Connect with us
Senigma
sejarah dan manfaat alpukat
Photo by Thought Catalog on Unsplash

Culture

Avocado: Our Beloved Berries

Alpukat termasuk ke dalam jenis beri-berian. Bukan stroberi. Mind blown, right?

Alpukat adalah salah satu jenis buah yang sangat populer di Indonesia. Hampir semua orang suka minum jusnya. Menu jus alpukat begitu umum sama halnya dengan es jeruk dan es kelapa. Kita begitu akrab dengan rasanya yang lumer di mulut dan mengenyangkan. Tapi ada satu fakta yang selama ini tidak kita ketahui: alpukat termasuk ke dalam jenis beri-berian. Bukan stroberi. Pisang, semangka, dan labu juga termasuk ke dalam beri-berian. Padahal bentuk mereka jauh berbeda satu sama lain.

Ternyata buah yang termasuk ke dalam beri-berian adalah buah berdaging yang berasal dari ovarium tunggal. Stroberi bukan termasuk ke dalam beri-berian karena bukan berasal dari ovarium melainkan wadah di dekat ovarium. Tentu saja penjelasan ini sedikit membingungkan dan tidak penting bagi masyarakat awam. Namun fakta menarik mengenai alpukat masih banyak lagi.

Akhir-akhir ini alpukat telah menjadi tren makanan di hampir seluruh penjuru dunia. Avocado is the new sweetheart. Alpukat dianggap sebagai sumber lemak yang justru harus dikonsumsi meski kita sedang mengatur pola makan alias diet. Sebab alpukat mengandung lemak baik yang justru sangat dibutuhkan oleh tubuh. Selain itu alpukat mengandung vitamin dan mineral seperti vitamin B, C, E, potasium, lutein, dan asam folat. Jenis mineral terakhir dibutuhkan terutama oleh ibu hamil agar perkembangan janin di dalam kandungan dapat optimal.

Tak banyak orang tahu dari manakah superfood satu ini berasal. Seorang bernama Claude Earl Smith Jr. menemukan biji alpukat berusia 10 ribu tahun pada 1969 di dalam Gua Coxcatlan. Alpukat diperkirakan pertama kali tumbuh di Puebla, daerah selatan Meksiko. Suku Meso Amerika adalah pihak yang pertama kali mendomestikasi alpukat. Sebelumnya, biji alpukat diperkirakan tersebar melalui kotoran mamalia yang menelannya bulat-bulat.

Alpukat tak hanya penting bagi pelaku hidup sehat di masa modern. Alpukat telah memeroleh kejayaannya sejak dulu bagi masyarakat adat di Meksiko. Suku Aztek misalnya percaya bahwa alpukat dapat memberikan kekuatan bagi siapa saja yang mengonsumsinya. Buah alpukat merupakan bagian dari kepercayaan mitologis mereka. Suku Maya sendiri menjadikan alpukat sebagai salah satu simbol dari kalender mereka yang berjumlah 14 bulan.

Sebelum disebut alpukat atau avocado, buah satu ini disebut sebagai Ahuacatl alias buah zakar. Ada dua pendapat ahli mengenai kenapa alpukat diberi nama demikian. Pertama karena bentuknya yang mirip seperti salah satu organ milik lelaki. Kedua karena kepercayaan masyarakat adat zaman dulu yang menganggap alpukat sebagai lambang kesuburan. Mengonsumsi alpukat dianggap baik untuk kesuburan lelaki maupun perempuan. Alpukat juga dianggap sebagai salah satu buah afrodisiak alias peningkat gairah seksual.

Nama tersebut tentu saja tidak menjual. Tak ada orang yang mau mengonsumsi buah dengan nama seperti organ milik lelaki. Karena itu alpukat sempat disebut sebagai alligator pear. Nama ini dianggap cocok karena permukaan kulit alpukat yang sedikit kasar dan bertekstur, mirip kulit aligator. Tekstur buahnya yang begitu lumer juga sempat membuat alpukat dijuluki buah mentega. Buah ini mulai menyebar ke seluruh dunia ketika Spanyol berhasil menjejakkan kaki di Benua Amerika. Karena sulit mengeja namanya, orang Spanyol menyebut alpukat sebagai Aguacate.

Alpukat mulai dikenal di Amerika sejak 1833 dan diberi nama avocado sejak 1914. Karena dianggap enak, dengan cepat alpukat meraih popularitasnya di Amerika. Beberapa daerah yang mulai menanam alpukat adalah California, Florida, dan Hawaii. Sejak 1950 kegunaan alpukat pun bertambah yaitu menjadi salah satu bahan baku salad seperti yang kita kenal saat ini. Namun dulu alpukat sempat dianggap kontroversial. Alpukat dijuluki buah yang tabu—karena asal namanya—sehingga dibenci oleh pihak konservatif. Ketika tren tubuh langsing meledak, alpukat ikut meledak di pasaran pada 1980.

Untungnya alpukat tak pernah surut ditanam. Di Amerika sendiri, penghasil alpukat terbesar adalah California. Kota itu menghasilkan 90% dari jumlah seluruh pertanian alpukat dalam negeri. Luas lahan pertanian alpukat sendiri mencapai 50 ribu hektar dengan 3 ribu petani. Alpukat produksi Indonesia sendiri juga memiliki kualitas tak kalah bagus. Kabarnya Indonesia akan segera mengimpor alpukat ke Jepang dan Eropa. Salah satu daerah penghasil alpukat yang berkualitas baik adalah Probolinggo.

Click to comment

Leave a Comment

permakultur permakultur

Akankah Permaculture Menjadi Jawaban Krisis Global Saat Ini?

Culture

sejarah manfaat pisang sejarah manfaat pisang

Bagaimana Pisang Menjadi Buah Terpopuler di Dunia?

Culture

tari Pepe’-Pepeka ri Makka: tari Pepe’-Pepeka ri Makka:

Pepe-Pepeka ri Makka: Lebih dari Sekadar Bermain Api

Culture

Salad Salad

Sejarah Salad dan Kaitannya dengan Stereotip Gender

Culture

Connect