Connect with us
Eli
Netflix

Film

Eli Review: Lika-Liku Menuju Akhir Yang Tidak Begitu Horor

Tidak selamanya plot twist memiliki dampak yang bagus, terutama ketika ada terlalu banyak twist yang dibubuhkan.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Eli (2019) dimulai seperti film thriller pada umumnya, seorang karakter utama yang tiba di sebuah lingkungan baru dan menemui hal-hal janggal di sana. Tidak terlalu banyak hal yang dapat dikatakan revolusioner dalam film ini, tetapi penonton akan dibawa semakin dalam ke rangkaian misteri yang tak ada ujungnya.

Eli, seorang bocah laki-laki dengan penyakit yang membuat imun tubuhnya turun, dibawa ke sebuah tempat praktik Dr. Horn yang mengaku sudah berhasil menyembuhkan seluruh pasiennya. Bersama kedua orang tuanya, Eli menjalani serangkaian pengobatan di bangunan tua tersebut. Akan tetapi, semakin jauh Eli menjalani pengobatan, semakin sering ia melihat hantu-hantu di bangunan tersebut. Apakah ini hanya efek samping dari obat Eli? Ataukah terdapat misteri yang lebih dalam di baliknya?

Eli netflix

Netflix

Ditulis oleh tiga orang–David Chirchirillo, Ian Goldberg, dan Richard Naing–Eli terkesan terlalu memaksakan untuk memuat sekian banyak plot twist dalam kisahnya. Sesungguhnya pengungkapan besar yang ada hanya satu saja di akhir film, tetapi para penulis kerap meninggalkan jejak-jejak yang nantinya akan menjadi foreshadowing pengungkapan tersebut.

Babak ketiga film ini dibuat sangat bertele-tele dengan serpihan-serpihan petunjuk yang diberikan seperti Hansel dan Gretel meninggalkan roti di jejak mereka. Sayangnya, hal ini justru yang menjadikan suatu perjuangan tersendiri untuk mencapai ujung kisah Eli.

Untuk sebagian besar bagian, sutradara Ciaran Foy cukup berhasil dengan arahannya, terutama pada bagian-bagian yang menunjukan kemunculan hantu. Meski begitu, mungkin sang sutradara masih belum cukup terbiasa dalam mengarahkan anak kecil sehingga beberapa adegan Charlie Shotwell, pemeran Eli, justru terkesan sangat kaku dan repetitif. Di lain sisi, sang sutradara cukup jeli dalam mengarahkan para pemain lainnya, terutama menjelang akhir film dimana hampir seluruh karakter dapat berada dalam satu gambar yang sama.

Eli Netflix

Netflix

(Warning: Spoiler)

Sebagai tambahan, para aktor dan aktris dalam film ini sangat naratif sehingga berhasil menyokong film dengan baik. Kelly Reilly, pemeran Ibu Eli, memberikan performa yang sangat baik dalam film ini. Meskipun pengungkapan rahasia di akhir sangat bertele-tele, cara sang aktris dalam membawakannya begitu dinamis dan menunjukan perkembangan karakter yang sangat nyata.

Lili Taylor sebagai Dr. Horn juga cukup meyakinkan dalam memerankan seorang dokter dengan latar belakang rahasia yang harus menanggung beban karakter antagonis sejak awal film. Beda halnya dengan Max Martini, pemeran Ayah Eli. Sama seperti hampir seluruh karakter lain, sang Ayah tidak diberikan latar belakang yang cukup konkrit, tetapi para aktris lainnya tetap memberikan performa yang cukup meyakinkan dan mencerminkan motif mereka. Sedangkan Max Martini nampaknya tidak cukup dapat menggunakan minimnya latar belakang sang Ayah untuk mencerminkan motifnya, terutama pada akhir film.

Sinematografi dan musik Eli sangat umum ditemukan dalam film horor lainnya. Penuh dengan adegan-adegan di lorong bangunan tua, pengambilan gambar yang menunjukan betapa terisolasinya tempat protagonis di tengah-tengah hamparan luas, dan musik yang tiba-tiba menaikkan temponya ketika sang protagonis mengalami sesuatu.

Salah satu hal yang mungkin paling menarik dalam arahan, pengambilan gambar, dan penyuntingan film ini mungkin adalah bagaimana ayunan kamera dan permainan bentuk serta siluet berhasil dijalankan dengan begitu mulus untuk memperlihatkan adanya hantu yang mengganggu.

Eli mengambil jalan yang terlalu berliku untuk dapat tiba di titik akhirnya. Bukan terasa seperti sebuah film horor thriller yang akan memberikan rasa lega bagi para penonton, Eli justru lebih cocok menjadi episode pertama dari sebuah serial anak remaja keturunan Iblis.

Terlepas dari seluruh jalan panjang yang diambil oleh film ini, Eli menunjukan bahwa tidak semuanya terlihat sebagaimana adanya, serta bahwa keinginan yang berlebihan dapat menimbulkan malapetaka di kemudian hari.

Click to comment
Advertisement
Cultura Podcast
Connect