tetapi film ini memberikan ketegangan yang tak henti. Elemen elemen disturbing yang disajikan Ary Aster pun membuat kita terhenyak. Mungkin bagi beberapa penonton, ending film Hereditary ini terkesan membingungkan, tetapi jika merunut kejadian awal hingga akhir, misteri proses bangkitnya iblis Paimon akan terungkap. Sebagai film panjang perdana Ary Aster, Hereditary sukses dalam menyampaikan tujuannya sebagai film horror yang membuat jantung berdetak cepat.

Click to comment

Leave a Comment

unbelieveable netflix review unbelieveable netflix review

Unbelievable Review: Serial Kriminal Dengan Pengembangan Investigasi Mendalam

TV

Clueless (1995) Clueless (1995)

10 Rekomendasi Film Chick Flick di Netflix

Cultura Lists

tall girl netflix movie tall girl netflix movie

Tall Girl Review: Tipikal Film Drama Remaja dengan Pola yang Selalu Sama

Film

flower crew joseon marriage agency flower crew joseon marriage agency

Flower Crew: Joseon Marriage Agency yang Cheesy

TV

Connect