Connect with us
Dylan Moon Only The Blues review
dylanmoon.com

Music

Dylan Moon: Only The Blues Album Review

Lagu-lagu slow pop dengan atmosfer malam yang menenangkan.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

“Only The Blues” merupakan album debut dari penyanyi Dylan Moon yang direkam di kamar tempat tinggalnya di Los Angeles. Album ini terdiri dari 14 track yang akan membawa kita ke negeri mimpi dengan musik pop psychedelic yang menghanyutkan. Setiap track memiliki flow dan transisi yang lembut, membuat kita terkadang tidak menyadari bahwa track sudah berganti. Album ini cocok untuk kita yang menyukai album dengan rasa yang sama pada setiap track.

Dibuka dengan track “Hope Dog”, track instrumental gitar akustik yang dreamy dengan durasi sekitar 1 menit. Track satu ini semacam intro yang akan membawa kita memasuki dunia Dylan Moon; di sebuah kamar kecilnya di Los Angeles pada malam hari dengan sinar bulan.

Dilanjutkan dengan serangkaian track yang memiliki nuansa sama satu sama lain. Mulai dari “Death Warmed” dengan aransemen musik surf rock pada gitar berpadu dengan piano yang lembut. Dilanjutkan dengan track “Rosy” yang kaya dengan efek electro, techno, soft pop, dengan nuansa psychedelic. Semetara “Chimeys” merupakan salah satu track yang terdengar sekali nuansa alternatif rock dengan aransemen gitar yang khas.

“A Witch” merupakan track puncak dengan beat dan aransemen yang lebih dinamis dan variatif dibandingkan dengan track-track lainnya. Aransemen gitar akustik yang dinamis dan teknikal dipadukan dengan guitar rock dengan distorsi yang kontras. Ditambah dengan dentuman drum yang powerful, memberikan kesan psychedelic namun diakhiri dengan melodi yang menenangkan.

Aransemen musik kembali melambat dan mendayu-dayu pada track selanjutnya, “Analog”. Beberapa track berikutnya, “Blue Jean”, “Collapse”, dan “Song For Jerry”, juga memiliki aransemen musik psychedelic pop yang membuat kita kembali ke nuansa tenang yang menjadi statement dalam album “Only The Blues”.

Satu lagi track instrumental dalam album ini dengan durasi pendek adalah “Interlude”. Selama sekitar 1 menit, kita mendengarkan solo gitar dengan warna funk dan city pop yang memberikan “bumbu” dalam album yang terlalu kalem ini. Setiap track dalam album ini tidak memiliki chorus yang catchy maupun peralihan verse ke chorus yang menonjol.

Semua lagu terasa seperti aliran sungai dengan instrumen gitar soft rock yang menenangkan yang dipertahankan hingga track terakhir.

Secara keseluruhan, “Only The Blues” merupakan album meditasi rock dengan musik bagai ketenangan malam bermandikan cahaya bulan yang redup. Terdengar otentik dan original, album ini cukup memberikan statement yang kuat untuk mendefinisikan warna musik seperti apa yang dimiliki oleh seorang Dylan Moon.

Click to comment

Leave a Comment

Glenn Fredly Glenn Fredly

10 Tembang Terbaik Glenn Fredly

Cultura Lists

Musik Jazz: Dari Piringan Hitam dan Lantai Dansa, Hingga Ke Festival Budaya

Music

perkembangan industri genre musik perkembangan industri genre musik

Lika-liku Genre Musik di Era Generasi Z, Serta Platform yang Mengikuti

Music

Rinni Wulandari Rinni Wulandari

Rinni Wulandari: Keep On Movin’ Single Review

Music

Advertisement
Connect