Connect with us
Mudik Review
Photo Courtesy: Mola TV

Film

Mudik Review: Perjalanan Pulang Kampung yang Memilukan

Ketika momen Lebaran penuh dengan tragedi dan masalah pernikahan.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Akhir Agustus 2020 ini, Mola TV mengawali kerja sama dengan Lifelike Pictures untuk menghidupkan industri film Indonesia, diawali dengan perilisan film Mudik karya Adriyanto Dewo. Dibintangi oleh Putri Ayudya, Ibnu Jamil, dan Asmara Abigail (Perempuan Tanah Jahanam). Film ini telah berkompetisi di 4th International Film Festival & Awards Macao (IFFAM) pada Desember 2019, serta Cinema Asia Film Festival pada Maret 2020 lalu.

Mudik diawali dengan kisah Aida dan suaminya, Firman, yang sedang memiliki konflik dalam pernikahan mereka. Menjelang Lebaran yang tinggal menghitung hari, mereka harus melakukan perjalanan pulang kampung. Di tengah perjalanan, mereka mengalami sebuah peristiwa tragis yang membuat Aida bertemu dengan Santi. Perjalanan ini pun tak lagi soal merayakan Lebaran di kampung halaman, namun bagaimana Aida dan Firman menanggapi konflik yang selama ini terpendam seperti bom waktu.

Nostalgia Mudik Lebaran Sebelum Masa Pandemi

Film ini melakukan syuting pada masa mudik 2018 lalu, sebelum kita harus dengan berat hati tidak bisa pulang kampung dengan normal di tahun ini. Sebuah momen yang seharusnya membahagiakan ini membuat kita merasa galau ketika melihat kita masih bisa bebas melakukan perjalanan kembali ke rumah orangtua untuk merayakan Lebaran. Banyak detil-detil yang berusaha di-setting untuk menghidupkan suasana mudik yang hectic dan ramai melalui berita di televisi, siaran radio, hingga pengambilan gambar yang memperlihatkan kemacetan lalu lintas.

Film Mudik

Courtesy: Mola TV

Materi cerita dalam film Mudik membawakan dua warna yang kontras, melebur dengan cara yang menarik. Di tengah-tengah momen paling meriah dalam setahun, Aida dan Firman sedang mengalami konflik dalam hubungan mereka. Mulai dari momen buka puasa yang canggung dan dingin. Kemudian pada saat malam Takbiran yang semarak, kita akan melihat Aida menangis dengan sakit hati yang bukan main. Momen yang penuh kehangatan dan suka cita akan terlihat kontras karena drama melankolis yang dibawakan dalam film ini.

Mengandung Banyak Konflik, Namun Eksekusi Natural dan Tidak Berlebihan

Tak hanya konflik pernikahan Aida dan Firman, kita juga akan ditimpali dengan berbagai konflik baru seiring perjalanan mudik mereka. Setiap konflik yang dimasukan dalam perkembangan cerita dieksekusi dengan komposisi yang pas dan tidak didramatisir. Ada kalanya terjadi adu mulut yang bikin kita ikut emosi, namun kita bisa melihat konflik tersebut terjadi pada kejadian nyata.

Putri Ayudya juga berhasil membawakan penampilan akting yang membuat kita ikut merasakan stres dan sakit hati yang Ia rasakan. Bersama dengan Ibnu Jamil, keduanya berhasil menampilkan chemistry suami istri yang tarik ulur. Meski sedang di tengah konflik dan hubungan yang renggang, keduanya tetap menunjukan rasa peduli satu sama lain dalam menghadapi masalah baru.

Film Mudik 2020

Courtesy: Mola TV

Akting dari Asmara Abigail sudah tidak perlu diragukan lagi. Ia berhasil membawakan peran Santi, wanita kampung dengan logat dan pembawaan karakter yang otentik.

Produksi Film yang Totalitas dan Berhasil Menghidupkan Suasana Lebaran

Secara keseluruhan, Mudik memiliki produksi film yang terlihat “mahal”. Setiap latar syuting di keramaian dan jalan besar terlihat sangat detail dan nyata untuk sebuah film bernaskah. Mulai dari di jalanan, latar syuting di kampung dengan warga yang banyak, hingga adegan Sholat Ied yang melibatkan banyak sekali orang di sebuah padang pasir. Penampakan visual setiap frame dalam film ini dieksekusi dengan sempurna. Meski tidak mengandung sinematografi yang artistik, namun sudah bagus untuk mendukung cerita yang ingin disampaikan.

Musik latar yang diselipkan juga berhasil membangun suasana pada beberapa adegan krusial. Musik latar tidak selalu dimasukan, hanya didukung dengan suara sekitar yang lebih alami. Memberikan komposisi musik yang pas dan tidak mengganggu.

Film Mudik Review

Courtesy: Mola TV

Sedikit kekurangan dari film ini adalah mixing sound-nya yang mengganggu dalam beberapa bagian. Suasana tempat berhasil dibawakan dengan sound yang jernih, seperti suara berdengung di dalam mobil, hingga keramaian tempat umum. Namun, suara para aktor dan smartphone diselipkan terlalu terjelas dan kurang natural. Jadi terkesan seperti dubbing yang terlalu tebal.

Mudik rilis eksklusif di Mola TV mulai 28 Agustus 2020 dan dapat ditonton dengan mengakses melalui aplikasi perangkat smartphone dan website.

7 Comments
Advertisement
Cultura Podcast
Connect