Connect with us
Alexandra Savior
Alexandra Savior | Timeout

Music

Alexandra Savior dengan Warna Musiknya Sendiri

Versi perempuan dari Alex Turner dengan suara candu dan musik psychedelic.

Jika Alex Turner terlahir sebagai perempuan, mungkin ia akan terlahir sebagai Alexandra Savior. Penyanyi wanita asal Amerika satu ini memiliki suara yang mengandung candu dan warna musik psychedelic rock yang sudah cukup jarang dianut oleh musisi wanita yang debut di era milenial ini.

Alexandra Savior memiliki suara vokal yang khas, membuat semua lagu yang ia nyanyikan memiliki nuansa klasik dan nostalgia. Musiknya masuk dalam berbagai kategori genre yang tidak biasa. Mulai dari dreampop, desert rock dengan melodi gitar yang khas, indie pop, dan pastinya psychedelic rock. Musiknya memiliki warna yang sanggup menarik perhatian para penggemar Lana Del Rey, Dead Man’s Bones Zella Day, dan artis-artis serupa yang memiliki sentuhan retro dalam musik mereka. Banyak juga orang (terutama fans Arctic Monkey) yang menyebutkan penyanyi solo ini memiliki warna suara yang sama dengan Alex Turner. Begitu juga gaya menulis lirik lagunya yang khas.

Alexandra Savior baru saja merilis single terbaru bertajuk “Crying All The Time” menjelang perilisan album keduanya, “The Archer”. Salah satu ciri khas lirik dari penyanyi 23 tahun ini adalah puisi patah hati yang melankolis dengan warna musik psychedelic pop dan soft rock . Dilansir dari Forbes, Alexandra menceritakan bahwa lagu “Crying All The Time” ia tulis pada momen Tahun Baru 2018. Saat itu dia kembali ke Portland setelah hubungan percintaannya yang sulit. Setelah putus kontrak dengan label sebelumnya, ia harus menjalani pendidikan di sebuah community college.

Alexandra Savior bukanlah pemain baru dalam industri musik. Pada tahun 2017, ia debut dengan album pertamanya yang bertajuk “Belladonna Of Sadness” dengan single “Shades”. Dalam album ini, Alexandra bekerja sama dengan Alex Turner, frontman band rock Arctic Monkeys, sebagai penulis lagu dan produser. Album ini dirilis pada 7 April 2017 silam di bawah naungan label Columbia.

Dalam album ini, Alexandra Savior telah menunjukan dirinya sebagai penyanyi wanita yang memiliki ciri khas sendiri. Dengan warna musik psychedelic rock, alternatif, dan baroque pop yang unik. Track yang patut didengarkan dalam album ini adalah “M.T.M.E” yang juga menjadi single kedua dengan musik yang kental dengan warna musik rock.

Album satu ini memiliki gaya aransemen musik dan penulisan lirik yang konsisten dengan nuansa yang sama. Mulai lagu-lagu tentang feminisme dengan komposisi yang pas pada track “Mirage” dan “Girlie”. Bercerita tentang kehidupan musisi wanita di industri musik komersial. Hingga lagu-lagu cinta yang sarkastik dengan kesan judes dalam lagu “Mystery Girl” dan “Bones”.

“Belladonna Of Sadness” sendiri merupakan judul album yang mengambil referensi dari film animasi dewasa lawas dari Jepang. Karya seni pada tahun 1973 ini terkenal dengan kisah dan visualnya yang erotis, psychedelic, kekerasan, namun dibawakan dengan penyajian yang artistik. Image ini sangat cocok sebagai referensi tema album debut Alexandra Savior yang memiliki nuansa seram melankolis yang kompleks.

Setelah hiatus selama kurang lebih dua tahun, akhirnya Alexandra bisa kembali ke industri musik setelah dihubungi oleh 30th Century Records di New York. Dalam album berikutnya “The Archer” ia bekerja sama dengan seorang produser bernama Sam Cohen. Alexandra mengaku senang dan merasa leluasa dalam mengerjakan album keduanya dengan produser barunya.

Sam Cohen juga mengungkapkan kekagumannya dengan Alexandra, “Sangat mengagumkan untuk masuk ke dalam dunianya yang bernuansa tahun 60an, B-movie, horror, kisah cinta-sebuah visi unik yang benar-benar membuat saya tertarik dan mengingatkan saya akan banyak hal yang saya cintai”.

Alexandra Savior merupakan salah satu dari sedikit musisi wanita yang memiliki warnanya sendiri. Meski setelah hiatus lama, Ia tetap tampil dengan jati diri lamanya dan bersiap untuk kembali memberikan warna baru dalam industri musik.

Click to comment

Leave a Comment

Lagu Paling Berbahaya Untuk Diputar Saat Mengemudi Lagu Paling Berbahaya Untuk Diputar Saat Mengemudi

Lagu Paling Berbahaya Untuk Diputar Saat Mengemudi

Music

green day green day

Green Day: American Idiot Album Review

Music

Liam Gallagher: Why Me? Why Not. Album Review Liam Gallagher: Why Me? Why Not. Album Review

Liam Gallagher: Why Me? Why Not. Album Review

Music

camila cabello liar camila cabello liar

Camila Cabello: ‘Shameless’ & ‘Liar’ Single Review

Music

Connect