Connect with us
compliance

Film

Compliance: Prank Call dan Pelecehan Seksual Terburuk

Film indie yang berasal dari kisah nyata. Ada 70 kejadian serupa di seluruh Amerika.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Craig Zobel menulis dan menyutradarai sendiri Compliance (2012). Ini adalah film ketiga yang ia buat setelah A Letter From My Father (2001) dan Great World of Sound (2007). Meski ia banyak memproduksi film indie, sebenarnya ia telah memasuki pasar film mainstream sejak tahun ini. Namun sayang film tersebut ditunda perilisannya karena tragedi penembakan di El Paso dan kemiripan jalan cerita. Kita mungkin masih asing dengan namanya. Namun film yang ia produksi tak bisa dipandang sebelah mata.

Alkisah Sandra (Ann Dowd) adalah seorang manajer di restoran cepat saji. Ia memulai harinya dengan buruk karena keadaan di restoran tidak sesuai semestinya. Ada karyawan yang lupa menutup pintu kulkas dan membahayakan stok bahan makanan di dapur. Sandra yang cukup berumur ini berusaha untuk terlihat dapat bergaul dengan karyawannya yang jauh lebih muda. Usaha Sandra tersebut gagal. Ia menyadari bahwa karyawan yang lain menyindirnya.

Salah satunya adalah Becky (Dreama Walker). Kita akan mengingat wajah tengilnya pernah bermain dalam serial TV Don’t Trust The Bitch in Apartment 23 bersama Krysten Ritter. Di sini, Becky adalah objeknya. Ia akan dibuat menderita akibat sebuah telpon yang berasal dari Daniels (Pat Healy). Opsir Daniels menelpon Sandra dan mengatakan bahwa Becky dituduh mencuri uang pelanggan. Ia juga mengatakan sebelum menghubungi Sandra, ia telah menghubungi atasan Sandra yaitu Robert. Hal itu tentu saja membuat Sandra percaya.

Selanjutnya berlangsung seperti mimpi buruk bagi Becky. Ia terpaksa rela digeledah hingga telanjang. Barang-barangnya disita. Karyawan lain harus melihatnya dalam kondisi seperti itu. Ia juga disuruh melakukan berbagai gerakan yang tujuannya untuk mengetahui di mana ia menyembunyikan uang. Gerakan-gerakan tersebut sangat cabul. Intinya, Becky menjadi korban pelecehan seksual hanya atas dasar telpon seorang polisi ke restoran cepat saji tempatnya bekerja.

compliance 2012

Compliance (2012)

Sebenarnya ini akan membuat kita berpikir bagaimana mungkin ada orang percaya telpon semacam ini dari kepolisian? Mana mungkin polisi menyuruh masyarakat sipil melakukan penggeledahan terhadap pelaku pencurian? Memang tidak masuk akal tetapi kenyatannya hal ini telah terjadi sebanyak 70 kasus sejak tahun 1995 di 30 negara bagian Amerika. Kasus yang terkenal adalah milik Louise Ogborn. Ketika hal tersebut terjadi, ia baru berusia 18 tahun dan masih siswi SMA. Ia akhirnya memenangkan gugatan dan mendapat ganti rugi sebesar 1 juta dolar.

Ending di film ini memang tidak sejelas kisah nyatanya. Tapi detail pelecehan seksual yang dialami Becky sangat mirip dengan yang dialami Louise. Bisa dibayangkan betapa menderitanya para korban mengingat kejadian ini telah mencapai 70 kasus. Tentu saja para manajer ini sangat bodoh karena begitu mudah ditipu. Namun kita perlu mengingat bahwa di masa itu internet belumlah mudah diakses seperti saat ini. Kasus-kasus ini tidak bisa viral dengan mudah. Apalagi pelaku sengaja menyasar restoran cepat saji di daerah pedesaan atau pinggiran kota di mana orangnya dianggap lebih polos dan mudah dibujuk.

Ini juga berkaitan dengan cara pandang kita terhadap aparat kepolisian. Kita memiliki rasa takut dan segan pada mereka meski tak melakukan kesalahan. Bukankah kita menyadari kebiasaan para orangtua yang menakuti anaknya ketika kecil bila ia nakal ia akan ditangkap polisi? Apalagi kita juga terbiasa melanggar peraturan bila tak diawasi. Itu membuat kita berpikir bahwa mengkhawatirkan sekali bila kita melakukan sesuatu kesalahan dan ternyata polisi menyadarinya. Kita takut tanpa sadar melakukan kesalahan di hadapan polisi karena kita memang sering melanggar peraturan di belakangnya.

Mengapa suara Opsir Daniels begitu meyakinkan? Karena pekerjaannya sehari-hari memang berhubungan dengan telpon. Ia begitu lihai memanipulasi pikiran orang yang menerima telponnya. Suaranya sangat meyakinkan. Sikapnya begitu persuasif. Sandra sampai-sampai bersikap seperti kerbau yang dicocok hidungnya. Pat Healy yang juga memiliki wajah antagonis ini memang bukan orang baru di dunia akting. Ia telah malang melintang di banyak serial televisi ternama misalnya Grey’s Anatomy dan NCIS.

Begitu pula dengan Ann Dowd. Ia telah berperan dalam Lamb of God, Hereditary, dan The Handmaid’s Tale. Ia memiliki wajah paling ekspresif dibanding aktris maupun aktor lain dalam Compliance. Ketika disindir, dipaksa menggeledah Becky, hingga diwawancarai pun wajahnya tetap memberikan kesan mendalam. Kita dapat menyadari tidak nyamannya ia. Senyumnya gugup dan menyedihkan. Ekspresinya membuat kita tak tahan untuk memalingkan muka dan menelan ludah. Ialah juga yang membuat film ini begitu hidup dan menyakitkan untuk dilihat.

Terakhir adalah sound effect yang sangat cocok. Compliance meletakkan alat musik cello sebagai latar suara di beberapa scene. Suaranya yang menyayat benar-benar membuat kita tak nyaman. Sebetulnya secara keseluruhan film ini sangat sulit ditonton. Kita akan merasakan beban moral yang dialami Sandra. Hati kita pun merasakan nestapa yang dialami oleh Becky. Rasa kesal kita pada Sandra juga tak membuat kita mampu menyalahkannya. Karena bila kita di posisi Sandra, bukankah kita akan melakukan hal yang sama?

Click to comment

Leave a Comment

unbelieveable netflix review unbelieveable netflix review

Unbelievable Review: Serial Kriminal Dengan Pengembangan Investigasi Mendalam

TV

Clueless (1995) Clueless (1995)

10 Rekomendasi Film Chick Flick di Netflix

Cultura Lists

tall girl netflix movie tall girl netflix movie

Tall Girl Review: Tipikal Film Drama Remaja dengan Pola yang Selalu Sama

Film

flower crew joseon marriage agency flower crew joseon marriage agency

Flower Crew: Joseon Marriage Agency yang Cheesy

TV

Connect