Connect with us
Yubin City Woman
Yubin - City Woman

Music

City Pop: Genre Musik Estetika 80an dari Jepang

Nostalgia dengan musik pop Jepang yang tak ada matinya.

City Pop merupakan genre musik yang pertama kali muncul di Jepang pada tahun 1970an. Musik city pop merupakan salah satu titik balik industri musik Jepang yang terpengaruh dengan musik-musik barat. Genre city pop mengandung beberapa genre lainnya seperti soft rock, disco, funk, jazz, boogie, dan pastinya pop.

Beberapa nama musisi lama yang mempelopori genre musik city pop adalah Harumi Hosono dan Tatsuro Yamashita. Mereka berdua adalah mantan personil dari band Happy End. Tatsuro bereksperimen dengan menggabungkan musik R&B dan soul dari Amerika dengan musik jazz tropis ala Okinawa. Ia juga menambahkan sentuhan genre lain yaitu funk dan boogie untuk menyempurnakan jenis musik baru ciptaannya yang disebut dengan city pop.

mariya takeuchi

Mariya Takeuchi

Salah satu lagu paling ikonik dari genre ini adalah “Plastic Love” yang dibawakan oleh Mariya Takeuchi. Lagu ini merupakan salah satu track dari album bertajuk “Variety” yang rilis pada tahun 1984. Berkolaborasi dengan Tatsuro yang merupakan suaminya. Kala itu, mereka berdua merupakan pasangan musisi yang ikonik di Jepang seiring larisnya album keenam dari Mariya Takeuchi. Melalui wawancaranya di Japan Times pada November 2018 lalu, ia juga mengatakan bahwa “Variety” merupakan album yang membuatnya merasa sebagai musisi pop independen dan berkualitas.

“Plastic Love” kala itu merupakan lagu yang bisa disebut sebagai the voice of generation. Jepang mengalami modernisasi pada tahun 1980an dengan peningkatan ekonomi hingga 5 persen pada tahun 1987 hingga 1989. Inilah awal perkembangan berbagai budaya Jepang modern yang kita nikmati sekarang. Mulai dari film, serial televisi, anime, dan komik Jepang yang lebih populer disebut manga.

Angka urbanisasi penduduk usia produktif Jepang pun meningkat. Banyak orang muda yang ingin memiliki kehidupan mapan di kota besar seperti Tokyo kala itu. Kehidupan kosmopolitan merupakan impian untuk sebagian besar orang muda pada zaman itu. Hal ini akhirnya juga menciptakan karakteristik baru pada masyarakat perkotaan Jepang. Masyarakat memang menjadi lebih kosmopolitan dan bergaya, namun juga individualis dan apatis dengan orang lain.

Apa hubungannya dengan track “Plastic Love”? Lagu ini sendiri bercerita tentang seorang perempuan yang gagal move on dari mantan kekasihnya. Perasaan tersebut akhirnya mempengaruhi hubungannya dengan para laki-laki berikutnya. Ia tak sanggup merasakan cinta yang baru. Setiap menjalin hubungan dengan laki-laki lain, ia seakan masih merasakan cinta pada mantannya namun dengan laki-laki lain. Oleh karena itu ia menyebut cinta palsu dan semu.

Dengan perpaduan musik jazz, funk, dan disco yang kalem, lagu ini memberikan nuansa perkotaan Jepang bagi para jiwa yang kesepian. Meski dengan irama musik yang asik untuk berdansa, terkandung lirik lagu yang pilu. Mempresentasikan kehidupan kosmopolitan yang berkilau, namun dengan banyak orang yang masih merasakan kesepian di dalam hati mereka.

Genre musik city pop masih menjadi salah satu genre unik yang diadaptasi oleh musisi modern. Contohnya mantan personil girlband Wonder Girl, Yubin yang sekarang berkarir solo di bawah naungan agensi JYP. Di tengah-tengah trend musik EDM dan R&B modern, Yubin memberanikan diri tampil sebagai soloist dengan musik bergenre city pop. Tak hanya pada produksi musiknya, semua video klipnya juga menganut konsep wanita modern Jepang pada tahun 80-an yang aesthetic. Salah satu lagunya yang catchy dan patut didengarkan adalah “Lady” yang rilis pada 5 Juni 2018 lalu.

Tidak cuma Yubin, Yukika juga merupakan salah satu penyanyi Korea yang mengusung genre city pop. Single-nya yang bertajuk “Neon” sangat kental dengan nuansa funk dan R&B ala city pop. Sesuai dengan judulnya, lagu ini bercerita tentang seorang wanita yang menikmati cintanya dalam kesunyian lampu kota di malam hari.

Generasi millennial sekarang sangat terobsesi dengan seni yang mereka sebut dengan “aesthetic 80s”. Obsesi tersebut ditunjukan melalui gaya berpakaian, fotografi, dan desain-desain visual yang khas. City pop bisa menjadi referensi musik pop Jepang 80an yang membuktikan bahwa karya musik tidak akan lekang oleh waktu.

Click to comment

Leave a Comment

Lagu Paling Berbahaya Untuk Diputar Saat Mengemudi Lagu Paling Berbahaya Untuk Diputar Saat Mengemudi

Lagu Paling Berbahaya Untuk Diputar Saat Mengemudi

Music

green day green day

Green Day: American Idiot Album Review

Music

Liam Gallagher: Why Me? Why Not. Album Review Liam Gallagher: Why Me? Why Not. Album Review

Liam Gallagher: Why Me? Why Not. Album Review

Music

camila cabello liar camila cabello liar

Camila Cabello: ‘Shameless’ & ‘Liar’ Single Review

Music

Connect