Connect with us
dreamcatcher
Dreamcatcher | Kpop Wiki

Cultura Lists

Daftar Lagu K-pop Underrated Awal 2019

Walau ada banyak debut maupun comeback yang sukses, ada pula yang underrated meski kualitasnya bagus.

Bisa dibilang, berasal dari agensi besar dan jaringan kuat di industri musik K-pop hampir menjamin seorang idol ataupun grup mendapat kesuksesan. Sebaliknya, yang berasal dari agensi kecil bahkan hampir tak dikenal namanya harus bersaing ketat. Selain promosi yang mengeluarkan banyak biaya, mereka pun harus berjuang agar dapat muncul di acara-acara musik. Memperebutkan piala pun sulit bila masuk ke televisi saja mahal. Padahal, banyak idol maupun grup yang memiliki karya yang bagus dan menanti waktu yang tepat untuk bersinar.

Saay – ZGZG

Saay dulunya tergabung dalam girl group Evol yang debut pada 2012. Sayangnya girl group ini bubar pada 2015. Saay yang memiliki kemampuan vokal baik dan kharisma kuat di panggung lantas memutuskan untuk bersolo karir. Ia menjadi penulis lirik, arranger, sekaligus komposer pada single bertajuk ZGZG ini. Dengan musik R&B yang rancak, Saay menunjukkan taringnya di kancah industri musik Kpop. Perempuan bernama asli Kwon Sohee ini juga pernah membantu menulis lagu Super Junior. ZGZG terdengar segar sekaligus matang, menunjukkan Saay bukan amatiran. Sayang sekali lagu ini belum berhasil menggebrak pasar.

Dreamcatcher – And There Was No One Left

Walau sejak debutnya pada 2016 Dreamcatcher masih belum meraih kesuksesannya di industri musik, mereka tetap konsisten memproduksi lagu-lagu unik. Misalnya Fly High yang kental dengan nuansa Jpop atau Piri dengan nuansa rock. Kali ini mereka kembali comeback dengan And There Was No One Left yang terdengar lebih ringan dibanding lagu-lagu mereka sebelumnya. Lagunya sendiri easy listening tanpa menghilangkan ciri khas Dreamcatcher. Grup beranggotakan tujuh orang anggota ini sempat bernama Minx sebelum akhirnya menyandang nama Dreamcatcher.

Ravi VIXX dan Eunha Gfriend – Blossom

Ravi alias Kim Won Sik adalah salah satu member dari boy group VIXX yang kini telah memisahkan diri dari agensi karena ingin membentuk agensinya sendiri. Ia dikenal memiliki suara yang maskulin. Ravi juga dijuluki sebagai king of collaboration karena seringnya ia berkolaborasi dengan musisi lain. Salah satunya adalah dengan Eunha Gfriend melalui Blossom. Suara Eunha yang imut berpadu unik dengan suara Ravi yang cenderung tebal. Blossom sendiri adalah lagu bertema musim semi. Tema musim seringkali digunakan oleh musisi yang tinggal di negara empat musim. Lagu yang diproduksi sengaja disesuaikan dengan musim yang sedang dijalani.

Jea Brown Eyed Girls dan Cheetah – Dear Rude

Dear Rude mengingatkan kita pada lagu Kpop tempo dulu. Jea sendiri berasal dari girl grup lawas Brown Eyed Girls yang sangat ternama pada masanya. Meski masa kejayaan grup ini sudah lewat, Jea tetap menunjukkan kekuatan vokalnya yang tak main-main. Cheetah sendiri adalah rapper perempuan dengan nama asli Kim Eun Yong. Meski bagian Cheetah di dalam Dear Rude tak banyak, ia mampu mengimbangi kegarangan Jea. Pada video klipnya, Dear Rude mengusung tema yang tak biasa yaitu vampir. Meski awalnya video klip ini terlihat sedikit mengganggu tetapi gambaran visualnya cukup menarik dan cocok dengan lagunya.

Hyolyn – You Know Better

Kali ini Hyolyn comeback dengan menulis, mengomposisi, dan memproduseri lagunya sendiri. Hyolyn adalah member dari girl group Sistar yang dikenal dengan citranya yang hot (seksi). Namun kali ini Hyolyn mencoba tampil sendu dalam You Know Better. Video klipnya sederhana dengan hanya menampilkan Hyolyn dalam latar hitam. You Know Better menunjukkan bahwa Hyolyn tak hanya sukses menjadi bagian dari girl band tetapi juga sebagai seorang solois. Selain materi lagu yang baik, ia juga menunjukkan pesonanya walau melepas citra panas atau lagu khas musim panas yang biasa ditampilkannya.

Click to comment

Leave a Comment

Connect