Connect with us
Ashe
Photo via americansongwriter.com

Music

Ashe: Save Myself Single Review

Persembahan Ashe atas luapan amarah dari hubungan masa lalu.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Setelah merilis single ‘Moral of the Story’ dalam dua tahap pada 2019 lalu, artis pop indie asal California ini merilis ‘Save Myself’ yang menggetarkan secara emosional.

Sebelumnya, ketenaran Ashe melejit dengan lagu pilihannya ‘Moral of the Story’ kemudian mendapatkan banyak pendengar dalam merilis versi kedua dan duet bersama Niall Horan, anggota One Direction. Atas karyanya yang mendapat banyak perhatian, Ashe pun kembali menarik pendengarnya dengan hasil curhatan emosionalnya di lagu ‘Save Myself’.

Meskipun direkam setelah ‘Moral of the Story’, namun kedua single ini pun masih berkaitan erat dengan jalan cerita hubungan dari Ashe. ‘Save Myself’ sendiri diposisikan pada tahap meluapkan amarah. Sedangkan ‘Moral of the Story’ adalah bagian kesedihan dari masalah hubungan.

“Ini (Lagu ‘Save Myself’) berarti dunia memiliki kesempatan untuk mengungkapkan kemarahan yang saya rasakan dengan cara yang lebih baik. Amarah ini menuntut untuk dirasakan dan diluapkan,” ungkap Ashe dalam rilisan pers yang dilansir melalui Ourculturemag.com

Awal lagu ini dibuka oleh instrumen piano dengan intonasi tempo yang cukup upbeat. Kemudian masuk pada bagian chorus kita akan dikejutkan dari lirik serta akselerasi musik dan beat yang lebih kencang.

Menuju bagian bridge, instrumental pun diminimalisir beberapa detik sebagai penekanan lirik dari “I could have saved myself from wasting half my twenties save myself from you”, setelah itu dentuman beat mengiringi kembali keseluruhan instrumennya.

Masalah kualitas vokal pun tidak diragukan lagi, sosok Ashe mampu memberikan beberapa pola dari lirik yang berisikan sebuah amarah pada segi teknik vokalnya. Sebagai penyempurnaan, tempo nada tinggi ke rendah dibuat signifikan dengan ciri khas Ashe mengimbangi vokalnya di ‘Save Myself’.

Dari segi lirik pun ‘Save Myself’ hadir dari hasil emosi diri sendiri pada hubungan yang telah berakhir. Kelengkapan dari lirik memberikan jawaban atas perasaan yang susah move on untuk menyelamatkan diri.

Nilai plus dalam single ini terdapat juga pada rilisan video musik yang membocorkan rahasia dari gaya estetik Ashe. Segi visual dari video yang diarahkan oleh Matthew Dillon Cohen membantu tampilan penjiwaan Ashe meresapi lirik serta intonasi musik yang ada di ‘Save Myself’.

Click to comment
Advertisement
Cultura Podcast
Connect