Connect with us
dash and lily
Netflix

TV

Dash & Lily Review: Kisah Cinta yang Bermula dari Buku Catatan

Drama remaja romantis bertabur keajaiban natal.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Netflix telah mengumandangkan semangat natal dengan banyak rilisan film dan serial bertema natal di bulan November ini. Dash & Lily menjadi salah satu hiburan bernuansa natal yang telah dirilis oleh Netflix pada 10 November 2020. Dibintangi oleh Austin Abrams dan Midori Francis, Dash & Lily diadaptasi dari novel bertajuk Dash & Lily’s Book of Dares yang ditulis oleh David Levithan dan Rachel Cohn.

Natal merupakan musim liburan favorit Lily, sementara Dash membenci natal. Keduanya menjalin interaksi unik setelah Dash menemukan buku catatan Lily di toko buku. Lily meninggalkan buku tersebut dengan harapan terciptanya kisah cinta romantis yang selama ini Ia dambakan.

Dash & Lily akan membawa kita pada nuansa natal di kota New York yang meriah, dan hangat. Serial ini mungkin sudah memiliki format yang tidak asing, tipikal drama romantis komedi remaja dengan dua tokoh utama yang kontras serta kisah cinta penuh dengan teka-teki dan agenda unik. Serupa dengan beberapa judul film Netflix Original lainnya seperti The Kissing Booth, To All the Boys I’ve Loved Before, dan The Half of It.

Dash dan Lily yang Menemukan Cinta Serta Kesempatan Mengembangkan Diri

Tak bisa dipungkiri kita akan memiliki ekspektasi generik tentang pasangan remaja dimana laki-laki pemurung dan perempuan periang dipasangkan dalam kisah ini. Lily tampil sebagai sosok yang cukup memenuhi kriteria sebagai karakter manic pixie girl; periang, menyenangkan, dan memikat dengan teka-teki yang Ia mainkan. Sementara Dash tampil sebagai laki-laki pemurung yang selalu gusar, membenci natal, belum move on dari mantan, serta dari keluarga broken home. Untungnya, Dash & Lily memungkiri ekspektasi kita dengan menghadirkan perkembangan karakter berbeda dari gagasan tersebut.

dash and lily netflix

Netflix

Lily bukan perempuan sempurna, Ia juga memiliki pergulatan batin sendiri. Tak hanya Lily yang menyelamatkan Dash dari musim liburan yang paling Ia benci, Ia juga membantu Lily untuk keluar dari cangkangnya. Interaksi yang mereka jalin melalui buku catatan terasa menyenangkan untuk diikuti. Ketika masing-masing berani membuka diri hanya karena merasa mengungkapkan hal personal pada orang asing tidak akan berdampak pada kehidupan mereka.

Tak hanya mengungkapkan rasa gunda, Dash dan Lily juga saling mengenalkan diri dengan menuntun masing-masing ke berbagai lokasi unik di New York. Setiap tantangan yang mereka lontarkan tak sekedar membangun ikatan dan perasaan, namun juga saling mendukung dan membangun satu sama lain dengan cara positif.

Interaksi romantis yang disuguhkan dalam serial ini sangat kental dengan nuansa fantasi, ajaib, dan terlalu sempurna, namun dieksekusi dengan cukup baik untuk menjadi tontonan ringan yang menghangatkan hati. Setidaknya pada beberapa episode pertama.

Chemistry Kedua Tokoh Utama yang Antiklimaks

Kita akan sangat menikmati serangkaian tantangan yang dilakukan oleh Dash dan Lily. Mulai dari tantangan kecil yang manis hingga tantangan besar yang seru dan pada akhirnya mengubah kepribadian mereka. Meski secara teknis mereka tidak melakukan kegiatan-kegiatan seru bersama, editing yang ditampilkan membuat keduanya seakan-akan selalu mendampingi satu sama lain ketika berkeliling ke spot-spot menyenangkan di New York.

Cukup berhasil menciptakan rasa tak sabar bagi kita untuk keduanya segera bertemu dan menjadi pasangan bahagia. Salah satu faktor penting untuk menjaga antusiasme penonton mengikuti serial ini hingga episode terakhir.

Sayangnya, ketika hubungan keduanya masuk ke tahapan berikutnya, chemistry yang awalnya sangat sempurna tidak berakhir sesuai harapan kita. Ada formula yang kurang tepat dalam mengeksekusi interaksi Dash dan Lily ketika medianya berubah. Meninggalkan perasaan yang antiklimaks. Tidak mengecewakan, namun jatuhnya biasa-biasa saja.

dash and lily

Netflix

Plot Awal yang Berkembang Secara Natural, Namun Akhir yang Dipaksa

Pada episode-episode pertama, Dash & Lily menghadirkan plot yang berkembang dengan cukup natural. Meski ada sentuhan kebetulan dan keajaiban yang dramatis, plot memiliki berbagai agenda yang santai dan tidak tergesa-gesa. Tahapan pertama hubungan Dash dan Lily memiliki gagasan yang cukup menarik; ketika masing-masing dari mereka memiliki gambaran sempurna akan satu sama lain. Tak bisa dipungkiri hal tersebut terasa bagai fantasi, namun hal tersebut sangat mungkin terjadi pada kita, bukan?

Ketika kita mengenal orang melalui sosial media atau aplikasi kencan, hanya dengan percakapan jarak jauh yang menyenangkan, semuanya terasa sempurna dan kita mulai memiliki fantasi tentang sosok yang ideal. Namun pada akhirnya, apa mereka benar-benar sesempurna ekspektasi kita? Hal tersebut juga menjadi salah satu isu yang disematkan dalam kisah ini.

Bukan spoiler besar lagi bahwa pada akhirnya Dash dan Lily akan bertemu. Namun apakah pertemuan mereka akan semanis yang kita bayangkan? Serial ini menyajikan kelanjutan cerita yang tidak terduga, meski tidak terlalu mengejutkan. Salah satu poin plus adalah bagaimana pada akhirnya kenyataan menghantam mereka dengan cara tidak menyenangkan.

Namun, lagi pada akhirnya, banyak keputusan dari karakter pendukung yang tampak memudahkan kedua karakter utama. Kita akan kembali ke dunia fantasi dimana semuanya berjalan lancar. Penyelesaian terasa sangat sangat dipaksakan demi akhir yang bahagia.

Meski memiliki beberapa kekurangan dalam menyuguhkan penulisan cerita secara profesional, Dash & Lily bisa menjadi serial yang memberikan kehangatan natal menjelang akhir tahun. Serial ini sangat cocok buat kita yang sedang ingin bersantai, tertawa, dan merasakan percikan cinta dengan teka-teki yang menyenangkan.

Click to comment
Advertisement
Cultura Podcast
Connect