Connect with us
Senigma
Cafe bali seminyak
All photos by Dicky Bisinglasi

Food & Drink

Cafe Bali Seminyak

Mengadopsi konsep Bohemian yang ecletic, hippies dan budaya tradisional Indonesia.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Masih dari kawasan eat-street, Oberoi, kali ini kami berpetualang kuliner di Café Bali, sebuah café bergaya fusion antara era kolonial Belanda, Paris dan juga Betawi tradisional di jalan Kayu Aya, Oberoi, Seminyak, Bali.

Pertama melewati pintu masuk atmosfer vintage kental terasa. Melihat ke atas kita akan menjumpai kuda-kuda atap dari kayu Gowok dan kayu Kecapi khas rumah adat Betawi. Ternyata bangunan utama Café Bali ini terinspirasi dari rumah adat Betawi, Rumah Kebaya. Begitu memasuki ruang makan utama, kita disuguhkan dengan jajaran meja-meja makan yang hampir memenuhi ruangan, lengkap dengan dekorasi bunga dan lilin di atasnya.

caf bali seminyak

Cafe Bali

Yang menarik, hampir di setiap jengkal dindingnya dipenuhi dekorasi berlubang khas kaum nomad Bedouin Timur Tengah. Cocok bagi para penggemar nuansa boutique yang eksentrik. Juga poster-poster Bombay India tahun 40-50 an dan pernak-pernik Bohemian seperti lampu gantung, cermin-cermin Boheme, hingga kipas angin vintage menambah lengkap nuansa bohemian di café ini.

Cafe Bali Seminyak

Cafe Bali Seminyak

Vania Valencia, PR Manager Café Bali Seminyak menuturkan bahwa Cafe Bali mengadopsi konsep Bohemian yang ecletic, hippies dan budaya tradisional Indonesia, khususnya Betawi dan Bali. Istilah Bohemian sendiri muncul di Paris pada abad ke-19. Bohemian lebih identik dengan nuansa music, artistic sastra dan spiritualisme. Nuansa ini juga yang akan kita dapati ketika berkunjung.

cafe bali seminyak

Sedangkan Floor Manager Café Bali, Dian Safitri, menambahkan bahwa selama ini banyak pengunjung yang pertama kali datang selalu penasaran, terutama dengan arsitektur dan interiornya. Mereka bertanya-tanya “apakah ini peninggalan era kolonial Belanda?”. Hal ini dikarenakan dari bentuk arsitektur dan pernak-pernik interior-nya yang dipelihara nuansa khas kolonialnya. “Bahkan kami tidak pernah merubah apapun semenjak tempat ini pertama kali buka, hanya merubah cat yang sebelumnya putih menjadi warna hijau telur asin (turquoise)”, tambah Dian.

Siapa sangka, café yang buka sedari pukul 7 pagi hingga tengah malam ini ternyata sudah berdiri di kawasan ini sejak tahun 2007. Sudah 12 belas tahun. Selama itu pula lah mereka tidak pernah mengganti menu-menu andalannya. Pengunjung yang kembali beberapa tahun setelah pernah sekali makan beberapa tahun lalu sengaja diajak bernostalgia dengan memori lampau.

Beef Carpaccio Cafe Bali

Beef Carpaccio

Tak lama mengobrol, seorang waitress menyodorkan menu kepada kami. Pilihan jatuh kepada Poke Bowl (Rp 65,000), kombinasi semangkuk nasi dan sayuran mentah dengan pilihan tuna atau ayam panggang. Juga tersedia versi vegan-nya. Kami memilih varian dengan potongan tuna. Menu utama kami tertarik mencoba kementahan Beef Carpaccio (ukuran kecil Rp 95,000, ukuran besar Rp 120,000) yang rasanya segar dan impresif.

pumpkin gnocchi

Pumpkin Gnocchi

Kami juga tak lupa mencicipi barisan pastanya, dan pilihan kami mencoba Pumpkin Gnocchi dengan saus sage. Kejunya sungguh nikmat apalagi ketika masih panas, khas dengan perpaduan rasa labu. Pilihan menu kami tutup dengan Profiteroles, bola pastry khas Perancis dengan perpaduan scope gelato ice cream rasa coklat-vanilla dengan irisan pisangnya.

Selain menu-menu Mediteranian, Café Bali juga menyuguhkan menu Asia seperti Rendang Daging, Kari Ayam India, Mie dan Nasi goreng hingga sup wonton. Petualangan kuliner di Café Bali kami tutup dengan minuman Fruit Fizz (Indian Lassie) dan Healthy Juice yang menyegrakan dahaga.

Banyak yang tidak menyadari bahwa café dengan 65 karyawan lokal ini memiliki sebuah kolam renang yang dapat dipakai berenang, bukan hiasan. Tepatnya berada di area paling belakang Café Bali. Pengunjung dapat bersantai di area kolam renang berhiaskan patung Dewa Ganesha ini sembari menikmati menu-menu yang tersedia.

Cafe Bali Seminyak
Jl. Kayu Aya, Oberoi
Seminyak, Bali

Open Daily from 7AM – 12PM

Food & Drink 8/10
Atmosphere 8/10
Service 8/10

Click to comment

Leave a Comment

Senigma: Into Wanderland Senigma: Into Wanderland

Senigma: Into Wanderland, Pameran Seni Untuk Apresiasi Kesehatan Mental

Lifestyle

cafe del mar bali cafe del mar bali

Cafe del Mar Bali: Born in Ibiza, Reborn in Bali

Travel

ngohiang bogor ngohiang bogor

Ngohiang, Kuliner Khas Bogor yang Hampir Ditelan Zaman

Food & Drink

watermelon semangka watermelon semangka

Semangka Menjadi Pelengkap Foto Instagram dan Lambang Musim Panas

Lifestyle

Connect