Connect with us
Didi Kempot
Photo: Dicky Bisinglasi/Cultura

Cultura Lists

10 Lagu Terbaik Didi Kempot

Tak sekedar musisi biasa. Bukan hanya seorang penyanyi. Didi Kempot membawa perubahan melalui lagu-lagu dangdut campursari.

5 Mei menjadi hari penuh duka untuk #SobatAmbyar. “The Godfather of Broken Heart”, Didi Kempot meninggal dunia di Solo pagi hari tadi. Kepergian yang mendadak tak dipungkiri membuat penggemar semakin ‘ambyar’ dan patah hati.

Karir Didi Kempot memuncak dalam beberapa tahun terakhir. Tepatnya setelah video dan lagu-lagu viral yang membuat pelantun tembang Cidro tersebut dikenal luas di antara para milenial. Penampilan Didi Kempot di Ngobam, salah satu acara besutan Gofar Hilman meroketkan sang “The Godfather of Broken Heart”. Sekaligus melahirkan generasi baru untuk pecinta musik dangdut campursari: #SobatAmbyar.

Demi mengenang sang penyanyi campursari legendaris, berikut ini merupakan 10 tembang terbaik dari Didi Kempot.

Sewu Kutho

Diantara sederet hits lain dari sang maestro, Sewu Kutho mungkin yang paling dikenal dan tak terlupakan. Diciptakan bersama Arie Wibowo, Sewu Kutho menjadi salah satu yang mengorbitkan nama Didi Kempot di belantika musik Indonesia.

Salah satu ciri khas dari lagu-lagu besutan dari Didi Kempot memang lirik sampai musik yang tak lekang akan zaman. Sewu Kutho merupakan contohnya.

Layang Kangen

Layang Kangen menjadi lagu galau hits berikutnya dari Didi Kempot. Masih setia dengan musik campursari, tabuhan gendang serta seruling di lagu ini dijamin membuat pendengarnya ingin ‘jogetin’ meski berlinang air mata. Lirik untuk Layang Kangen juga masih setia menggunakan bahasa Jawa. Satu lagi sebuah ciri khas manis lagu rilisan sang “The Godfather of Broken Heart”.

Layang Kangen sendiri berarti Surat Rindu. Lagu yang pas didengarkan untuk para pejuang LDR di luar sana.

Suket Teki

Lirik yang lebih nelangsa dihadirkan Didi Kempot melalui lagu Suket Teki. Mengusung nada sendu dengan vokalisasi yang tak kalah penuh emosi, lagu satu ini menceritakan tentang penghianatan sampai kebohongan. Didi Kempot menuliskan lirik lagu Suket Teki dengan penuh kiasan. Salah satunya menggambarkan kisah cinta yang terus mengalah walau akhirnya dibohongi sebagai menanam pagi, namun yang tumbuh justru ilalang.

Tak salah memang bila mengatakan Didi Kempot sebagai salah satu maestro terbaik di belantika musik Indonesia.

Banyu Langit

Dibawakan bersama Nella Kharisma, Banyu Langit menjadi lagu favorit #SobatAmbyar berikutnya. “Suara angin, angin yang menggoda hati / Mengingatkanku padamu yang kucintai / Ingin menangis keluarkan air mata di pipi / Lama tak melihat walaupun cuma di mimpi,” menjadi cuplikan lirik dari lagu dangdut campursari hits ini.

Didi Kempot memang seolah tak pernah kehilangan ide dalam menulis lagu-lagu patah hati. Banyu Langit menceritakan tentang penantian akan kedatangan sang kekasih.

Baca Juga: Didi Kempot: Lebih Dari Sekadar Campursari dan Cidro

Stasiun Balapan

Lagu dangdut legendaris, dan sepertinya tak ada yang tak pernah mendengarkan Stasiun Balapan. Lagu ini bahkan melambungkan nama Stasiun Balapan Solo, yang menjadi latar dari mega hits dari Didi Kempot ini.

Stasiun Balapan juga menjadi pengiring ‘jogetin’ yang pas sembari bersendu-sendu ria.

Cidro

Jangan mengaku #SobatAmbyar bila belum pernah mendengarkan lagu ini. Atau malah menangis dengan iringan tepukan kendang dan petikan bass dari Cidro. Cidro menjadi salah satu hits yang melambungkan popularitas Didi Kempot. Baik itu saat pertama kali di tahun 1989, sampai secara internasional dan juga dalam beberapa tahun terakhir. Cidro merupakan puncak popularitas sang maestro yang diraih berulang kali.

Tanjung Mas Ninggal Janji

Satu lagi lagu dari Didi Kempot yang menceritakan mengenai penantian. Kali ini, penantian di Pelabuhan Tanjung. Lirik sedih dari lagu ini terdengar semakin mendayu dengan suara emosional dari “The Godfather of Broken Heart”. Bahkan iringan musik gendang upbeat yang mengiringi lagu ini seolah tak mampu menutupi kesedihan dan kesenduan yang dihadirkan.

Terminal Tirtonadi

Terminal Tirtonadi juga diciptakan oleh Arie Wibowo dan Didi Kempot. Lirik dari lagu ini nyaris senada dengan Tanjung Mas Ninggal Janji dan Stasiun Balapan. Bahkan ketiganya juga mengangkat lokasi sebagai latar belakang lagu mengenai penantian ini.

Ambyar

Menginginkan lagu dari Didi Kempot yang tak begitu kental akan irama musik campursari? Ambyar bisa menjadi pilihan. Iringan keyboard di latar belakang serta bass yang mengikuti memberikan kesan yang lebih modern untuk aransemen musik satu ini. Meski tentu saja, tetap ada irama gendang yang meramaikan sejak chorus.

Kalung Emas

Kalung Emas juga memiliki irama musik yang terdengar lebih modern dibandingkan dengan rilisan sebelumnya. Seperti juga Ambyar, Kalung Emas tak begitu kental akan musik campursari. Meski tentu saja masih setia dengan irama sendu dan lirik berisikan patah hati yang mendayu.

Didi Kempot memang bukan sekedar penyanyi biasa. Peran sang maestro sangat besar untuk musik dangdut campursari di Indonesia. Bahkan selama beberapa tahun terakhir, dengan popularitas yang semakin naik, lagu-lagu Didi Kempot seolah menjadi sebuah cultural reset. Mengubah pandangan anak muda akan musik campursari dan dangdut. Mengubah pandangan bahwa memalukan untuk pria ‘jogetin’ rasa patah hati.

Sugeng tindak, maestro. Rest in tresno.

Click to comment

Leave a Comment

Advertisement
Cultura Podcast
Connect