Connect with us
DPR IAN
Photo via Twitter.com/DPRIAN_

Music

DPR IAN: Moodswings In This Order EP Review

Tentang kegelisahan dan keraguan yang dibalut dengan musik R&B romantis.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Semenjak meninggalkan K-Pop boyband, C-Clown pada 2015, DPR IAN tetap produktif sebagai produser musik. Mulai dari Bobby dari iKON hingga Mino, DPR IAN menikmati proses kreatifitas dibalik kesuksesan musisi R&B maupun hip-hop dalam industri musik Korea semakin universal sekarang ini.

Memiliki persona ala ‘bad boy’ dengan tato dan jaket kulit; “Moodswings In This Order” (MITO) merupakan solo album pertama DPR IAN yang menyajikan sisi lain dari musisi bertalenta ini. Ada kegelisahan, keraguan, dan rasa takut yang Ia tuangkan dalam 8 track dalam EP ini.

‘MITO’ menjadi track instrumental pembuka yang menyambut pendengar dengan ‘santapan pembuka’ sebelum menyelam lebih dalam pemikiran dan perasaan IAN yang personal. ‘MITO’ menjadi track yang menghadirkan warna musik R&B yang modern dan gelap, berisi tangisan dan teriakan yang seakan memberi kita peringatan akan mood suram yang akan rasakan ketika mendengarkan track-track berikutnya.

‘So Beautiful’ dibuka dengan intro yang memiliki aransemen musik serupa dengan ‘MITO’, hingga secara tiba-tiba berubah menjadi track R&B yang santai dengan petikan gitar ala musik Latin yang memberikan kenyamanan. Dengan layer utama aransemen yang sederhan dan chord yang adiktif, IAN menambahkan berbagai unsur instrumen sebagai aksen selama musik melantun, mulai dari piano, gesekan instrumen string yang mencekam, hingga brass instrumen.

Setelah dengan percaya diri merayu dalam lagu ‘So Beautiful’, ‘Dope Lovers’ merupakan track R&B dengan sentuhan slow-disco, menyatakan keraguan dalam sebuah hubungan dan kepribadian. Melalui ‘So Beautiful’ IAN merayu orang yang Ia sukai untuk memahami dirinya yang gelap namun tak segila yang dipikirkan. ‘Dope Lovers’, dengan aransemennya yang lebih gloomy dan down beat, merupakan peleburan antara cinta dan keraguan yang memberi rasa nyaman sekaligus melankolis.

Tak selalu suram, ‘No Blueberries’ menjadi salah satu lagu paling bright dalam album ini. Berkolaborasi dengan CL, track satu ini memiliki aransemen musik R&B yang dipadukan dengan hip hop; dengan chorus yang catchy dan rap pada bagian bridge akhir.

‘Nerves’ menjadi track yang memberiakn varian warna musik dalam album “MITO” dengan aransemen rock alternatif. Memperdengarkan komposisi gitar elektrik dengan berbagai efek, berpadu dengan drum, IAN meracik track patah hati ini dengan rockstar-attitude. Tidak kontras dengan track lainnya, ‘Nerves’ masih memiliki gaya penulisan lirik yang setam dengan konsep album ini.

IAN mengaku sebagai pribadi yang rapuh dan penakut melalui lagu dengan aransemen musik yang ceria, ‘Scaredy Cat’. Track ini masih memperdengarkan sedikit sentuhan rock, namun lebih dominan dengan warna pop dan lo-fi yang terdengar damai dan menenangkan, membalut lirik yang penuh dengan kegelisahan dan permohonan untuk rasa aman.

Jika track-track lainnya masih ada ‘sugar-coating’-nya, ‘Welcome To The Show’ merupakan track alternative dimana kita bisa mendengarkan IAN menyatakan perasaan sejujur mungkin; tak berusaha menjadi teka-teki, tanpa perumpamaan. Menyanyikan ketakutan terbesarnya dengan musik guitar-based, dengan lantang berteriak, “I’m scared of what’s next, I still don’t know where to go” melalui chorus.

‘No Sillhouette’ secara jelas menjadi track penutup dari perjalanan kita memahami sisi paling sensitif dari DPR IAN yang Ia presentasikan melalui album perdananya ini. Dengan track minim lirik yang memperdengarkan racikan musik gloomy R&B, namun ada perasaan lega yang bisa kita rasakan melalui komposisi down beat yang danceable, berbeda dengan track pembuka, ‘MITO’ yang seakan menunjukan rasa nervous dari IAN untuk mengajak kita melihat ke dalam dirinya.

Sebagai EP perdana, “MITO” berhasil memenuhi ekspektasi pendengar akan kualitas DPR IAN sebagai seorang produser. “MITO” memiliki kemasan yang tampak gelap, namun di dalamnya ada banyak kreatifitas dalam mengkomposisi musik dengan berbagai refenresi genre; baik lagu yang memiliki vibe gelap, maupun yang santai dan ceria.

Dalam segi penulisan lirik juga, ada pesan sederhana yang ingin IAN sampaikan, yaitu tentang kecemasan, keraguan, dan ketakutan. Agar tidak terlalu depresif dan pesimis, diberi sentuhan romansa sebagai harapan dan penolong untuk mempersembahkan materi musik yang lebih universal dan dekat dengan pakem musik R&B.

Click to comment

Demi Lovato Demi Lovato

Demi Lovato: Dancing with the Devil… The Art of Starting Over

Music

Blxst Blxst

BLXST feat. Ty Dolla $ign & Tyga: Chosen Single Review

Music

Kang Daniel Kang Daniel

Kang Daniel: Antidote Single Review

Music

Dave Grohl, Mick Jagger Dave Grohl, Mick Jagger

Mick Jagger with Dave Grohl: Eazy Sleazy Single Review

Music

Advertisement
Cultura Live Session
Connect