Connect with us
Senigma
ITZY Kpop
Photo via itzy.jype.com

Music

EVERGLOW versus ITZY: Girl Group Rookie dengan Konsep Girl Crush

Girl crush adalah salah satu representasi kekuatan perempuan dalam budaya Korea.

Penggemar K-pop tidak akan asing dengan terminologi girl crush. Konsep ini sukses digunakan Black Pink sejak 2016. Sebenarnya apa itu girl crush? Ini adalah konsep empowering women. Perempuan dianggap berdaya, kuat, keren, mandiri, apapun istilahnya sehingga si perempuan tidak hanya dilihat sebagai sosok yang cantik. Hal ini menjadi penyegaran di antara konsep-konsep lain yang digunakan girl group pada umumnya yang mengusung style imut dan girly. Girl crush adalah salah satu representasi kekuatan perempuan dalam budaya Korea. Konsep inilah yang kemudian digunakan dua rookie kita, Everglow dan ITZY.

Itzy muncul lebih dulu dan menggebrak pasaran di awal 2019 dengan lagu Dalla Dalla. Awalnya banyak dari penggemar K-pop yang menghina lagu ini karena dianggap aneh dan gagal. Namun tak sedikit yang langsung menjadi fans dari Itzy dan tergila-gila dengan lagu bergenre fusion grove ini. Banyak pula yang melabeli Itzy sebagai Twice 2.0 karena sama-sama berasal dari JYP dan dianggap ‘mengcopy’ keimutan para personel Twice. Tentu saja hal itu hanyalah anggapan sekilas saja karena Itzy bersinar cerah dengan koreografi yang lebih rancak.

Sebagian penggemar mungkin terkecoh dengan Itzy yang terlihat cantik dan manis. Tak dapat dipungkiri, mereka tetaplah mengusung konsep girl crush. Hal ini dapat dilihat dari lirik lagu yang menekankan pada kepercayaan diri dan self love. Lirik lagunya menekankan bahwa Itzy tidak mau disamakan dengan yang lain atau dinilai berdasarkan standar orang lain. Meski pada awalnya lagunya terdengar seperti kekanakan—para personel Itzy memang di bawah umur—tapi kita akan jatuh hati dengan nadanya yang upbeat. Apalagi tatapan mata Yeji dan Lia yang sangat fierce karena inilah salah satu ciri khas girl crush. Fierce, dan style yang unik seperti pakaian jaring atau paku serta sepatu boots.

Menilik sejarah, sebenarnya konsep girl crush juga menampilkan perempuan yang tomboi seperti Lee Sang Eun, solois Korea tempo dulu. Kita dapat melihatnya pada Ryujin dan Yuna yang terutama memakai jaket kulit. Chaeryeong sendiri dalam beberapa penampilannya di panggung setia mengenakan rok yang merepresentasikan napas dari Dalla Dalla sendiri yaitu tidak mau disamakan dengan yang lain atau dinilai sesuai standar orang lain. Chaeryeong tetap bisa tampil badass dan fierce dengan mengenakan rok. Secara keseluruhan, Itzy sendiri meraih banyak kesuksesan di tempo yang sangat singkat dan membuktikan bahwa konsep girl crush dicintai Korea, tak hanya yang imut-imutnya saja.

Berikutnya adalah Everglow. Manajemennya adalah Yuehua yang berasal dari Tiongkok. Berdasarkan teaser, bisa dilihat masing-masing identitas dari member. Aisha terlihat badass. E:U dan Mia terlihat fierce. Mia merupakan salah satu member yang paling menarik perhatian dan memiliki kharisma kuat dalam video klip mereka. Ini karena ekspresinya yang selalu on point. Sihyeon terlihat seperti dewi, Yiren terlihat classy, dan terakhir adalah Onda dengan teaser paling imut serta ceria. Mereka membawakan lagu bergenre EDM.

Ketika bersatu dalam sebuah grup, mereka terlihat diberikan porsi bersinar yang sama. Inilah salah satu yang sering dikritisi dalam konsep idol group di Korea yaitu bagaimana membagi porsi yang sama rata terhadap semua personel. Terutama bila jumlah personelnya banyak. Begitu pula dengan koreografi dari lagu Bon Bon Chocolat yang nampanya berhasil menonjolkan tiap personel dengan baik, terima kasih kepada Lia Kim. Koreografi indah ini dibuat oleh Lia Kim, pendiri dari 1MILLION Dance Studio, salah satu kelas tari paling ternama di Korea. Sebelumnya studio ini telah membuatkan koreografi keren untuk Mamamoo dalam lagu Gogobebe.

Bon Bon Chocolat sendiri adalah lagu mengenai meraih mimpi. Dari liriknya saja kita sudah tahu bahwa ini adalah tipe lagu yang mengusung konsep girl crush. Ciri lain yang nampak dari konsep girl crush adalah “pamer kekuatan” yang ditampilkan melalui kendaraan. Pada video clip Bon Bon Chocolat, kita dapat melihat motor dan mobil. Namun nampaknya Yuehua Entertainment tidak ingin menghilangkan unsur girly dari Everglow sehingga salah satu personel muncul menaiki unicorn. Style pakaian yang dikenakan juga campuran dari konsep fierce maupun girly. Dress flowy warna ungu bisa saja disatukan dengan sepatu boots. Rok mini motif tartan dengan sabuk kulit dan sepatu boots. Atasan crop top dengan celana bikers. Nampaknya stylish Everglow benar-benar bekerja keras—dan berhasil—dalam memadu madankan pakaian serta style yang sesuai dengan kepribadian tiap personel.

Salah satu kelebihan konsep girl crush adalah ia dapat terlihat menarik baik di mata lelaki maupun perempuan. Konsep ini menyenangkan kaum adam sekaligus kaum hawa ketika melihat representasi kelompoknya ditampilkan tak sekadar lemah lembut tapi juga kuat dan memiliki sisi pemberontak. Kaum hawa melihat bahwa grup-grup dengan konsep girl crush ini terlihat keren meski tidak sepenuhnya tampil tomboi. Pemakaian bahan seperti kulit maupun sequin nampak bertabrakan padahal dapat terlihat sangat baik. Konsep girl crush juga membuat perempuan merasa berdaya dan hebat karena dapat mengimitasi nilai-nilai yang dianggap maskulin di mata masyarakat. Seperti ketika Mia Everglow menaiki motor, atau Jennie Blackpink menaiki tank.

Namun konsep ini akan menjadi sia-sia jika hanya menjadi sekadar konsep saja. Masyarakat Korea yang masih menganut nilai-nilai patriarki membuat konsep girl crush seakan layu di luar panggung. Naeun A Pink dan Irene Red Velvet adalah contoh bagaimana masyarakat menunjukkan dukungan semu dan hanya menyukai girl crush tampil di atas panggung. Mereka tak suka bila idol perempuan tampil secara terbuka sebagai perempuan berdaya. Tapi tentu tak semua mendapat kritikan keras dari publik. Sunmi sendiri aman-aman saja ketika meneriakkan “I am Independent Woman” dalam salah satu turnya di Amerika. Semoga saja ke depannya masyarakat Korea dapat menerima pada idol group apa adanya, tak hanya citra yang mereka lihat di panggung atau layar kaca.

Click to comment

Leave a Comment

Haim Hallelujah Haim Hallelujah

HAIM: Hallelujah Single Review

Music

celine dion courage celine dion courage

Celine Dion: Courage Album Review

Music

Zara Larsson Zara Larsson

Track of The Week: Celine Dion, Indila, Zara Larsson

Cultura Lists

Billie Eilish: Everything I Wanted Single Review Billie Eilish: Everything I Wanted Single Review

Billie Eilish: Everything I Wanted Single Review

Music

Connect