Connect with us
Senigma
forgotten 2017 review
Netflix

Film

Forgotten (Gi-eok-ui Bam) Review

Bagaimana bila orang-orang yang kita anggap keluarga ternyata adalah sekelompok penculik?

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Melihat trailernya saja, kita akan berdebar-debar membayangkan bagaimana plot yang disuguhkan Forgotten (2017). Film yang dalam Bahasa Korea berjudul Gi-eok-ui Bam ini menyuguhkan plot menarik yang akan banyak menipu penonton dari awal sampai akhir. Kita akan dipancing dengan jump scare yang tak terduga. Sebagian penonton bisa saja salah kira dan menganggap film ini bergenre horor. Sutradara sekaligus penulis skenario Hang-jun Jang bekerja sangat baik dalam menciptakan Forgotten.

Ada dua kakak beradik yang akrab dan memiliki hubungan hangat yaitu Jin Suk dan Yoo Suk. Ayah ibu mereka juga sempurna dan hidup mereka begitu indah. Sampai di sini, sebenarnya kita sudah harus curiga. Apakah memang ada hidup yang selurus itu? Apalagi dengan kultur di Asia yang sebagian besar tumbuh dalam keluarga patriarki. Rasanya agak janggal melihat ayah, ibu, dan kedua anak lelakinya memiliki hubungan sangat romantis semacam itu. Bahkan mungkin agak terasa cringey.

Forgotten

Forgotten (2017)

Jin Suk yang sangat sayang dengan Yoo Suk itu terkejut bukan kepalang ketika menyaksikan sang kakak diculik. Anehnya lagi, Yoo Suk kembali 19 hari kemudian tanpa memiliki ingatan mengenai sang penculik. Namun Yoo Suk yang ia kenal berubah 180 derajat. Jin Suk menjadi takut pada kakaknya sendiri. Tak hanya itu, ia akhirnya menyadari perilaku seluruh anggota keluarganya lah yang aneh. Ia merasakan ancaman bahaya.

Akting dari Kang Ha-neul sebagai Jin Suk dan Kim Mu-yeol sebagai Yoo Suk benar-benar bagus. Karena merekalah film ini terasa lengkap sehingga plotnya berjalan dengan baik. Mereka mampu membuat penonton terpana dan terus fokus sepanjang film berlangsung. Bila dibandingkan akting Kim Mu-yeol dalam The Gangster, The Cop, The Devil (2019) yang kacau, di sini ia lebih matang. Namun itu bukan salahnya mengingat karakter yang diciptakan dalam The Gangster, The Cop, The Devil memang buruk.

Kang Ha-neul mampu menampilkan keputusasaannya dengan baik. Bagaimana ia merasa takut, sedih, terpojok, penasaran, semua tergambar baik di wajahnya. Sebagai pemeran utama, tanggung jawab Kang Ha-neul untuk menyukseskan film ini cukup berat tetapi ia mampu melakoninya. Akting para pemeran pendukung sendiri biasa saja, tak bisa dibilang bagus ataupun jelek. Namun akting dari ibu Jin Suk dan Yoo Suk begitu apik. Kita akan dibuat merasa greget.

Ketegangan yang dibangun terlebih dengan sound effect yang mendukung sudah sangat pas di dalam film ini. Paruh pertama akan terasa membuat kita terus bepikir keras ke mana arah plotnya akan dibawa oleh sang sutradara. Tetapi kemudian mendekati klimaks dan paruh akhir film, ketegangan itu menurun berganti menjadi sendu. Walaupun ceritanya sendiri oke tetapi paruh akhir film tidak memiliki pesona sekuat paruh pertama. Meski demikian plot twist yang menghajar hingga detik terakhir film akan membuat penonton geleng-geleng kepala. Memang bukan tipe plot twist yang secerdas atau sekuat Old Boy (2003) maupun Shutter Island (2010).

Begitupun beberapa plot hole yang tidak terselesaikan hingga akhir meski hanya bagian kecil dari jalan cerita keseluruhan. Jika saja plot hole itu lebih dirapikan lagi, film ini bisa menjadi sempurna. Tak semua penonton akan suka dengan bagaimana konflik dalam film ini diselesaikan. Namun bisa jadi itu adalah penyelesaian terbaik yang bisa disajikan sang sutradara.

Click to comment

Leave a Comment

Gerald’s Game (2017) Gerald’s Game (2017)

10 Rekomendasi Film Adaptasi Stephen King

Cultura Lists

Zombieland 2009 Zombieland 2009

Zombieland Review: Film Zombie Komedi Terbaik yang Pernah Ada

Film

five feet apart review five feet apart review

Five Feet Apart Review: Kisah Cinta Terpaut Jarak 5 Kaki

Film

Fight Club (1999) Fight Club (1999)

15 Film Tentang Kesehatan Mental

Cultura Lists

Connect