Connect with us
Fox Searchlight Pictures

Film

Birdman Review: Pergolakan Batin Seorang Seniman

Lika-liku Riggan Thomson membangun pertunjukan sesuai dengan visi yang Ia harapkan.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Ada banyak profesi yang bisa digeluti di masa kini. Salah satu di antaranya adalah seniman yang berkarya dengan ragam bentuk. Sebagai seorang seniman, terkadang akan tiba masanya dimana ia akan bergolak mengenai apa yang harus dikedepankan, entah dengan menampilkan karya nyata atau melakukan apa saja demi kekayaan dan popularitas semata.

Hal tersebutlah yang ingin ditampilkan oleh Alejandro Gonzalez Inarritu dalam filmnya yang berjudul “Birdman. Film tersebut dibintangi oleh aktor-aktris Hollywood ternama, seperti Michael Keaton, Zach Galifianakis, Edward Norton, hingga Naomi Watts. Kisahnya sendiri seputar Riggan Thomson, seorang artis ternama yang lebih terkenal sebagai “Birdman” namun saat ini kariernya redup. Ia pun berusaha untuk membangkitkan namanya dengan menjadi director pada salah satu pertunjukan Broadway dari adaptasi cerpen Raymond Carver.

Birdman

Fox Searchlight Pictures

Di dalamnya, penonton akan diperlihatkan bagaimana lika-liku seorang Riggan Thomson dalam membangun pertunjukan sesuai dengan visi yang ia harapkan sekaligus interaksinya dengan berbagai orang di baliknya. Selain itu, ada pula ragam pergolakan batin Riggan yang menunjukkan mengenai tubrukan idealisme yang ia rasakan, menjadikan film ini terasa sangat personal, terutama bagi para penggiat dunia hiburan.

Di samping Riggan, ada beberapa karakter yang juga terlibat dalam journey darinya, mulai dari producer yang merupakan teman dekatnya, method actor yang bergumul karena pemikiran yang tak sejalan dengan Riggan, hingga anak Riggan yang memiliki konflik tersendiri. Semuanya ditampilkan secara mulus dan membuat “Birdman” terasa lebih hidup.

Birdman

Fox Searchlight Pictures

Ragam aktor-aktris yang hadir dalam “Birdman” masing-masing mampu tampil luar biasa kala memerankan karakternya. Michael Keaton tentu tampil mengesankan dengan cakupan emosi yang terpampang kala di depan layar. Akan tetapi, penampilan Edward Norton dan Emma Stone di sini juga mampu mencuri perhatian dengan segala drama dan interaksi yang muncul dalam setiap dialog mereka.

Cerita yang kompleks dalam “Birdman” tentu didukung departemen teknis yang sangat mumpuni, bahkan menjadi pioneer dalam ragam film pada abad ini. Salah satunya yang paling kentara adalah continuous one-shot yang tampil apik yang mengikuti perjalanan para aktor dan aktris di sini. Penerapan sinematografinya yang menawan membuatnya jadi salah satu film percontohan yang menggunakan teknik one-take di dalamnya.

Tidak hanya itu, sound design yang digunakan dalam Birdman juga digarap dengan baik. Melalui permainan instrumen musik seperti drum, suara latar belakang yang digunakan mampu menghidupkan adegan seiring dengan tensi di dalamnya. Belum lagi dengan set design yang tampil nyata, terutama di pada back stage yang mendominasi durasi film ini.

Dengan segala drama yang menyelimuti Riggan Thomson dan orang-orang sekitarnya, “Birdman” adalah film menawan mengenai perjalanan seorang seniman nyata dalam berkarya. Menjadi salah satu film terbaik di tahun 2014, film ini wajib untuk ditonton walau rilisnya sudah bertahun-tahun.

Click to comment
Advertisement
Cultura Live Session
Connect