Connect with us
bubble milk tea

Lifestyle

Boba Milk Tea, Minuman Khas Taiwan yang Mendunia

Tradisi minum teh berasal dari Cina. Kini ditambah susu dan boba.

Boba (波霸) atau bubble merupakan kata slang dalam Bahasa China yang artinya payudara. Boba adalah bola-bola yang terbuat dari tepung tapioka alias singkong. Sebenarnya singkong berasal dari Amerika Selatan. Orang Asia mulai mengenalnya saat dibawa oleh Bangsa Portugis dan Spanyol kemari. Namun saat itu orang belum mengenal boba seperti yang kita kenal sekarang.

Sebelum menelusuri seluk-beluk sejarah boba, mari kita runut pada elemen utamanya yaitu teh. Kaisar Shennong dari Cina tanpa sengaja menemukan daun teh dalam panci airnya. Ia mencoba meminum air rebusan daun teh tersebut. Ternyata, rasanya enak. Sang kaisar yang dijuluki sebagai Bapak Pertanian China pun memulai tradisi panjang minum teh yang kemudian menyebar ke seluruh dunia. Teh tak hanya diminum tetapi juga dimakan sebagai sayur maupun dimanfaatkan dalam praktik pengobatan.

Di masa Dinasti Qing, teh menemukan belahan jiwanya yaitu susu. Sejak itulah teh susu mencapai puncak kejayaannya. Meski demikian bukan berarti budaya minum teh dengan susu ikut menyebar ke seluruh dunia. Di Jepang, teh tetap diminum secara tunggal bukan dengan susu. Teh juga disajikan gratis di restoran, mirip seperti tradisi makan orang Sunda. Biasanya teh yang disebut orang Jepang merujuk pada teh hijau. Di Mongolia, teh lebih sering diminum dengan mentega. Uniknya, tradisi minum teh di Inggris awalnya diperkenalkan oleh kedai kopi setempat.

Pajak teh di Inggris sempat mencapai angka 119%. Teh sampai mengancam perdagangan minuman keras karena popularitasnya yang sangat tinggi. Orang-orang pun kerap menyelundupkannya. Perbedaan lainnya adalah bentuk cangkir untuk minum teh. Teh di Asia diminum dengan cangkir tanpa pegangan. Ketika budaya minum teh masuk ke Inggris, cangkirnya dibuat dengan pegangan karena disesuaikan dengan kebiasaan masyarakat setempat. Susu dituangkan lebih dahulu ke dalam cangkir sebelum air rebusan daun teh. Budaya minum teh di sore hari pun terbentuk sebagai selingan antara makan siang dengan makan malam.

Pada masa lampau para imigran Cina yang datang ke Taiwan mendirikan kedai teh. Pemilik kedai teh Chun Shui Tang, Nona Liu Han-Chieh, pergi ke Jepang dan melihat kopi disajikan dalam kondisi dingin. Ketika kembali ke Taiwan ia pun mencoba menyajikan teh dingin. Lalu salah seorang staffnya, Nona Lin Hsiu Hui, mencoba memasukkan bola-bola tapioka ke dalam minumannya. Saat itu tepung tapioka biasanya dimakan dalam bentuk puding yang sebetulnya tengah dimakan Nona Lin. Ternyata bola-bola tapioka di dalam es tehnya laku keras. Ini terjadi pada 1988.

Pemilik kedai teh lainnya, Tu Tsong He Hanlin juga mengaku menemukan boba milk tea pertama kalinya. Awalnya ia membuat bola-bola tapioka yang berwarna putih dan hambar. Ia lalu mencobanya dalam versi hitam seperti yang kita kenal saat ini. Warna hitam tersebut dihasilkan dari gula merah. Namun boba kini juga tersedia dalam beragam warna. Selanjutnya industri teh di Taiwan ikut mengalami dampak modernisasi. Bila dulunya perempuan hanya menjadi ibu rumah tangga, kini mereka dapat bekerja di kedai-kedai teh.

Sebenarnya boba milk tea yang dikenal di Taiwan secara tradisional adalah gabungan dari teh hitam panas, susu kental, bola tapioka ukuran besar, dan madu. Boba milk tea yang kita kenal saat ini adalah versi modern-nya. Selain lebih populer dalam kondisi dingin, boba pun dibuat menjadi lebih kecil sehingga dapat dihisap melalui sedotan. Dengan cepat, boba milk tea ikut populer di berbagai negara-negara Asia lainnya. Ini tak lain karena minum teh telah menjadi budaya yang populer di Asia sehingga teh susu dengan cepat diterima publik.

Meski dikenal sebagai boba milk tea, brand-brand ini tak hanya menjual teh susu saja. Ada pula yang boba yang diminum dengan teh tanpa susu, kopi, coklat, maupun berbagai rasa buah-buahan. Hal ini untuk menyesuaikan dengan masyarakat yang intoleran terhadap laktosa. Selain itu inovasi yang pesat pada minuman boba membuatnya dapat diterima siapa saja karena kita dapat dengan memudah memesan yang sesuai selera. Ini juga alasan mengapa boba milk tea dapat meraih kepopulerannya di Amerika.

Awalnya boba milk tea masuk ke Amerika di tahun 1990an. Saat itu komunitas Asia di Amerika menjadikan kedai-kedai boba milk tea sebagai tempat berkumpul. Pada tahun 2000-an akhirnya boba milk tea meledak di pasaran. Itu karena orang-orang terbiasa dengan minuman on-the-go atau duduk santai di kafe ala Starbucks. Mereka menjadi lebih dapat menerima kebiasaan minum boba.

Boba juga ikut masuk ke Eropa kurang lebih sepuluh tahun silam. Kini kedainya dapat ditemukan di berbagai pusat perbelanjaan. Namun tak ada yang mengalahkan inovasi Cina. Ketika Taiwan maupun negara-negara lainnya membiarkan kita minum boba dari kafe di mall, Cina menawarkan boba milk tea instan. Kita dapat menyimpan stocknya di rumah dan menyeduhkan ketika ingin.

Boba milk tea sendiri menjadi minuman kesukaan di Indonesia. Meski sebenarnya kita memiliki versi lokalnya yaitu cendol, boba milk tea lebih terkenal. Harus diakui inovasi rasa yang ditawarkan oleh boba milk tea sangat beragam hingga hampir dapat mengakomodasi lidah semua orang. Kini boba alias si bola-bola tapioka tak hanya kita temukan di dasar gelas minuman. Inovasinya di Indonesia menjadi sangat beragam. Ada nasi boba, es krim boba, roti bakar boba, cake boba, hingga boba dessert box. Boba tak lagi familiar dengan hidangan manis tetapi juga gurih.

Click to comment

Leave a Comment

foodie calls foodie calls

Foodie Calls: Kencan Karena Ingin Makan Gratis

Lifestyle

lumpia lumpia

Keberagaman Asia Tenggara dalam Sepotong Lumpia

Culture

da maria bali da maria bali

Da Maria Bali: Pizza Gaya Neapolitan

Food & Drink

plastik ramah lingkungan plastik ramah lingkungan

Benarkah Klaim Mengenai Plastik Ramah Lingkungan?

Lifestyle

Advertisement
Connect