Connect with us

Film

American Beauty Review: Kehidupan Suram Keluarga Suburban

Menemukan keindahan dalam sisi gelap kehidupan.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

American Beauty merupakan sebuah film bergenre komedi-drama yang dirilis pada tahun 1999. Hampir 20 tahun telah berlalu sejak perilisan film ini, namun American Beauty belum kehilangan kepopulerannya.

Film ini masih dapat dinikmati sampai sekarang karena membahas permasalahan yang masih relevan dengan keadaan sosial yang kita rasakan pada era ini. American Beauty bercerita tentang dua hal, yaitu suramnya kehidupan dalam lingkungan sub-urban yang penuh dengan kompetisi dan mid-life crisis yang dirasakan orang dewasa.

Naskah cerita American Beauty ditulis oleh Alan Ball dan film ini disutradarai oleh Sam Mendes. Nampaknya, American Beauty adalah salah satu karya terbaik mereka. Dibuktikan dengan 5 piala Oscar yang disabet pada tahun 2000. American Beauty memenangkan kategori Best Picture, Best Director, Best Actor (Kevin Spacey), Best Original Screenplay, dan Best Cinematography.

American Beauty Review

Photo: Lorey Sebastian/AP

Karakter utama dalam film ini bernama Lester Burnham (Kevin Spacey). Kisah American Beauty diceritakan sendiri oleh Lester melalui narasi yang dapat kita dengarkan sepanjang film. Di awal cerita, Lester memperkenalkan keluarganya, lingkungan tempat tinggalnya, dan juga kenyataan bahwa dirinya sudah mati. Kematian Lester sama sekali tidak diceritakan di awal film, sehingga kita dibuat penasaran dengan penyebab kematiannya.

Membahas Tentang Mid-life Crisis

Lester memiliki seorang istri dan juga seorang anak perempuan. Namun, Lester merasa bahwa dirinya sudah kehilangan wibawa sebagai seorang ayah dalam keluarganya. Sang istri, Carolyn (Annete Bening) merupakan figur yang perfeksionis, workaholic, dan ambisius. Ia selalu berusaha untuk menjadi wanita yang sempurna di hadapan orang lain. Walaupun kesempurnaan yang ia idam-idamkan menyebabkan renggangnya hubungan pernikahan.

American Beauty

via IMDb

Selain memiliki istri yang sering mengabaikannya, Lester juga memiliki putri bernama Jane (Thora Birch) yang sangat membencinya. Bahkan dalam narasi, Lester mengatakan bahwa dirinya sering dianggap sebagai seorang pengecut oleh Carolyn dan Jane. Lalu, masalah keluarganya tersebut diperparah dengan krisis paruh baya yang Lester rasakan.

Mid-life crisis membuat Lester merasakan kehilangan sesuatu dalam hidupnya. Hubungan dengan keluarga yang merenggang dan dunia kerja yang mulai membosankan membuat Lester merasa bahwa hidupnya sangat hampa dan tidak memiliki tujuan lagi. Sampai akhirnya ia bertemu dengan teman baik Jane, yaitu Angela Hayes (Mena Suvari).

Lester merasakan ketertarikan seksual dengan Angela yang merupakan anak di bawah umur. Bagi Lester, Angela merupakan obsesi barunya dan merupakan titik awal dari pemberontakan dirinya sebagai Lester yang baru. Berhenti dari tempat kerjanya dan menghabiskan seluruh penghasilan untuk membeli mobil sport dilakukan oleh Lester demi mendapatkan esensi baru dalam hidupnya.

american beauty

Namun, pedofilia bukanlah tema utama dalam film ini. Karakter Angela dihadirkan hanya sebagai sarana bagi Lester untuk mengubah kehidupannya. Lester yang telah kehilangan arah dalam hidup, akhirnya menemukan tujuan baru. Ia ingin kembali merasakan masa muda dan kabur dari masa tuanya.

Menemukan ‘Beauty’ dalam Kisah yang Kelam

Secara umum, American Beauty menceritakan kisah tentang sebuah keluarga disfungsional dan bagaimana setiap karakter menyelesaikan setiap permasalahannya. Lalu, sebenarnya aspek manakah yang menunjukkan ‘beauty’ dalam film ini ?

Saat pertama kali dirilis di pasaran, poster film ini bergambar perut seorang perempuan dengan tangannya dan sekuntum bunga mawar merah. Jika belum pernah menonton filmnya, mungkin kita akan berasumsi bahwa film ini akan menceritakan kecantikan dari seorang perempuan. Namun, film ini menceritakan kecantikan yang tidak terduga.

American Beauty Poster

American Beauty Poster

Kita akan menemukan kecantikan dalam film ini melalui karakter Ricky Fitts (Wes Bentley). Ricky digambarkan sebagai anak remaja yang aneh dan memiliki hobi videografi. Dalam sebuah scene, Ricky memperlihatkan Jane sebuah video plastik yang berkali-kali tertiup angin. Lalu, ia menjelaskan bahwa keindahan dan kecantikan dapat ditemukan dalam setiap aspek kehidupan, bahkan dalam aspek terkecil yang sering kali kita abaikan, contohnya seperti video plastik yang sedang mereka tonton.

Akhir dari film ini dieksekusi dengan sangat cantik. Walaupun kita dibuat kebingungan pada 30 menit terakhir sebelum film ini berakhir, namun kesan yang diberikan sangatlah bermakna. Pada akhir cerita, Lester menyadari bahwa sesuatu yang ia cari selama ini ternyata ada di sekitarnya. Rasa hampa yang ia rasakan sebenarnya dapat diisi dengan hal yang sudah ia miliki sebelumnya. Lester mengajarkan kita untuk bersyukur dan menghargai segala ‘beauty’ yang ada di sekitar kita.

American Beauty mungkin terasa seperti sebuah film tragedi sampai akhirnya kita lupa bahwa genre film ini adalah komedi-drama. Sebenarnya, komedi yang ada dalam film ini banyak yang mengandung satir. Ironisnya, kita masih bisa dibuat tertawa saat mendengarkan berbagai sarkasme yang dilontarkan dalam dialog setiap karakter. Karena itulah Alan Ball berhak mendapatkan penghargaan untuk keahliannya dalam menulis naskah yang sangat cerdas.

Sinematografi dalam film ini juga sangat cantik. Hampir setiap scene dalam film ini kita bisa menemukan aspek berwarna merah, khususnya bunga mawar. Carolyn senang memenuhi pekarangan rumahnya dengan mawar merah. Bahkan, di setiap sudut ruangan rumahnya selalu ada vas berisi mawar merah.

Ribuan kelopak mawar merah juga muncul setiap Lester berfantasi tentang Angela. Bunga mawar merah terlihat sangat kontras jika dibandingkan dengan tone berwarna kusam dan membosankan yang muncul pada setiap scene. Pencahayaan, pemilihan warna, dan setiap angle yang diambil dalam film ini memberikan kesan yang menawan. Didukung pula dengan komposisi musik yang memberikan dampak besar pada emosi penonton.

Penulisan naskah yang cerdas, sinematografi yang indah, dan tentunya didukung oleh para aktor dan aktris yang bertalenta, menjadikan American Beauty begitu layak untuk ditonton dan menjadi film populer sepanjang masa.

Click to comment
Advertisement
Cultura Podcast
Connect