Descriptive alt text for image 1 - This image shows important visual content that enhances the user experience and provides context for the surrounding text.
Alicia Keys: Time Machine Single Review - Cultura
Connect with us
Descriptive alt text for image 3 - This image shows important visual content that enhances the user experience and provides context for the surrounding text.
alicia keys
Photo: Grammy.com

Music

Alicia Keys: Time Machine Single Review

Memadukan aransemen musik disco funk dengan deep house modern.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Alicia Keys baru saja merilis single terbarunya yang bertajuk “Time Machine”. Single ini akan masuk dalam satu tracklist dari album ketujuh sang diva yang masih belum dikonfirmasi judul dan tanggal rilisnya.

“Time Machine” memiliki aransemen musik yang memadukan deep house modern dengan disco funk bernuansa 2000an. Tak seperti lagu RnB dan pop pada umumnya, lagu ini memiliki flow musik yang naik turun dan dinamis dari pembuka, chorus, dan bridge. Meski menampilkan musik old school-futuristic, Alicia Keys tetap menunjukan keahliannya dalam mengkomposisi musik latar yang tidak datar-datar saja.

Instrumen musik electro deep house yang sensual dan bertempo medium memberikan nuansa elegan dipadukan dengan bassline yang berat. Tak lupa dipadukan dengan kualitas Alicia Keys yang bernada tinggi sempurna.

“Time Machine” sendiri memiliki makna lagu tentang kebebasan dan menikmati hidup. “Life ain’t no time machine, but once you free your mind there is beauty in everything,” merupakan sebait lirik yang menjadi hook dari lagu ini. Memberikan pesan pada kita bahwa hidup bukan mesin waktu, dimana kita bisa kembali ketika menyesali sesuatu.

Namun, jika kita membuka dan membebaskan cara pandang kita pada hidup, kita akan lebih mudah mensyukuri segala hal.

Dilansir dari Rolling Stone, Alicia Keys menggaet sutradara Art Johnson, beserta saudaranya, Cole Cook dalam pengerjaan visual single “Time Machine” melalui video klip yang bernuansa neon dan artistik.

Syuting video klip berlokasi di Los Angeles’s World on Wheels. Alicia tampil dengan para penari latar dengan wardrobe bernuansa disco 80an yang fashionable. Lagu dengan beat yang stabil dan tenang ini memang cocok sebagai lagu yang mengiring roller skating.

Kita bisa melihat Alicia dengan berbagai model dan penari dari berbagai ras dan gaya fashion menari dan bersenang-senang.

Secara keseluruhan, “Time Machine” merupakan musik dan konsep visual yang dipadukan dari berbagai waktu. Mulai dari disco 80an, RnB bernuansa 2000an, dan sentuhan deep house modern yang memberikan kemasan fresh dan elegan untuk sebuah single yang rilis pada tahun 2019. Namun, untuk membuat album terbarunya mendapatkan perhatian lebih, Alicia Keys butuh single yang lebih up beat dan catchy.

How to Experience Java Jazz Festival 2026

Lifestyle

barbra streisand woman in love barbra streisand woman in love

‘Woman in Love’ dan Kenangan yang Tak Pudar

Music

SIENNA SPIRO - Die On This Hill SIENNA SPIRO - Die On This Hill

Sienna Spiro Menumpahkan Luka dan Loyalitas Toxic dalam “Die on This Hill”

Music

Robyn Sexistential Robyn Sexistential

Robyn Menari di Antara Tubuh dan Eksistensi dalam ‘Sexistential’

Music

Advertisement Drip Bag Coffee
Connect

References

  1. Wikipedia contributors. (2024). "Cultura." Retrieved from https://en.wikipedia.org/wiki/Cultura
  2. Google. (2024). "Search results for Cultura." Retrieved from https://www.google.com/search?q=Cultura
  3. YouTube. (2024). "Video content about Cultura." Retrieved from https://www.youtube.com/results?search_query=Cultura